[2/?] We Are Meant To Be

[2/?] We Are Meant To Be

 

*****

 

Prolog

 

6 July 1999

 

Taeyeon akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumahnya, mencari Tiffany. Wanita itu belum pulang ke rumah bahkan di waktu selarut ini. Taeyeon khawatir karena jam kerja Tiffany sudah sangat lewat.

 

Ia menyusuri daerah sekitar tempat kerja Tiffany dan terus mencari dengan panic.

 

“T-Taeyeon…K-Kim…Taeyeon…”

 

Taeyeon mendengar itu. Itu suara wanitanya, Tiffany Hwang. Tanpa pikir panjang Taeyeon segera mencari sumber suara. Tapi sesampainya di tempat yang dituju, ia melihat pemandangan yang membuatnya lemas. Ia mengeluarkan tongkat sihirnya, bersiap untuk menyerang. Tapi ia tak sanggup berkata apa-apa.

 

Tiffany tergeletak tak berdaya di jalanan dan berlumuran darah. Seseorang, atau Taeyeon menyebutnya ‘sesuatu’ itu mengeluarkan geraman, matanya bersinar. Hanya itu yang Taeyeon lihat sebelum makhluk itu pergi membawa Tiffany dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal.

 

Prolog End

 

Author’s POV

 

Taeyeon dan Yuri duduk termenung di teras rumah Taeyeon. Yuri terus memperhatikan pria di sebelahnya yang kini tengah mencengkram rambutnya. Ia tak henti-hentinya menangis.

 

Yuri akhirnya melakukan apa yang ingin ia lakukan sejak tadi. Akhirnya ia menepukan tangannya di pundak Taeyeon. Sedangkan yang lainnya hanya diam dan melihat. Termasuk Tiffany. Wanita itu diam seakan tak mengerti apa yang terjadi.

 

“Sudah siap mendengarkan cerita sebenarnya?”tanya Yuri.

 

Taeyeon menghela nafasnya, ia mencoba menenangkan dirinya. Ia merasa sangat kacau sekarang. Ia sangat bahagia saat mengetahui wanita yang paling ia cintai masih hidup, tapi ia sangat sedih karena walaupun Tiffany hidup, jiwanya tidak bersamanya.

 

“Baiklah…”ujarnya.

 

Yuri mulai bercerita.

 

Flashback

 

“KYAAAA!”

 

Yuri mendengar teriakan seorang wanita saat ia sedang menikmati malam. Ia langsung bergegas untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dan ia melihat semua itu, seorang wanita sedang mencoba melepaskan diri dari beberapa orang yang mabuk. Awalnya Yuri hanya mengawasi dari jauh, sampai salah satu dari orang-orang itu menusukan pisaunya pada Tiffany berkali-kali dan meninggalkan wanita malang itu begitu saja.

 

Yuri mengejar orang-orang itu dan membunuhnya satu persatu. Dan pada saat ia kembali, ia hampir saja kehilangan wanita itu. Yuri menatapnya dengan iba, melihat wanita dihadapannya tergeletak tak berdaya dan terus menyebut nama yang tak terlalu jelas di telinga Yuri. Ia mendekati wanita itu dan membisikan sesuatu padanya. Ia sempat melihat name-tag yang digunakan oleh wanita itu.

 

‘Jadi namanya Tiffany Hwang…’pikir Yuri

 

“Aku harap kau punya kesempatan…Tiffany Hwang”bisiknya.

 

“T-Taeyeon…K-Kim…Taeyeon…”

 

Mata Yuri menyala merah dan ia menggigit Tiffany.

 

“KYAAAA!”Tiffany berteriak, merasakan taring Yuri yang tajam seolah mengoyaknya.

 

Dan saat itulah seorang laki-laki datang, Yuritidak melihat jelas wajahnya, tapi Yuri melihat jelas apa yang dibawanya. Sebuah tongkat sihir. Ia mengangkat Tiffany dan membawanya pergi.

 

Flashback End

 

“Kenapa kau melakukan itu?”tanya Taeyeon dingin.

 

“Karena aku melihat ia punya kesempatan…”jawab Yuri.

