YulSic : Miracle

YulSic : Miracle

 

GENDER-BENDER

 

****

 

Author’s POV

 

BRAK!

 

“Kau tidak pantas berada di sini.”ujar pria bertubuh tinggi bernama Tyler setelah melempar seorang pria yang lebih kecil darinya keluar dari sebuah café.

 

“K-Kenapa?”tanya pria kecil itu.

 

Di balik kacamata tebalnya, terlukis tatapan yang penuh dengan ketakutan.

 

Tyler menarik kerah pria itu.

 

“Dengar, Kwon Yul…seharusnya kau sadar dengan kondisimu. Kau itu…”Tyler tersenyum licik dan menghela nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya,”tidak normal. Bagaimana mungkin ada seorang laki-laki berusia 20 tahun dengan otak anak berusia 10 tahun? Kau itu cacat!”

 

Kata-kata Tyler sangat menusuk di hati pria bernama Yul itu. Ia akhirnya hanya berlari dan menangis meninggalkan Tyler yang tersenyum puas.

 

“Tyler..”

 

Tyler membalikan badannya,”Oh? Hi Jessie..”

 

“Aku melihat Yul saat aku keluar dari toilet..kemana dia?”

 

“Huh? Yul? Tidak ada..”bohong Tyler.

 

Jessica hanya mengangguk.

 

—–

 

Yul terus menangis di taman, tangannya memegang sebuah kayu dan ia terus menggambar sesuatu di tanah taman tersebut. Ia melempar kayu yang ia pegang ke arah semak-semak.

 

“Aduh!”

 

Yul terkejut, ia tidak menyangka di dalam semak-semak itu ada seseorang. Awalnya, ia ingin kabur. Tapi ia teringat perkataan ibunya agar menjadi orang yang bertanggung jawab.

Perlahan ia mendekati semak-semak itu.

 

“Siapa yang melempar ini?! Dasar bodoh!”

 

Seseorang tiba-tiba menampakan wujudnya dari semak-semak itu. Setelah marah, matanya bertemu dengan Yul. Mereka saling bertatap selama beberapa detik.

 

“HYAAAAA!”keduanya berteriak.

 

“Manusia?!”

 

“Alien?!”

 

Ujar mereka bersamaan.

 

Sekitar 10 menit mereka menenangkan diri, keduanya memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian.

“Kau ini apa?”tanya Yul terlebih dahulu.

 

“Aku? Aku seekor anjing. Kau buta ya?”jawab makhluk itu dengan angkuh.

 

“Tapi…kau bisa bicara!”ujar Yul.

 

“Ceritanya panjang…Ngomong-ngomong, siapa namamu?”tanya anjing itu.

 

“A-Aku Kwon Yul. Dan kau…?”

 

“Aku Hani..Instingku sebagai seekor anjing berkata, kalau kau adalah manusia yang baik..”ujarnya sambil mengusap dagunya, layaknya manusia.

 

Yul terus memperhatikan Hani, menurut Yul anjing ini lucu. Tapi juga aneh…dan sombong.

 

“Hey, kenapa melihatku seperti itu!?”tukas Hani.

 

“Tidak apa-apa..kau lapar tidak?”tanya Yul.

 

“Sangat…”gumam Hani.

 

Yul berpikir sebentar lalu berkata,”ikutlah ke rumahku. Aku yakin di rumah ibuku sedang memasak sekarang. Tapi…bersikaplah seperti anjing pada umumnya.”

 

Mendengar itu, Hani yang tadinya berdiri dengan dua kaki, kini sudah berjalan dengan 4 kaki sambil menjulurkan lidahnya dan menggerakan ekornya.

 

“Aku terlihat bodoh, kan?”bisiknya pada Yul.

 

Yul hanya tersenyum.

 

——

 

“Ibu, aku pulang..”ujar Yul saat sampai di rumahnya.

 

“Oh? Masuklah dan makan- Yul? Anjing siapa itu?”

