YulSic : Promise? (Time Travel)

YulSic : Promise? (Time Travel)

 

*****

 

Author’s POV

 

Seorang gadis kecil yang berusia 11 tahun melipat tangannya sambil menatap kesal pada anak laki-laki seusianya yang sedang menjelaskan sesuatu.

 

“Percayalah, Sica…aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjan-“

 

“Stop!”gadis yang dipanggil ‘Sica’ itu memotong ucapan lawan bicaranya,”sudahlah, Yul..jangan ucapkan itu lagi. Setiap kau bilang kau berjanji, pasti kau tidak akan menepatinya. Ingat pada hari ulang tahunku? Kau berjanji akan datang ke acara ulang tahunku, tapi kau malah hanya menitipkan kado untukku pada Taeyeon. Aku tidak ingin kado Yul! Harusnya kau mengerti! Lalu saat orang tua dan adikku pergi karena ada urusan mendadak di Amerika. Kau berjanji kau akan menemaniku. Tapi, kau membiarkan aku sendiri dan ketakutan di rumahku. Kau lebih peduli pada proyek-proyek dan percobaan ilmiahmu!”

 

Yul hanya menunduk dan diam. Ia tak berani membuat pembelaan, karena apa yang dikatakan oleh Sica itu adalah benar. Mereka terdiam cukup lama, sampai akhirnya keluar isakan dari bibir mungil Sica. Dan Yul mulai membuka suaranya.

 

“Jessica Jung…”panggilnya pada gadis di hadapannya itu,”kali ini aku bersungguh-sungguh. Aku berjanji, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku..”

 

Bukannya menanggapi Yul, tangisan Jessica pecah dan ia segera berlari meninggalkan Yul.

 

Setelah kejadian itu, Yul berjalan gontai menuju rumahnya. Walaupun baru berumur 11 tahun, ia sangat mandiri. Di rumahnya, ia hanya ditemani seorang pelayan, karena kedua orang tuanya telah meninggal. Ia bersungguh-sungguh dan memutuskan untuk tidak manja pada pelayan yang ditinggalkan orang tuanya.

 

“Selamat datang kembali, Mr.Kwon..”sambut pelayannya yang usianya kira-kira sudah mencapai 50 tahun itu.

 

Yul hanya mengangguk dan berjalan menuju laboratoriumnya. Di dalam sana, terdapat banyak alat-alat yang ia ciptakan sendiri, karena Yul memang anak yang bisa dikatakan genius. Ia memeriksa satu-persatu alat-alat yang telah diciptakannya. Dan akhirnya ia sampai di sebuah mesin yang sangat besar. Itu adalah mesin waktu yang diciptakan olehnya. Yul heran karena mesin waktu ciptaannya ini gagal, karena belum ada satupun percobaannya yang gagal.

 

“Baiklah, machine…kita lihat dimana letak kesalahanmu.”ujarnya.

 

Yul terus memeriksa bagian dalam mesin itu sampai akhirnya ia menemukannya.

 

“Nah, ini dia..aku harus lebih teliti di lain waktu. Bagaimana bisa sekrup ini tidak terpasang dengan benar.”ia berbicara sendiri.

 

Setelah Yul keluar dari mesin itu. Tak berapa lama, mesin itu menyala dengan sendirinya.

 

“Whoa..apa ini?”ujar Yul.

 

Pintu dari mesin itu terbuka, dan keluarlah sosok lelaki yang tampan.

 

“Hwaaaa!”

 

Memang ia tampan, tapi tidak dalam keadaan kusut, menangis dan histeris seperti ini.

 

Pikir Yul.

 

“Hey, paman! Kau ini siapa?”Yul berusaha melepaskan pelukan pria yang masih menangis dan panic itu.

 

Setelah mencerna kata-kata Yul, pria itu melihat ke arahnya.

 

“K-Kau…Kwon Yul?!”ujarnya dan memegang bahu Yul.

 

“I-Iya! Kau ini siapa?”

 

Bukannya menjawab pertanyaan Yul. Pria itu malah tertawa lebar.

 

“Hey, Paman! Aku bertanya padamu!”ujar Yul yang mulai kesal.

 

“Aku adalah…kau. Kwon Yul di masa 20 tahun yang akan datang”

 

Yul masih diam, ia melihat dari kepala hingga ujung kaki pria tinggi di hadapannya.

 

Ini adalah aku? Wow, tampan juga.

 

“Lalu…mau apa kemari?”tanya Yul dengan nada dingin menyembunyikan rasa kagumnya.

 

Yul (cetak miring = Yul dewasa) itu duduk di atas kursi yang biasa Yul gunakan.

 

“Sebenarnya aku ada masalah..”ujar Yul.