 

“Hey,pendek…seharusnya kau senang Tiffany ada di hadapanmu sekarang…”ujar Sooyoung yang sedaritadi memang terlihat muak dengan semua ini.

 

 

Taeyeon beranjak dari tempat ia duduk dan menekankan tongkat sihirnya di leher Sooyoung.

 

“Lebih baik aku juga mati, dibanding melihat Tiffany seperti ini. Tidak punya jiwa, dingin, dan pucat”ujar Taeyeon dengan penekanan disetiap kata-katanya.

 

“Tch…dasar manusia, tidak tahu diuntung. Hey, Kwon Yuri, seharusnya kau tidak usah menyelamatkan Tiffany. Biarkan saja dia mati kehabisan darah saat itu”Sooyoung menyeringai lalu menyingkirkan tongkat sihir Taeyeon. Tapi Taeyeon malah langsung menyerang Sooyoung dengan tembakan yang keluar dari tongkatnya. Sooyoung terpental karena hal itu.

 

Taeyeon menginjak Sooyoung,”jangan pernah kau berkata seperti itu lagi”ujarnya lalu masuk ke dalam rumahnya.

 

Yuri yang melihat itu hanya meremas rambutnya, menandakan ia sangat frustasi. Jessica memeluk Yuri, berusaha menenangkan pria yang baru saja menjadi kekasihnya.

 

Tiffany berdiri dari tempatnya,”aku akan menyusulnya…”ujarnya.

 

Semua hanya melihat ke arah Tiffany.

 

“Apa yang kau lakukan, Soo?”tanya Yoong.

 

“Tidak ada..hanya menguji seberapa cintanya pada Tiffany.”ujar Sooyoung enteng.

 

Taeyeon’s POV

 

“Uhm..Hai..”

 

Aku dikejutkan oleh suara wanita dan mengalihkan pandanganku dari jendela.

 

“Tiffany?”ujarku.

 

Berbeda dengan Tiffany yang aku lihat tadi, dingin. Kali ini ia tampak lebih…manusia. Kini ia sedang meremas-remas jarinya. Dulu ia melakukan itu saat ia gugup. Mungkin tidak banyak yang berubah.

“Dengar, Tae…Yeon? Mungkin kita saling mengenal dulu..tapi aku bukanlah Tiffany Hwang yang dulu kau kenal. Sekarang aku…berbeda.”jelasnya.

 

Aku hanya diam.

 

“Aku tidak yakin apa itu, tapi aku merasakan hal yang berbeda saat kau memelukku. Tapi…aku bukanlah Tiffany Hwang. Tubuhku memang tubuhnya. Tapi aku bukan dia. Aku berbeda…”lanjutnya. Kalau ia manusia, mungkin ia sudah menangis sekarang.

 

Aku menarik nafas dalam lalu menghembuskannya. Aku mulai mendekatinya perlahan. Tanganku kini menyentuh wajah pucat dan dinginnya.

 

“Bagiku kau tetap sama. Matamu, hidungmu, bibirmu..bahkan pipimu ini”aku mencubit pelan pipinya.

 

Ia tersenyum. Senyum yang sangat aku rindukan. Senyum yang membuat matanya seolah menghilang dan membuatnya bertambah manis. Dan tiba-tiba saja ia memelukku. Aku tersenyum kecil, dan perlahan mengelus rambutnya.

 

“As…taga…” “Oh my God…”

 

Dengan cepat kami melepaskan pelukan kami dan melihat siapa yang datang.

 

Itu teman Yuri yang bernama Yoong dan Hyoyeon.

 

“Kau lihat itu, Hyo?”tanya Yoong dengan wajah terperangah.

 

Hyoyeon mengangguk,”Tiffany tersenyum. After all this year.”

 

Aku melihat ke arah Tiffany yang kini sudah memasang kembali wajah dinginnya.

 

Aku berdehem dan menyadarkan mereka berdua’”sebaiknya kalian menetap di sini dulu..”ujarku lalu berjalan melewati mereka yang masih terkejut.