 

“Oh? Ini…aku tidak sengaja melukainya jadi aku bawa pulang..kita pelihara ya, Bu?”

 

Ibunya mengelus bulu Hani,”tentu, kenapa tidak? Hadiah untuk anak ibu yang bertanggung jawab..”

 

Mrs.Kwon tersenyum,”nah..sekarang kalian masuk dan makanlah..ibu akan menyusul..”

 

Yul dan Hani langsung berlari ke arah dapur.

 

“Ibumu pintar memasak..”bisik Hani.

 

“Tentu saja.”balas Yul.

 

Mereka menghela nafas saat selesai makan. Yul segera masuk ke kamarnya dan tentu saja membawa Hani. Sesampainya di kamar yang penuh dengan figure Mickey Mouse itu, ia meletakan Hani di kursi kecil miliknya.

 

“Nah sekarang…ceritakan padaku. Kau ini apa?”

 

“Aku seekor anjing..kan sudah kukatakan”ujar Hani seraya bermain dengan kukunya.

 

“Tapi kau bisa bicara..”

 

“Kau ini seperti anak kecil saja! Banyak bertanya!”bentak Hani. Tanpa sepengetahuan anjing itu, kata-katanya menusuk hati Yul.

 

Yul menundukan kepalanya,”Maaf…”

 

Pria itu langsung menidurkan tubuhnya dan membalutnya dengan selimut. Sedangkan Hani terdiam.

 

“Apa aku salah bicara?”pikirnya.

 

——

 

Hani terbangun dari tidurnya saat mendengar keributan di lantai bawah. Ia melihat ke arah tempat tidur Yul, dan ia tak menemukan pria itu di sana. Perlahan Hani membuka pintu kamar Yul , ia bersembunyi di balik vas bunga berukuran besar saat melihat Yul sedang berbicara pada ibunya. Lebih tepatnya berteriak.

 

“Kenapa aku dilahirkan seperti ini, Bu?! Tyler bilang aku cacat! Aku tidak normal dan bodoh! Tidak ada yang menyayangiku!”

 

“Kwon Yul! Ibu menyayangimu! Ayahmu juga! Kami semua sayang padamu!”

 

“Ayah sudah tidak ada, Bu!”ujar Yul dan berlari ke kamarnya.

 

Mrs.Kwon terduduk lemas di lantai dan menangis.

 

“Ya Tuhan..buatlah Yul menjadi lebih baik..aku mohon..”

 

Hani yang mendengar semua itu tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia sudah menduga ada yang tidak benar dari pria bernama Yul itu. Hani melangkahkan kakinya menuju kamar Yul. Saat itu, ia menemukan Yul duduk di tepi kasurnya sambil menangis. Hani duduk di hadapannya. Air mata membasahi kacamata Yul.

 

“Kau mendengar semuanya kan?”tanya pria itu.

 

“Maafkan aku…”

 

“Tidak perlu minta maaf..aku akan kembali tidur sekarang. Kau juga tidurlah..”

 

Hani terus memperhatikan punggung Yul yang sudah tertidur pulas. Ia melompat ke atas kasur Yul. Kini ia sudah berada tepat di depan wajah Yul.

 

“Semoga yang kulakukan ini benar…”ia menarik nafasnya dan meletakan tangannya di dahi Yul. Dan tangannya mengeluarkan cahaya yang sangat terang.

Setelah selesai, Hani menghela nafasnya dan tersenyum.

 

“Mulai sekarang duniamu akan berbeda, Kwon Yul…”bisiknya.

 

——

 

Yul membuka matanya, ia mengerjapkannya beberapa kali karena merasa pusing.

 

“Kepalaku sakit…”gumamnya.

 

Tangan Yul menggapai kacamatanya yang terletak di atas meja sebelah tempat tidurnya. Setelah memakai kaca matanya, ia berjalan keluar kamarnya dan menemui ibunya.

 

“Ibu..aku minta maaf yang semalam..”

 

Ibunya melihat ke arahnya,”tidak apa-apa, Yul..ibu mengerti.”ujar wanita itu dengan lembut.