 

“Lalu…apa hubungannya denganku?”tanya Yul.

 

Yul menggeleng,”aku sedang ada masalah dengan istriku. Dia pulang ke rumah orang tuanya. Sepertinya ia marah padaku, karena aku melupakan kalau hari ini adalah anniversary kami. Dan aku berjanji membelikannya hadiah.”

Yul menghela nafasnya,”ternyata masih soal janji..”gumamnya.

 

Setelah mereka terdiam cukup lama, Yul menjitak kepala pria di hadapannya.

 

“Hey! Kau ini bodoh atau apa?! Bagaimana bisa kau melupakan hari penting seperti itu!”

 

“Apa kau lupa, huh? Kau adalah aku! Kita ini sama saja!”ujar Yul sambil mengusap kepalanya,”aku sebenarnya tidak lupa! Hanya saja…hadiahnya terkirim ke alamat yang salah!”

 

“Apa maksudmu?”tanya Yul.

 

Yul mengeluarkan kartu dari saku jasnya,”ini…ini adalah delivery card. Di masa yang akan datang semuanya sangat modern. Yang mengantar semua pesanan barang atau surat adalah robot yang bisa menjelajahi waktu. Jadi kau juga bisa mengirim pesan ke masa depan atau masa lalu. Dan di kartu milikku ini, aku salah menulis waktu. Jadi, hadiah yang aku kirimkan untuk istriku, akan dikirim oleh robot ke rumah orang tua istriku…di masa ini, masa mu..”

 

“Apa?! Kalau begitu kita harus cepat! Ayo! Kita cegat robot itu!”

 

Mereka pun segera menuju rumah istri Yul.

 

Tapi, satu hal yang Yul kecil lewatkan. Itu adalah…ia tak bertanya siapakah istrinya.

 

Sesampainya di rumah istrinya, ia terkejut.

 

“I-Ini kan…”

 

“Ah ya, aku belum mengatakannya padamu.”ujar Yul,”istrimu adalah Jessica Jung..”lanjutnya seraya menyetarakan tingginya dengan Yul dan menatap mata bocah itu.

 

Yul masih terdiam. Ia tak bisa percaya bahwa, gadis yang ia sukai akan menjadi pendampingnya di masa depan.

 

Lamunan Yul pecah saat ia mendengar suara alarm di atasnya.

 

“Itu dia robotnya..”ujar Yul.

 

“Lalu…sekarang apa?”tanya Yul.

 

“Bagaimana kalau coba bicara dulu?”

 

Yul mengangguk dan mengikuti Yul mendekati robot itu.

 

“Maaf…”kata Yul sebelum mendekati robot itu. Robot tersebut menoleh kea rah mereka berdua.

 

“Apa paket itu untuk Ms.Jessica Jung?”tanya Yul seraya menunjuk box kecil berwarna pink yang dipegang oleh robot itu,”apa bisa dikembalikan? Karena..tanggal tujuannya salah..”jelasnya.

 

Tidak bisa dikembalikan.”ujar robot itu.

 

“Kalau begitu berikan saja padanya!”ujar Yul kecil.

 

Saat Yul menyentuh robot itu, robot itu malah terbang dan membuat Yul ikut terangkat bersamanya. Yul menggenggam pergelangan kaki Yul. Kini ia juga ikut terangkat.

 

“Seharusnya kau tidak menyentuhnya!”

 

“Mana kutahu! Robot ini berasal dari masamu!”

 

Kain dari celana Yul tiba-tiba sobek, sehingga membuat genggaman tangan Yul terlepas dan pria itu pun terjatuh. Beruntung ia jatuh di sebuah kolam yang berada di taman. Sedangkan Yul kecil, ia masih memegang kuat robot itu, sampai akhirnya ia menabrak sebuah pohon.

 

“Dasar robot bodoh!”ujarnya seraya mengusap kepalanya. Ia memutuskan untuk mencari Yul.

 

—–

 

Yul keluar dari kolam itu dengan nafas tersengal-sengal. Ia merebahkan dirinya di atas rumput yang ada di pinggir kolam itu. Tapi tak lama kemudian ia mendengar isakan seseorang yang ternyata berasal dari gadis kecil yang duduk di atas rumput sambil membenamkan wajahnya di antara lututnya.

 

“Hey, gadis kecil…apa yang terjadi padamu? Kenapa kau menangis?”ia duduk di sebelah gadis itu.

 

Saat gadis itu mengangkat wajahnya, Yul terkejut.

 

Jessica?

 

Pikirnya.

 

“Paman..?”

 

“Y-Ya?”

 

“Kenapa paman basah kuyup?”tanyanya di sela isakannya.

 

Yul bingung harus menjawab apa.

 

“Ini paman..”Jessica mengulurkan sebuah sapu tangan.