 

Aku bisa mendengar suara Hyoyeon yang berkata,”Hey, Tiffany Hwang! Kenapa kau tidak pernah tersenyum seperti itu pada kami?!”

 

Aku menghampiri Yuri yang kini tengah duduk berdampingan dengan Jessica.

 

“Yuri”

 

“Taeyeon? Ada apa? Hey Soo, cepat minta maaf!”ujarnya.

 

“Tidak perlu. Aku hanya ingin memberitahukan kalau kalian sebaiknya menetap di sini dulu.”

 

“Di sini?! Di rumah kec-emph!”kata-kata Sooyoung terputus saat gadis bertubuh kecil, kalau tidak salah namanya Sunny membekap mulutnya.

 

“Terima kasih, Taeyeon”ujar Sooyoung lagi.

 

Kami semua masuk ke dalam rumahku.

 

“Taeyeon, maafkan aku..tapi sepertinya kami tidak akan muat di sini.”ujar Yoong.

 

“Jangan melihat dengan mata vampire-mu”ujarku.

 

Aku mengeluarkan tongkat sihirku dan mengetukkannya pada dinding rumahku yang terbuat dari batu bata.

 

Tak lama kemudian sebuah tangga muncul.

 

“Ikuti aku…”

 

Mereka semua mengikutiku naik ke atas.

 

Yuri’s POV

 

Kami semua mengikuti Taeyeon. Dan, dikejutkan oleh pemandangan mewah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

 

“Pilihlah kamar kalian. Aku tahu kalian tidak butuh tidur. Tapi mungkin kalian ingin menggunakannya untuk yang lain, aku tidak tahu.”Taeyeon meninggalkan kami.

 

“Aku mencintai sihir.”ujar Hyoyeon dengan wajah kagum.

 

“Aku juga..”gumam Yoong.

 

Aku segera menyusul Taeyeon. Sedangkan Jessica menunjukan kamar-kamar yang ada.

 

“Taeyeon. Terima kasih..”ujarku.

 

Ia melihat ke arahku,”tidak, Yul.”

 

Ia mendekatiku dan menyentuh pundakku,”terima kasih.”

 

Aku membalas senyumnya dan menganggukan kepalaku.

 

Saat aku hendak naik, aku bertemu Jessica di tangga.

 

“Hai”ujar kami bersamaan.

 

Aku menggaruk tengkukku,”kau ingin tidur?”

 

Ia menganguk.

 

“Baiklah..aku akan menjagamu.”ujarku sebelum mengikutinya.

 

“Yul, kau tidak lelah?”tanyanya.

 

Aku menggeleng dan memeluknya dari belakang,”aku tidak pernah lelah, Sica-baby”

 

“Sica-baby? Hahaha”ia tertawa keras.

 

“Kenapa? Panggilan itu lucu untukmu. Kau tidak suka ya?”

 

Ia menggeleng,”aku sangat menyukainya, hanya saja kita baru beberapa jam resmi menjadi kekasih, Yul. Aku belum memikirkan panggilan untukmu, dan kau sudah menemukannya. Jangan-jangan kau sudah memikirkannya sebelum menyatakan perasaan padaku?”

 

Tepat sekali.

 

“T-Tentu tidak, hehe”jawabku lalu memeluknya lagi.

 

Kami diam dan saling bertatapan. Aku berinisiatif untuk menarik dagunya dengan tujuan mempertemukan bibir kami. Tapi, ia menahannya.

 

“Whoa, kau mau apa?”tanyanya.

 

“Menciummu?”

 

Ia terkekeh,”bukankah vampire seharusnya tidak memiliki hasrat seperti itu?”

 

Aku tersenyum kecil.

 

“Aku tidak bisa tahan denganmu”kataku, lalu langsung mencium bibirnya.

Ia tampak terkejut dengan perlakuanku, tapi kemudian ia membalas ciumanku. Bahkan ia mulai melingkarkan tangannya di leherku. Membuatku mengeratkan pelukan tanganku di pinggangnya.

 

Tak lama setelah itu kami melepaskan bibir kami. Aku melihatnya yang terengah-engah dan wajahnya memerah. Membuatku mencium pipinya.