 

Yul duduk di kursi, dan bersiap untuk makan. Tapi, ia akhirnya menyadari sebuah keanehan. Yul melepaskan kacamatanya, dan memakainya lagi secara berulang.

 

“Ibu..”

 

“Ya?”

 

“Aku bisa melihat…”ujarnya sambil terus memandangi kaca matanya.

 

“Tentu saja kau bisa melihat, Yul…”Mrs.Kwon mengelus kepala Yul.

 

“Tidak, Bu…aku bisa melihat tanpa kacamata…”

 

“Hm? Benarkah?”Mrs.Kwon mengerutkan alisnya.

 

“Baiklah, aku senang! Aku pergi dulu, Bu! Aku akan bermain bersama yang lain”ujar Yul seraya tertawa.

 

Saat Yul berdiri, Mrs.Kwon terkejut.

 

“Y-Yul!”panggilnya.

 

Tapi anak itu sudah pergi.

 

“Sejak kapan ia menjadi setinggi itu?”heran wanita paruh baya itu,”hmm..mungkin karena bermain terus”lanjutnya setengah bergumam.

 

Hani sudah memperhatikan Yul sejak tadi, ia bersembunyi di balik vas besar yang juga semalam ia gunakan sebagai tempat bersembunyi.

 

“Perubahannya sudah terjadi..”gumamnya. Ia memutuskan untuk menyusul Yul.

 

—–

 

PRANG!

 

“Lagi-lagi kau memecahkan kaca rumahku!”ujar seorang pria paruh baya. Ia keluar dari rumahnya dan menghampiri anak-anak yang sedang bermain lempar tangkap.

 

“Hey Kwon Yul! Apa yang akan kau lakukan dengan kaca rumahku sekarang?!”

 

Yul tertawa dan mendekati pria itu,”tenang saja paman, saat aku besar nanti aku akan mengganti semua kacamu.”ujarnya dengan polos.

 

Pria itu mengerjapkan matanya dengan mulut terbuka,”saat sudah besar katamu? Kau ini sudah setinggi pohon mau sebesar apa lagi? Menara Eiffel?”

 

Ia menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam rumahnya lagi.

 

“Hey, Yul..kau berani juga berbicara dengan paman itu.”ujar teman Yul, Sooyoung.

 

“Tentu, Soo! Kau juga harus berani seperti itu..kita kan sudah kelas 6 SD! Ayo, main lagi!”

 

——-

 

Yul menatap ke arah cermin. Ia tampak sangat takjub dengan perubahan yang dialaminya.

 

Badannya menjadi sangat berbentuk. Bahkan ia sekarang memiliki otot di perutnya.

 

Ia memutar badannya dengan tiba-tiba,”kau-“

 

“Tidak usah berterima kasih..”ujar Hani acuh tak acuh.

 

Yul mengangkat Hani di udara dan memutar anjing itu, ia sangat senang.

 

“Hey, turunkan aku!”ujar Hani.

 

“Terima kasih, Hani!”

 

“Tidak masalah..tapi ingat ya! Jangan kau salah gunakan! Aku tidak biasanya berbaik hati seperti ini!”Hani mengetukan cakarnya di dahi Yul.

 

Pria itu mengangguk.

 

—–

 

“Mau kemana, Yul?”tanya Mrs.Kwon.

 

“Bertemu Jessica, Bu..”

 

Mrs.Kwon mengalihkan pandangannya dari koran yang ia baca. Ia tampak terkejut dengan penampilan putra satu-satunya yang kini sangat berbeda dari biasanya. Ia merasa putranya menjadi jauh lebih tampan.

 

“Baiklah, aku pergi dulu..”ujar Yul sebelum ibunya sempat berkata apa-apa.

 

—–

 

“Hey, Tyler…bukankah itu Yul?”ujar salah satu teman Tyler.

 

“Mau apa lagi dia?!”

 

Tyler bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar café untuk menemui Yul.