 

“I-Iya…terima kasih..”

 

Saat Yul mengelap wajahnya dengan sapu tangan itu, Jessica tertawa kecil, membuat Yul menatapnya bingung.

 

“Maaf, paman…hanya saja wajahmu sangat mirip dengan temanku..”ujarnya diselingi kekehan.

 

Yul tahu, siapa teman yang dimaksud oleh Jessica kecil.

 

“Dia juga yang telah memberikan sapu tangan itu..”ujar gadis kecil itu lagi.

 

Yul menatap sapu tangan itu. Ia tersenyum, ia senang karena Jessica menghargai sapu tangan buatannya sendiri. Sapu tangan itu tampak tidak special, hanya ada tulisan ‘YulSic’ di tengahnya. Dan itu sangat berharga untuk Jessica, karena ia tahu Yul membuatnya dengan hati dan ia rela tangannya penuh dengan luka karena tertusuk jarum. Itu juga adalah, hadiah pertama yang Yul berikan secara langsung pada Jessica.

 

Yul beranjak dari duduknya,”ayo, paman antar kau pulang..”

 

Jessica kecil meraih tangan Yul dan bangkit dari duduknya. Mereka mulai berjalan ke rumah Jessica.

 

Di perjalanan mereka terus berbicara. Mereka bercerita tentang banyak hal. Yul juga telah menceritakan tentang istrinya, yaitu Jessica di masa yang akan datang.

 

“Paman..apa aku boleh bertanya?”

 

“Tentu..ada apa?”Yul mengusap kepala Jessica.

 

“Apa istri paman adalah wanita yang galak?”

 

“Hmm..bagaimana yah, ia sedikit galak. Tapi aku sangat mencintainya. Ia menjadi galak karena aku memang memiliki kesalahan. Bukan hanya asal memarahiku saja..”jelas Yul.

 

“Berarti ia wanita yang baik, paman..”

 

Yul mengangguk sambil tersenyum.

 

Akhirnya mereka sampai di depan rumah Jessica.

 

Sebelum Jessica kecil masuk ke dalam rumahnya, gadis itu berkata,”paman, baikan saja dengan istri paman..paman kan orang baik.”ia tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya.

 

Yul tersenyum.

 

Terdengar suara langkah kaki mendekat. Ternyata itu adalah Yul.

 

“Kemana saja sih?”ujarnya seraya mengatur nafasnya yang hampir habis karena berlari.

 

“Astaga! Bagaimana aku bisa lupa dengan robot itu!”ujar Yul.

 

Suara alarm dari robot itu mendekat. Mereka berdua bersembunyi, dan berencana mematikan robot itu. Setelah robot itu sampai di depan pintu keluarga Jung. Yul dengan cepat melompat ke arahnya dan menahannya. Sedangkan Yul membuka bagian belakang robot itu dan menekan tombol off dan reset. Tidak lupa ia mengambil hadiah yang seharusnya ditujukan untuk Jessica Jung di masa depan.

 

Tugas mereka selesai. Kini mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang ke rumah Yul.

 

“Aku ingin bertanya. Bolehkah?”ujar Yul.

 

“Ada apa?”

 

“Bagaimana bisa…aku dan- emm..maksudku kau dan…”Yul tampak kebingungan dengan kata-kata yang akan ia lontarkan.

 

“Ah…bagaimana aku dan Jessica menikah?”tebak Yul.

 

Yul mengangguk.

 

“Kau akan mengetahuinya sendiri nanti…”Yul menepuk pundak bocah itu.

 

Mereka sampai di rumah Yul. Bocah itu memeriksa mesin waktunya sebelum ia mengembalikan Yul. Setelah selesai, ia menyuruh Yul masuk ke dalamnya.

 

“Baiklah senang bertemu denganmu…”pria itu tersenyum dan melambaikan tangannya. Yul pun membalasnya.

 

Setelah Yul pergi, ia tersenyum kecil.

 

“Jadi begitu ya…”gumamnya,”mulai sekarang aku akan bersungguh-sungguh menjaga Jessica Jung…”lanjutnya.

 

——

 

Future…

 

Yul mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia menuju rumah kediaman keluarga Jung. Ia sangat buru-buru, bahkan ia tak sempat mengganti pakaiannya yang masih sedikit basah.

 

Sesampainya di depan rumah keluarga Jung. Ia menekan bell rumah itu.

 

Tunggu sebentar…”terdengar suara lembut dari orang yang dicintainya dari dalam sana.

 

Jessie..sebaiknya kau pulang ke rumah Yul..jangan bertengkar lagi..”ujar Mrs.Jung.

 

Kami tidak bertengkar, Mom..”jawab Jessica diiringi tawaan kecil.

