YulSic : Time Travel 2

YulSic : Time Travel 2

 

 

*****

 

Author’s POV

 

“Yul! Kau bilang ingin belajar bersama! Tapi daritadi, hanya aku yang belajar dank au enak-enakan tidur!”

 

“Sica..aku mengantuk sekali, kau belajar saja sendiri..”

 

“Kwon Yul! Tapi kan kau yang bilang akan mengajariku PR matematika ini..”

 

“Ah! Kau ini mengganggu saja! Dasar bodoh! Bodoh!”ujar Yul sambil menjulurkan lidahnya dan berjalan meninggalkan Jessica yang menangis di kamarnya.

 

Di perjalanan Yuri terus berpikir, apa dia salah bersikap seperti tadi kepada Jessica. Bagaimanapun, Jessica adalah istrinya di masa depan. Tiba-tiba ia mendapat ide bagus. Yul segera berlari menuju rumahnya.

 

Sesampainya di rumah, ia langsung menuju laboratoriumnya dan menyalakan mesin waktu ciptaannya.

 

“Ke masa 7 tahun yang akan datang!”ujarnya semangat sebelum menekan tombol dari mesin itu.

 

Yuri sangat penasaran, apa yang terjadi antara dia dan Jessica saat sudah remaja. Apa mereka sudah mulai menjalin hubungan? Memikirkannya saja membuat Yuri tersenyum bodoh dengan sendirinya.

 

Tanpa ia sadari, ia sudah sampai di masa yang ia tuju. Dengan segera, Yuri membuka pintu mesin waktunya itu.

 

“Dimana aku? Sepertinya ini sekolah…di tempat sebesar ini bagaimana aku bisa menemukan mereka? Lagipula ini sepertinya sudah sore..murid-murid pasti sudah pulang”ucapnya pada diri sendiri.

 

“Hey! Bukan begitu caranya..kau ini bodoh sekali sih! Tadi kan sudah mengerjakan soal yang sama. Kenapa tidak mengerti juga sih?”

 

Yul menghentikan langkahnya saat mendengar seorang laki-laki yang sepertinya sedang marah. Ia mencari asal suara itu dan menemukan seorang laki-laki dan gadis di dalam ruang kelas. Tampak mereka sedang belajar bersama, tapi sejak tadi si pria hanya marah-marah saja.

 

“Ah..ketemu! itu adalah aku!”ujar Yul dalam hati,”dan gadis itu….”

 

Yuri tersentak.

 

Itu Jessica. Pikirnya.

 

Ia terus menatap ke arah Jessica. Ia berpikir, bahwa gadis yang disukainya itu benar-benar tumbuh dengan baik. Ia sangat cantik.

 

“Ah! Sudahlah! Kita pulang saja! Mau kuajari berapa kalipun kau tidak akan mengerti!”

 

Yul bersembunyi saat Yul melangkahkan kakinya keluar kelas.

 

Saat sampai di depan gerbang sekolah, Yul mendekati Yul yang sedang menunggu Jessica.

 

PLAK!

 

Yul memukul laki-laki itu.

 

“Aduh! Hey kau anak kecil! Kau in-“

 

Perkataan Yul terputus saat melihat anak kecil yang memukulnya.

 

“Kenapa? Kau kaget? Apa yang kau lakukan barusan huh? Jessica kan minta diajari! Bukan dimarahi!”

 

“Ish! Kau ini menasehatiku!”

 

Yul mengangkat tinjunya ke atas, ia tidak berniat memukul Yul. Hanya gertakan saja, tapi…

 

“HWAAAA!”

 

“Yul!”

 

Dengan segera Jessica menghampiri Yul dan mengusap kepala anak itu.

 

“Kwon Yul! Kenapa kau memukul anak kecil?!”

 

“A-Aku…”

 

“Sudahlah! Aku mau pulang! Ayo anak manis…ikut dengan noona ya..”

 

Yul terdiam mematung melihat mereka berdua. Tapi emosinya terbakar saat melihat Yul memutar kepalanya dan menjulurkan lidah ke arahnya.