 

“Oh? Hi Tyler..”ujar Yul tanpa rasa takut.

 

“Kau! Anak bodoh! Masih berani datang kemari, huh?!”

 

Tyler memelayangkan tinjunya, tapi dengan cepat ditahan oleh Yul dan ia memutar tangan Tyler, membuat pria yang kini lebih pendek darinya itu berteriak kesakitan. Yul menghempaskan Tyler.

 

“Jangan pernah kau panggil aku bodoh lagi…dasar bodoh.”bisik Yul tepat di telinga Tyler. Yul meninggalkan Tyler yang masih mematung masuk ke dalam café.

 

“Yul?”panggil seseorang yang Yul cari.

 

“Sica..”

 

“Kau…bagaimana..”

 

“Aku akan jelaskan nanti..sekarang aku ingin mengajakmu jalan-jalan..ayo!”

 

Jessica hanya mengikuti Yul, wanita itu tidak mengerti apa yang terjadi padaYul. Tinggi badannya, sikapnya, bentuk tubuhnya. Semuanya berubah dan membuat Jessica bingung.

 

Akhirnya mereka pun sampai di sebuah jembatan yang menghadap langsung ke pantai.

 

“Kau ingin ke sana?”tanya Yul.

 

“Iya, tapi..jaraknya sangat jauh, Yul. Kita tidak membawa kendaraan apapun..”

 

Yul tersenyum dan merendahkan tubuhnya di hadapan Jessica.

 

“Naiklah..aku akan menggendongmu sampai ke sana..”

 

“Tapi…”

 

“Sudah, tidak apa-apa..”

 

Jessica pun menuruti permintaan Yul. Seperti yang pria itu katakana, ia menggendong Jessica hingga mereka tiba di pantai. Jessica sangat terkejut saat Yul berlari dengan sangat cepat.

 

“Bagaimana?”tanya Yul.

 

“Yul…kau-“

 

Kata-kata Jessica terputus saat Yul memeluknya.

 

“Ingat ucapanmu mengenai pria yang kau inginkan saat kita berada di taman?”ujar Yul seraya menatap Jessica. Tatapan Yul kali ini membuat Jessica merasa jantungkan akan melompat keluar.

 

“I-Iya..”

 

Flashback

 

“Sica..”

 

“Ya, Yul?”

 

“Kira-kira…pria seperti apa yang kau inginkan?”ujar Yul seraya menyembunyikan wajahnya karena malu.

 

“Hmm..dia harus..kuat, pintar, dan tentu saja sayang padaku..”

 

Yul semakin merendahkan kepalanya. Ia merasa sedih karena ia tidak kuat, dan pintar seperti yang Jessica harapkan. Yang ia miliki hanya rasa sayangnya pada gadis itu.

 

Flashback End

 

“Tubuhku kuat kan?”tanya Yul, masih menatap Jessica.

 

Jessica hanya mengangguk,”tapi kau-“

 

“Masih kecil secara mental?”potong Yul.

 

Jessica mengangguk lagi.

 

“Aku akan belajar…”ujar Yul seraya tersenyum. Membuat Jessica merasa ia akan meleleh.

 

——

 

“Kau harus lihat wajahnya saat aku memukulnya!”ujar Yul seraya tertawa keras. Ia sangat bahagia hari ini, dan itu semua berkat Hani.

 

“Kau ini…lalu bagaimana dengan gadis itu?”tanya Hani.

 

“Jessica? Wow, dia terpaku sekali melihat sikapku. Terima kasih, Hani!”

 

Tanpa sepengetahuan Yul, Hani tersenyum.

 

—–

 

Ini sudah 2 minggu Hani tinggal bersama Yul. Mereka sudah mulai berteman dengan baik dan saling mengerti.

 

DUARR!

 

Sebuah pesawat berukuran sedang menghantam jendela kamar Yul. Membuat si pemilik kamar terkejut, begitu juga anjing yang dipeluknya.

 

“A-Apa itu?”

 

“Tidak mungkin…”gumam Hani.

 

“Yul!”