 

Yul menunduk saat pintunya terbuka. Ia tak berani memandang kea rah Jessica.

 

“Ternyata kau..”ujar wanita itu.

 

Yul mengangkat wajahnya, dan disambut oleh senyuman Jessica.

 

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan di sekitar sini..bolehkan?”tanyanya seraya mengusap tengkuknya yang tak gatal.

 

Jessica mengangguk semangat,”Mom, aku pergi dengan Yul dulu!”pamitnya.

 

Selama 15 menit mereka berjalan, tak ada satupun yang mulai berbicara. Yul menghentikan langkahnya. Membuat Jessica kebingungan.

 

“Ada apa, Yul?”tanya wanita itu seraya mendekati suaminya.

 

“Sica…”Yul mengeluarkan hadiah yang ternyata adalah cincin dari sakunya,”happy anniversary…happy YulSic’s day, Sica baby..”ujarnya seraya memasangkan cincin itu di jari Jessica.

 

Jessica tak dapat membendung air matanya, ia langsung memeluk Yul.

 

“Apa kali ini aku melupakan janjiku?”tanya Yul, setengah bercanda.

 

“Hmm…hampir?”ujar Jessica.

 

Mereka melanjutkan jalan-jalannya. Yul menggandeng tangan Jessica, dan tangan satunya lagi dimasukan ke dalam saku jasnya. Ia merogoh sesuatu.

 

“Astaga…aku lupa mengembalikan ini..”Yul melihat ke arah sapu tangan milik Jessica kecil.

 

“Itu kan…”Jessica melihat ke arah sapu tangan itu.

 

Mereka membuka sapu tangan itu dan tulisan ‘YulSic’ terpampang di tengah kain itu.

 

Jessica tertawa kecil,”terima kasih telah mengembalikan ini…paman

 

Yul hanya tersenyum malu. Ia tak menyangka Jessica akan mengingat paman baik hati yang ia temui 20 tahun lalu. Dan kini, Jessica sadar bahwa paman baik hati itu adalah suaminya, Kwon Yul.

 

Yul menarik Jessica kepelukannya dan mengecup bibir mungil wanita itu.

 

“I love you, Sica baby..”

 

“Love you too, Kwon seobang..”

 

 

 

END

 

Okeeee…saya kembali dengan FF ini..sebenernya FF We Are Meant To Be udh selesai. Cmn blm siap upload wkwk. FF ini cuman selingan yah, guys. FF selingan akan diupdate setiap minggu! Well, jalan ceritanya not purely mine. FF ini terinspirasi dari…………kalau tahu hebat loh wkwk.

 

OKAY! STAY AWESONE!!

 

-kaz

26 thoughts on “YulSic : Promise? (Time Travel)

  1. hahah yul genius sich genius,,tapi masa selalu lupa janji ama neng CEO BLANC hihi
    itu yul besar ama yul kecil baru jua ketemu main ketok kepala aja hahaha
    sica kecil udah perasa ya,, main mewek ja hihihih

  2. Annyeong ……..

    Heyuuuu .. YulSic akhirnya update ,kkkeee
    Dann kren bngt critanya ,, Time Travel.. ><
    Sperti biasa hebat bngt author nya YulSic d bkin sangat sweet … mantep deh … seneng klo ampe serng update ,,dtunggu next update nyah …
    SEMANGAAAAAAAAAAT

  3. Wait wait gw mau coba ingat2 inspirasi ff lu dulu nih bebey wkwkwk
    pas baca judulnya time travel gw jd ingat sm filmnya siapa lg tuh yg ganteng yg bibirnya seksoy wkwk yg maen di the hunger game aahhh gw lupa anamany, yg jelas ada maen krysten stewart ya mantannya robbin pattnson? *kentara banget nggak apa artis2 holiwod” -_-v pokoknya itu deh pemainnya, klo yg film si cowok masa depan astronot yg dipanggil krn pemarinan dpt bintang emas bl bla smpe pengen balikin adiknya yg ilang trus kakanya suka tuh cowok eh taunya tuh cowok adiknya dimasa depan, ya gw ingatnya itu nih latar ff lu wkwkwk moga aja bener xD

    tapi tapi ceritanya kyute wkwk manis2 gimana gitu xD apa lagi pas bagian akhirnya pas sica blg paman baik hati xDDDDDD aaahhh jadi pengen tau gimana Yul Sic bisa nikah xD

  4. hahaha.. awalnya langsung kepikiran film The Time Traveler’s Wife.. eh taunya dari cerita Doraemon toh… lol, udah lupa sama cerita2 doraemon..😄
    si Yuri = Nobita , Sica = Shizuka gitu? ahahaha
    ringan tapi menghibur bgt ceritanya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s