“Berani sekali dia mencuri Sica-ku! Sial! Sial! Hey..tunggu dulu. Itu kan ‘aku’ hahh! Bodoh!”runtuk Yul pada dirinya sendiri. Ia pun pulang ke rumah dengan hati yang panas.

 

—–

 

Yul sekarang berada di rumah Jessica.

 

“Nah..kau tunggu di sini ya. Noona akan buatkan minuman untukmu…”ujar Jessica seraya mengelus kepala Yul dan berjalan ke arah dapur.

 

Yul mengangguk dengan polos. Ia terus melihat Jessica dengan tatapan kagum.

 

“Cantik sekali…”gumamnya sambil tersenyum.

 

“Eonnie! Aku pulang! Oh? Anak siapa ini?”

 

“Ini pasti Krystal. Tidak kalah cantik. Tapi, Jessica-ku masih lebih cantik!”pikir Yul.

 

Krystal berjongkok di hadapannya.

 

“Hmm..kau mengingatkanku pada seseorang. Tapi siapa ya? Ah! Tidak penting! Kau sangat lucu!”ujar Krystal seraya mencubit pelan pipi Yul.

 

“Soojung? Kau sudah pulang?”

 

Jessica kembali dengan membawa gelas berisi minuman.

 

Krystal mengangguk,”ngomong-ngomong, ini anak siapa, eonnie?”

 

“Eonnie juga tidak tahu..sepertinya ia tersesat. Aku bertanya tentang rumah atau orang tuanya pun ia hanya menangis.”

 

“Hmm..berhubung mommy dan daddy pulangnya 3 hari lagi. Dia menginap saja di sini. Bagaimana?”

 

Jessica mengangguk.

 

Yul sejak tadi hanya tersenyum. Ia membayangkan akan tidur dengan Jessica lalu Jessica akan memeluknya erat dan Yul dapat merasakan sentuhan dari dua gundukan yang sejak tadi ia perhatikan.

 

“Lihat senyumnya! Lucu sekali…”ujar Jessica.

 

Ia tidak tahu apa yang ada dipikiran Yul.

 

“Ah..kita belum berkenalan..namaku Jessica dan ini adikku, Krystal..”

 

Yul bingung harus menjawab apa, ia berpikir nama apa yang harus ia katakana pada Jessica.

 

“A-Aku…Kwon Yuri..”

 

“Kwon Yuri? Hmm..namamu sedikit mirip temanku..”ujar Jessica.

 

—–

 

“Kenapa aku tidak tenang begini ya…”ujar Yul, “bagaimana kalau anak itu macam-macam…”

 

Yul tidak bisa tidur dengan tenang. Ia terus membalik posisinya. Tak lama kemudian, ia mengacak rambutnya karena frustasi.

 

“Tenangkan dirimu…ia hanya anak kecil.”pikirnya.

 

—–

 

Apa yang Yul pikirkan benar terjadi. Jessica kini memeluknya.

 

“Noona…”

 

“Hm?”jawab gadis itu sambil tersenyum.

 

“Hyung yang tadi…apa dia pacarmu?”

 

“Maksudmu…Yul?”

 

Yul mengangguk.

 

Jessica tertawa kecil lalu ia menghela nafasnya,”bukan…dia hanya sahabatku..”

 

Yul terdiam.

 

“Lagipula…kami sudah punya orang yang kami sukai..”

 

Yul membelalakan matanya.

 

“N-Noona, menyukai seseorang?”

 

“Iya..kenapa kau terkejut begitu? Kau ini, lucu sekali..”Jessica memeluknya semakin erat.

 

“Kurasa Yul Hyung menyukai Noona…”

 

“Tidak mungkin…dia sering memarahiku saat kami belajar bersama. Mana ada orang yang memarahi seseorang yang disukainya..”

 

Yul kembali diam.

 

Si bodoh itu. Harus kuberi tahu. Pikirnya.

 

—–

 

“Hey..bangun”

 

“Paman..ini kan hari minggu..”

 

“Hey, bodoh..bangun. ini bukan paman Shin.”

 

Yul memukul Yul dengan keras.

 

“HYAAA! MAU APA KAU?”

 

Yul terperanjat kaget karena melihat Yul berada di kamarnya.