 

Yul panic saat mendengar suara ibunya.

 

“Apa yang kau lakukan di atas sana?”

 

“T-Tidak ada, Bu! Aku hanya bermain game!”jawabnya.

 

“Benarkah? Kalau begitu..kecilkan suaranya, ini sudah malam!”

 

“B_Baik…!”

 

Pandangan Yul masih terpaku pada pesawat itu. Pintu bagian atas dari pesawat itu terbuka perlahan.

 

“Di sini kau rupanya!”ujar seekor anjing berwarna putih.

 

“Prince!”

 

Hani langsung melompat dari pelukan Yul dan menghampiri anjing yang dipanggilnya ‘Prince’ itu.

 

Tak lama, keluarlah seorang atau sesuatu yang berbentuk manusia. Ia menjatuhkan dirinya di badan pesawat dengan setengah tubuhnya masih di dalam pesawat. Tampaknya kondisinya tidak baik.

 

“Aku tidak akan membiarkan Prince dan Tiffany mengendalikan pesawat, lagi…”ujarnya.

 

“Aku juga…”ujar seekor anjing berwarna hitam, ia mengikuti apa yang dilakukan pria itu.

 

“Hey, kalian! Perkenalkan, ini Kwon Yul..dan kalian sudah merusak rumahnya!”ujar Hani.

 

Seorang wanita keluar dari pesawat. Berbeda dengan pria tadi. Wanita itu tampak sangat ceria dan segar.

 

“Tentu saja kami sudah mengenal Kwon Yul, Hani…kami sudah memantaunya..”ujar wanita itu dengan tenang dan mendekati Yul,”aku Tiffany, anjing putih ini Prince, dan yang pingsan di sana itu….Taeyeon dan Ginger. Ngomong-ngomong, biarkan aku memperbaiki kamarmu dulu.”

 

Tiffany menjentikan jarinya dan kamar Yul kembali rapi seperti semula. Sedangkan Taeyeon dan Ginger masih tergeletak lemas di lantai.

 

“Apa mereka…”

 

“Ya, mereka baik-baik saja..”jawab Tiffany, sebelum Yul menyelesaikan kata-katanya.

 

Taeyeon akhirnya pulih, ia dan Tiffany menjelaskan kalau mereka bukan berasal dari bumi dan mengapa Hani bisa berada di bumi. Ternyata saat mereka ke bumi untuk mengambil beberapa tumbuhan yang akan mereka gunakan untuk penelitian, Hani menghilang dan tertinggal oleh pesawat mereka.

 

“Oh..jadi begitu..”

 

“Dan tujuan kami ke sini..aku rasa kau sudah mengetahuinya, Kwon Yul..”ujar Taeyeon.

 

Yul mengangguk lemah.,”kalian akan membawa Hani kembali. Benar kan?”

 

Taeyeon dan Tiffany mengangguk.

 

“Dan sangat disayangkan apa yang telah Hani berikan untukmu, juga harus kembali bersama kami..dan setelah ini tidak ada yang mengingat apapun tentang perubahanmu, kecuali kau sendiri.”jelas Tiffany.

 

Yul mengepalkan tangannya.

 

“Tidak apa-apa…aku sudah senang dapat berteman dengan Hani.”

 

Tampak Yul menahan tangisnya, ia berpikir baru saja ia memiliki teman yang setia seperti Hani. Dan sekarang ia akan kehilangan teman baiknya.

 

Taeyeon dan Tiffany saling bertatapan, mereka merasa kasihan pada Yul. Setelah ini, ia akan kembali seperti semula. Ia akan dikerjai, dipukuli, dan dijauhi.

 

“Baiklah..aku rasa ini saatnya..”

 

Prince, Ginger, Tayeon, dan Tiffany sudah berada di dalam pesawat. Sedangkan Hani, ia masih belum siap berpisah dengan Yul.

 

“Jaga dirimu baik-baik…”ujar Hani.

 

Yul mengangguk.