 

“Lain kali, kau harus ingat kalau aku manusia dan membutuhkan oksigen, Kwon Yuri”ujarnya dan mencubit pelan pipiku.

 

Aku memeluknya dan tersenyum,”I love you…

 

Love you too, vampire boy

 

TBC

 

STAY AWESONE!❤

 

-kaz

51 thoughts on “[2/?] We Are Meant To Be

  1. Wkwkw Tiffany cuma mau senyum pas di depan tae
    Yulsic manis banget taeny nya di bkin sweet juga dong thor😀

  2. Jd yg bt fany jd vampire tu yul…
    Wow fany hny senyum d dpn taeng…n yulsic ny jg sweet dech…lanjut thor….

  3. Tiffany cuma mau senyum ke taeng doang, kasian hyo ama yoona ampe kaget gtu ngeliat fany senyum hahaha
    Taeny cpt2 di jadiin pcr jga donk biar kyk yulsic

  4. uwah.,, aku ska psangan Taeny yg msih mau deketan., #kayaknya🙂
    Yong sma Hyo melongo tuh lhat Fany tersenyum.,, (senyuman Fany hanya untuk Tae seorg :lol:)
    sumpah Fany jdi manusia dingin., biasany jga Sica yg dpt peran ini😀
    YulSic wow.,, bru jdian sdh main kiss”🙂
    dsini sdh blm kmpul smua yah.,, soalny gk ada Hyunie🙂
    d nanti dah next partny🙂

  5. ternyata fany ditolong oleh yul dan dijadikan vampire dan fany baru tersenyum setelah bertahun2 dan hanya kepada taeyeon dia baru tersenyum lagi

  6. Yulsic so sweet ciee..ciee..yg baru jadian udah maen kisseu an aja neh hehehe…kira2 taeny tar bisa kisseuan jg ga ya? Hahaha…kasian byuntaeng kalo ppany nya dingin gtu..bisa2 sifat byun nya tak tersalurkan hahaha…lanjut thor

  7. hohoho,, tapi yulsic kayaknya seperti kisah bellaedward dech hahha,,, yul nyosor mulu klo liat sica,, nggak tahan bang?? hahahahha
    wow,, fany hatinya yg mati hidup lagi gara gara taenghahahah

  8. Yulsic co cwEet😀😀
    Knpa panul cma senyum sama taeng aja ye ?? Jangan2 panul msih sadar lagi jiwa nya msih ada gak bener2 pergi ? #ngomongapagwe😀 :V

  9. lol fany hanya tersenyum di depan taeyeon. mode off kalo berada di depan bukan taeyeon.
    jadi yuri menggigiti tiffany utk selamatkan fany.
    cinta antara vampire dan penyihir keren banget.

  10. woohh jadi gitu ya fany… walaupun fany sekarang beda sama fany dulu tapi tetep aja tiffany hwang punya kim taeyeon seorang hohoho dan fany lucu kalo lagi gugup ciee senyum juga dia hohoho apa lagi sma tae langsung meluk *uhuk

    yulsic kissue *ehem yul ga bisa tahan hohoho

  11. Annyeong …..
    Ohh mayy, pling dtunggu akhirnya update …kkkee

    Yul, trnyta yng bntu tiffany … untung lngsung mnjelaskan .. clear sudah …
    TaeNy akan mulai dri awal lagi. .. kkee sweet lah ….

    Asekk Yulsic udh kisseu kisseeuu aih,sweet bngttt …. kke aku sukaaaa…..
    Pkoe kereeen. Dtunggu aja next chap nyaaaah ….
    SEMANGAAAAAAAAT

  12. Yulsic makin manis aja :p
    Cemungudhhh buat akang taeng, walaupun mesti mulai dari awal tapi tenang aja bakalan indah pada waktunya nanti eaaaa wkwkwk

  13. awww… yulsic again *.* tapi aku seneng kalo sica nya ngambek2an(?) gtu sama yuri hehe..
    btw, ini authornya yeoja apa namja y?

  14. ahhh, gw cinta authornya. setiap scene akhir d tutup sma sweet momenya yulsekkkk wew! prok prokkkk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s