 

“Langsung ke intinya saja..”Yul menghela nafasya sebelum melanjutkan kata-katanya,”apa kau menyukai Jessica?”

 

Yul terdiam sebentar,”tidak…aku mencintainya.”

 

“Kalau begitu kejar dia! Kau tahu? Dia bilang padaku kalau dia sedang menyukai seseorang..!”

 

“APA?!”

 

“Karena itulah…kau harus cepat! Ia pasti mengira aku hilang sekarang, dan kembalikan aku padanya.”

 

Yul yang mendemgar itu langsung menuruti perintah Yul dan segera bersiap-siap menuju ke rumah Jessica.

 

—–

 

Jessica berjalan ke arah pintu rumahnya karena ia mendengar suara bell.

 

“Noona!”Yul langsung memeluk.

 

“Yuri? Kemana saja kau? Noona piker kau menghilang..”Jessica langsung memeluk Yul.

 

“Hai…”Yul menggaruk belakang kepalanya karena ia merasa canggung.

 

“Dia yang membawaku kemari..”ujar Yul pada Jessica.

 

Jessica langsung melihat ke arah Yul.

 

“Terima kasih…”ujar gadis itu dan bersiap menutup pintu. Tapi ditahan oleh Yul.

 

“Aku ingin bicara…”ujarnya.

 

Jessica terdiam sejenak,”masuklah..”ujarnya.

 

Yul duduk di sofa bersama dengan Jessica. Sedangkan Yul, ia sedang menonton acara TV. Sebenarnya ia tidak fokus ke acara yang ada di televise. Ia menunggu Yul menyatakan perasaannya pada Jessica.

 

Yul berdehem.

 

“Jadi…kau sudah punya orang yang kau suka?”

 

“Hmm..ya.”

 

“K-Kalau aku boleh tahu…siapa?”

 

Jessica langsung menatap Yul dengan tajam,”kenapa kau tiba-tiba ingin tahu?”

 

Yul berusaha menghindari tatapan Jessica, tapi ia tidak bisa. Pria itu menarik nafas dan menghembuskannya kuat-kuat. Ia membalas tatapan Jessica dan mulai mendekati gadis itu.

 

“Ingat saat aku bilang aku menyukai seseorang?”

 

“Ya, kau juga tidak memberitahukan siapa gadis itu padaku..”

 

“Kau ingin tahu? Kalau aku beritahu siapa yang aku sukai, apa kau juga akan memberitahukan siapa pria yang kau sukai?”

 

“Tentu.”

 

“Baiklah…tutup matamu.”

 

Jessica tampak ragu. Tetapi ia menuruti Yul. Tiba-tiba saja ia merasa hangat di sekujur tubuhnya. Ia membuka matanya dan mendapati Yul sedang memeluknya.

 

I love you, Sica…”bisiknya,”kau tahu? Saat mengetahui kau sedang menyukai orang lain, aku sangat kecewa…aku memang bukan pria romantis, aku juga suka melupakan janjiku dan aku suka memarahimu..tapi, aku harap kau memberikanku kesempatan..”lanjutnya.

 

Jessica tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ia tersenyum simpul.

 

I love you too…idiot.”Jessica membalas pelukan Yul,”walaupun kau tidak romantic, sering melupakan janjimu, dan seringkali marah padaku. Aku tahu kau menjagaku dengan tulus. Dan karena itulah aku menyukaimu, Yul…”

 

Yul tersenyum mendengar pengakuan Jessica,”tugasku selesai…”ujarnya. Membuat Jessica dan Yul melepaskan pelukan mereka dan menatapnya.

 

“Terima kasih..”ujar Yul.

 

Yul mengangguk. Ia menekan sebuah remote dan seketika itu mesin waktunya mendarat dan ia masuk ke dalamnya. Tak lupa ia melambaikan tangannya untuk berpamitan pada Yul dan Jessica.

 

Dan mesin itu pun menghilang.

 

“Dia itu sebenarnya siapa?”tanya Jessica.

 

“Ah…”Yul menggaruk tengkuknya,”ceritanya panjang..”

 

Jessica tersenyum,”kalau begitu..ceritakan!”