 

Di saat yang sama, Yul merasa kepalanya pusing. Setelah itu ia tak mengingat apapun lagi.

 

——

 

Yul terbangun dari tidurnya. Pandangannya buram, ia meraih kacamata yang tergeletak di meja sebelah tempat tidurnya. Ia segera memandang cermin. Yul tak melihat tubuh indahnya lagi, yang ada hanya tubuh kurus dan kecil yang sebenarnya ia miliki. Ia menghela nafasnya, dan memutuskan untuk sarapan bersama ibunya.

 

—–

 

“Hahaha lihat dia…”

 

DUG!

 

Darah segar keluar dari mulut Yul.

 

“Jangan pernah dekati Jessica lagi…”ujar Tyler, lalu pergi bersama teman-temannya. Meninggalkan Yul yang tampak tak bernyawa.

 

Setelah merasa lebih baik, Yul memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Ia berjalan sepelan mungkin menuju kamarnya agar tak terlihat oleh ibunya. Saat ini, yang ia inginkan hanya tidur dan menenangkan dirinya.

 

—–

 

“APA?!”

 

Seorang gadis cantik berambut coklat bangkit dari kursinya saat mendengar cerita dari salah satu temannya, kalau Tyler memukuli Yul hingga babak belur.

 

“Baiklah..terima kasih telah menceritakannya padaku..”ujarnya lagi sebelum menutup teleponnya.

 

“Hey, di sini kau rupanya..”

 

Jessica membalikan badannya saat mendengar suara orang yang ingin ia temui. Ia menghindar saat orang itu ingin memeluknya.

 

“Jangan pernah temui aku lagi, Tyler. Aku sudah muak denganmu!”bentak Jessica seraya mengambil tasnya dan berjalan keluar.

 

“Apakah salah menemui kekasihku?”tanya Tyler.

 

Jessica menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap pria yang menyeringai itu.

 

“Dengar ya, aku bukan kekasihmu dan aku tidak akan pernah menjadi kekasihmu.”ujar Jessica dengan penekanan di setiap kata-katanya.

 

“Lalu? Siapa kekasihmu, Ms.Jung? Si bodoh itu? Kwon Yul? Hahaha”

 

Tyler tertawa keras. Tapi tidak sampai Jessica mengatakan,

 

“Dia memang kekasihku, kau bajingan!”ujar Jessica lalu menampar keras Tyler. Gadis itu langsung berjalan pergi.

 

—–

 

Sesampainya Jessica di rumah Yul, ia disambut oleh Mrs.Kwon yang sedang memeluk seekor anjing.

 

“Anjing siapa itu, Bi?”tanya Jessica.

 

“Ini anjingnya Yul..namanya Hani”

 

“Aneh..Yul tak pernah bilang kalau ia memiliki seekor anjing..”

 

“Anak itu menolong anjing ini..bibi dengar ia melukai anjing ini, jadi ia bertanggung jawab dan memeliharanya..”

 

Jessica tersenyum mendengar cerita Mrs.Kwon. Ia sangat senang karena Yul memang baik.

 

“Ah ya, Bi. Dimana Yul?”tanya Jessica.

 

“Bibi rasa ia ada di kamarnya. Bawalah Hani, Jessica..Yul akan panic jika tidak melihat Hani saat ia bangun dari tidurnya.

 

Jessica mengangguk. Ia berjalan ke kamar Yul dan membuka pintunya perlahan agar tak membangunkan pria itu. Jessica tersenyum saat melihat wajah polos Yul yang sedang tidur.

 

Pria itu mengerjapkan matanya perlahan. Ia terkejut saat melihat Jessica di kamarnya. Tapi ia lebih terkejut lagi melihat apa yang dibawa Jessica.

 

“Hani?”gumamnya.

 

“Y-Yul…?”

 

“Ya? Sica?”

 

Pandangan Yul beralih pada Jessica yang wajahnya memerah. Ia memutuskan untuk mendekati gadis itu.

 

“Ada apa?”tanya Yul.

 

Jessica tidak menjawab, ia malah menutup matanya sekarang. Yul semakin mendekati Jessica.

 

“Kau sakit? Hey…”

 

Yul menyadari suaranya lebih berat dari sebelumnya. Ia segera berlari kea rah cermin. Ia bisa melihat tanpa kacamata, dan tubuhnya kembali menjadi six-pack terlihat sangat jelas karena ia tak memakai baju. Ia tersenyum dan melihat ke arah Hani yang sedang menjulurkan lidahnya dan menggoyangkan ekornya.

 

Ia lalu menatap ke arah Jessica yang masih memejamkan matanya. Ia berpikir untuk menggoda gadis itu sedikit. Ia berdiri di belakang Jessica dan memeluk gadis itu.

 

“Buka matamu, Sica…”bisiknya. Suara Yul membuat Jessica merasa seperti tersengat listrik.

 

Yul membalikan tubuh Sica secara tiba-tiba. Gadis itu masih memejamkan matanya. Ia merasakan nafas Yul semakin dekat di wajahnya. Tak lama kemudian ia merasakan sesuatu menempel di bibirnya. Dan benar saja, saat ia membuka matanya, wajah Yul yang sedang menciumnya adalah hal pertama yang dilihatnya. Jessica mulai menikmati ciumannya dengan Yul. Tangannya juga sudah mulai membelai perut hingga dada Yul yang sangat sexy di matanya. Ia memeluk leher Yul. Sedangkan Yul memeluk pinggang gadis itu dan menariknya lebih dekat. Merasa Jessica sudah sangat menikmatinya, Yul melepaskan ciumannya. Ia melihat wajah merah Jessica.

 

“Lihat kan? Kau menikmatinya kkk..”Yul mengacak rambut Jessica. Gadis itu tertunduk malu.

 

Yul mendekatkan wajahnya lagi. Kali ini bukan untuk mencium, melainkan memeluk Jessica.

 

“I love you, baby…Sica baby..”

 

“Love you too, my silly seobang…”

 

“Shall we do it again?”tanya Yul.

 

“PERVERT!”

 

Jessica menampar keras dada Yul, membuat pria itu berteriak kesakitan. Jessica lupa tujuan awalnya datang ke rumah Yul, karena pria itu tampak baik-baik saja. Sangat baik.

 

EPILOG

 

5 years later…

 

“Kenapa kau tidak cerewet seperti dulu?”ujar Yul pada Hani, yang akhir-akhir ini hanya menjulurkan lidah dan menggerakan ekornya layaknya anjing normal. Yul mendengus kesal. Tapi kemudian, ia menemukan sesuatu yang aneh. Yaitu, kalung yang dikenakan Hani. Yul menyentuh mata kalung itu dan menemukan surat di baliknya.

 

‘Hai, Kwon! Kami memutuskan untuk mengembalikan Hani padamu. Yah, dia sedih saat meninggalkanmu. Dan karena ia menjadi makhluk bumi sekarang, kami merubahnya menjadi anjing yang bisa dikatakan…cukup normal. Tapi, kami tidak mengambil kekuatan dan kepintaran otaknya. Hanya diberi gonggongan sedikit. Dan cuteness. Baiklah. Itu saja, berbahagialah!’

 

Salam,

 

Taeyeon & Tiffany.

 

P.S Ginger yang menulis ini. Salam, Ginger’

 

Yul tersenyum setelah membaca surat itu,”jadi begitu…”

 

“Oh?”

 

Yul terkejut saat ada yang memeluknya dari belakang.

 

“Mengapa kau tersenyum seperti itu, Yul?”

 

“Tidak ada, hanya sedang memikirkan istriku yang cantik ini..”Yul membalikan badannya dan mencubit pipi Jessica.

 

“Yoong sudah tidur?”

 

Jessica mengangguk.

 

“Bagus. Karena ini waktunya aku menikmati makan malamku…”ujarnya seraya menyeringai ke arah Jessica.

 

“KYAAA!”