 

“Nanti…kita masih punya banyak waktu untuk mendengar ceritaku tentang anak itu.”ujarnya,”tapi…sebelum itu aku ingin melakukan ini..”

 

“Ap-“

 

Kata-kata Jessica terpotong saat bibir Yul menyentuh bibirnya.

 

“Kwon Yul!”Jessica berteriak saat bibir mereka akhirnya terpisah.

 

Yul tertawa lalu memeluk Jessica lagi. Yang kini telah menjadi miliknya.

 

I love you Sica…baby”ia mengecup kening Jessica.

 

“I love you too, Kwon…Seobang?”

 

“Hm? Seobang? Aku suka itu..”ujar Yul sebelum mempertemukan bibir mereka lagi.

 

 

“Oh? Yul? Tidak biasanya malam hari kau berkunjung kemari…”

 

“Apa Jessica sudah tidur, mommy Jung?”

 

“Hmm..sepertinya belum. Ia masih belajar. Masuklah, temui dia di kamarnya..”

 

Yul mengangguk. Ia melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Jessica. Sebelum membuka pintunya, ia menarik nafasnya.

 

Ia mendapati Jessica yang masih duduk di depan meja belajarnya. Gadis kecil itu menangis sambil mengerjakan beberapa soal. Sepertinya ia tidak menyadari kalau seseorang masuk ke kamarnya.

 

Yul memegang tangan Jessica dari belakang, membuat gadis kecil itu terkejut.

 

“Ayo..kita belajar bersama. Aku sudah janji. Benarkan?”Yul tersenyum tulus ke arah Jessica.

 

Jessica mengangguk semangat, ia tersenyum dan menyeka air matanya.

 

Yul tidak dapat menahannya lagi, ia menarik Jessica ke pelukannya.

 

“Maafkan aku ya..aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi seperti ini. Aku memang jahat..”

 

Tanpa ia sadari, air matanya mengalir.

 

Tangan mungil Jessica menyeka air mata di pipi Yul.

 

“Yul tidak jahat..”ujar gadis kecil itu.

 

Yul tersenyum,”terima kasih, Sica. Nah sekarang..aku akan mengajarimu..”

 

Mereka tertawa bersama dan mulai belajar bersama sesuai dengan janji Yul.

 

END

 

Hai! Masih inget FF Time Travel kemarin? Nah gw buatin versi lainnya. Dan seperti biasa, cetak miring adalah Yuri di future.

 

FOLLOW ME ON INSTAGRAM @bebyirviny AND FOLLOW ME ON TWITTER @pyj9789

 

THAT IS ALL!

 

STAY AWESONE!

 

-kaz

 

 

 

26 thoughts on “YulSic : Time Travel 2

  1. dasar anak kecil,,, bilang aja mau dekat ama melon sica,, hahahah
    tapi yul kecil kecil udah pervert ya hahahah
    uhh,, dasar sok menasehati,, tapi dia juga malah yg membuat pertama hahahha

  2. Anjiirrr gw senyum2 gaje dipagi hari wkwkwkw

    tapi 1 hal yg gw penasaran wkwk gimana jessica saat tau yg dipeluknya waktu tidur itu Yul?😄
    pasti habis kau yul digebukin xDD

  3. Hahahahhaha dsar bocah byun tau aj dia tmpt nymn dan hngat
    Ini bnr2 trtukar bysa ny sicababy yg pntr mtmtika dan yul yang babo,,,,
    Tmben kwon ngak rmntis sbgai pcnta wnita tngkt Dewa ini snggh lucu
    Ok thor next ditnggu yulsic yang lbh rmntis
    Gomawo

  4. Annyeong …….

    Trnyata d lanjut .. kkkeee
    Sica nya polos ya ., baru kali ini Kwon nya yng mrahin … lol
    yul kecil nya unyu juga cerdas ,kok dewasa pinter tpi babo ?? Untung Yul kecil nasihatin. . Enak Yul kecil keinginan nya trcapai untuk d peluk … lol
    Keren dah critanya … dtunggu next update ….
    SEMANGAAAAAAT

  5. yuri khawatir klo sica cinta sama org lain ampe yuri dtg ke masa depan,,
    kayaknya yuri skrg sama yuri masa dpn sama2 byun..
    hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s