 

Tanpa aba-aba, ia menggendong Jessica dan berjalan ke kamar mereka.

 

END

 

Follow me on twitter @pyj9789 and instagram @bebyirviny for more information.

 

That is ALL!

 

Peace out, and STAY AWE-SONE!

 

-kaz

39 thoughts on “YulSic : Miracle

  1. Si teler ini ngelunjak yah. Sayang yul ga hahar balik si teler. Huuu
    Cieeee yul ampe merid n hani jadi anjing biasa. Ah coba berlanjut tuh adegan. Seru ud lama ga baca nc dari beby. Hahahhahaha

  2. Ahahahaaaa gw muncul lagi#siapapeduli
    Ini cerita bikin gw cengar cengir tengah malem.,malem jum’at puula …
    Kenapa ga sekalian makan malem nya di tulis??hehehee
    Nama lo beby’n thor??boleh gw panggil beb??????

  3. hahah ini macam film india ne? hihihi
    tapi hahah seneng banget lihat yul mutar trus tonjok si ahjussi muka mesum hahah
    wow,, yul ternyata walaupun sebelumnya polos tapi begitu liat sica,, wow dia langsung dech nyedot hahah
    trus sica juga ciuman aja pake ngelus dada ama perut,, nggak tahan ya??? hahah
    kirain bakalan berlanjut ke smut,, ternyata,,,,

    • Annyeong !!!!!!

      Seneng bangt update yeaah !!
      Aduh critanya kren…. hani jadi penolong . Kkee
      YulSic .. kkee sweet lah,gaya mu thor bkin YulSic slalu sweet. ,tpi kurang puas sbnernya … ntar” tmbahin Lah … kkee *ngarep
      Dtunggu next YulSic nya ..

      SEMANGAAAAAAAAT

  4. apa2an itu tyler, berani2nya gituin yulpaa. urrgh!!😐
    lucu ya, taeny jadi alien.. prince ginger hani jg. hihihi. tapi akhirnya hani balik lagi. syukurlah yulsic akhirnya nikah. yeay happy ending.. tapi yul setelah diberi kekuatan sm hani jadi byun bgt ya -.-

  5. happy ending..
    hampir mirip film india ya? cm dia pke alien jadoo dsni pke hani.. heheee

    nanggung thor knp makan malam ny ga di lnjut aja hahahaaaaa#byun
    tq^^

  6. Aw aw aw yulsic so sweet sekaliii :3
    Pas taeny, prince, ginger dateng rada lucu sih yaa pas dialog “aku tidak akan membiarkan prince dan Tiffany mengendarai pesawat lagi” Terus sama yg pas yul baca suratnya itu yg ada kata2 “cuteness” itu kata2 request dari fany kah??wkwkwk

  7. yul hrs bnyak” berterima kasih nii sma hanii udah ngubah dia jdi seorang yg normal dan dptin cinta sejatinya jessica…

  8. Alurnya mirip film india, benerkan bebey?
    Tp yg ini yulnya sangat agresif wkwk klo yg india mah nggak wwkwk

    tp gw suka yg ini deh wkwkw krn yul agresif sm sica wkwkwk

    wlo awlnya kasian krn tingkah tyler dan sica yg percaya tyler wkwk tp ya namanya keajaiban pasti terjadi wkwk pria yg awlnya cacat malah menikahi wanita yg disayanginya cieeeeeee mana wanita yg disayanginya udh jd makan malamnya skg wkwkwwk

    gpp bebey, gpp nggak ada nc wkwk kyknya lu sm gw lg sm wkwkwk sm2 malas buat nc wkwkwk gw malah curiga lu jg udh mls baca Nc? Bener nggak? Klo bener brarti sm xDDD

  9. ini mirip pelem india kan ya? but i like this yo~ broh~ #kasihjempolhani
    TaeNy kocak tuh disini.. Tapi aku rasa hani salah ngerubah Yul deh, harusnya kan dirubah jd ‘normal’ ini malah jd pervet wkwkwkwk😄
    YulSic Jjang!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s