[1/?] We Are Meant To Be

[1/?] We Are Meant To Be

 

******

 

Author’s POV

 

“Arghh…”seorang pria berlari dengan seluruh tenaga yang tersisa seraya memegangi luka di sekitar perutnya. Ia terus berlari menghindari kejaran beberapa ‘makhluk’ yang ingin melakukan hal buruk terhadapnya.

 

Sesampainya di sebuah gang kecil, ia memutuskan untuk beristirahat sebentar karena makhluk yang mengejarnya sudah tidak terlihat. Tapi kemudian, ia tak sadarkan diri.

 

—–

 

Yul’s POV

 

“Hey! Kau sudah sadar? Taeng! Cepat ambil air hangat…!”

 

Aku membuka mataku perlahan dan pandanganku sedikit kabur, di depanku berdiri seorang wanita yang tampak sedikit panik. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Rupanya ada seorang pria juga. Si pria menyerahkan ember berisi air hangat dan handuk, lalu si wanita mengompresku dengan handuk yang telah dibasahi air hangat tersebut.

 

“Kau merasa lebih baik?”tanya si pria.

 

Aku hanya diam sambil memandangi mereka.

 

“Oh! Maafkan aku. Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri. Namaku, Kim Taeyeon. Dan ini sepupuku…Jessica Jung…”

 

Jessica?

 

Wanita bernama Jessica itu tersenyum sangat manis.

 

“W-Wajahmu memerah! Apa kau belum merasa baikan?”

 

Jessica mendekat ke arahku dengan wajah khawatir. Aku mundur untuk menghindari sentuhannya. Aku merasakan gejolak aneh. Perasaan apa ini? Aneh sekali.

 

BRUK!

 

Masih memandangi mereka, aku merasakan bokongku akan sakit sekali karena aku terjatuh dari kasur. Tapi untungnya, aku tak merasakan apa-apa.

 

Taeyeon terkekeh,”tenanglah, buddy. Kami bukan orang jahat…kami berdua adalah dokter.”

 

“M-Maaf…”ujarku.

 

“Tidak perlu meminta maaf. Karena kami hanya ingin kau beristirahat sampai keadaanmu pulih. Dan…lukamu sudah kami tangani..”ujar Jessica.

 

Aku langsung mengingat luka di sekitar perutku yang sekarang sudah tertutup perban.

 

“Siapa namamu?”tanya Taeyeon.

 

“A-Aku…Yuri…Kwon Yuri..”

 

“Yuri? Hm, nama yang unik. Senang berkenalan denganmu, Yuri”ujarnya lagi.

 

Mungkin aku bisa mamanfaatkan dua orang ini untuk menutupi jejakku. Yeah, mungkin aku bisa.

 

“Istirahatlah, aku akan meninggalkanmu sebentar untuk membeli beberapa persediaan obat…dan Taeyeon akan menjagamu”ujar Jessica lalu pergi.

 

Kini aku merasa sendirian di rumah yang tidak terlalu besar ini, karena Taeyeon sedang mandi.

 

30 menit setelah itu, aku mulai bosan dan memutuskan untuk melihat-lihat isi rumah ini.

 

Tidak ada yang menarik, hanya ada beberapa foto anak laki-laki dan perempuan. Yang perempuan sepertinya Jessica, karena senyumannya aku mengenalinya. Dan, yang laki-laki bisa dipastikan itu Taeyeon.

 

Aku terus menyelusuri foto-foto tersebut. Sepertinya mereka tumbuh bersama.

 

Tapi…hey, tunggu dulu.

 

Aku memandangi foto Taeyeon memeluk seorang wanita dengan erat. Senyum terlukiskan di wajah keduanya. Wanita ini…

 

Dia kan…

 

“Yuri?”

 

Suara Taeyeon mengejutkanku. Ia sudah berdiri di sebelahku.

 

“Oh? M-Maaf, Taeyeon. Aku tak bermaksud…”

 

“Tidak apa-apa, Yuri…aku tahu kau pasti bosan hahaha”ia tertawa seraya menepuk pundakku.

“Hmm, Taeyeon? Wanita ini…”

 

“Dia?”

 

Aku mengangguk saat ia menunjuk ke foto wanita itu.

 

Ia menarik nafas sebelum menjawab.

 

“Dia…adalah wanita yang paling sempurna yang kukenal dalam hidupku. Aku sangat bahagia memilikinya. Tapi, ia diambil dariku…”

 

“Diambil? Maksudmu?”

 

“Ya. Dia dibunuh, oleh-“

 

Kata-kata Taeyeon terputus saat mendengar suara Jessica dari pintu masuk. Ia langsung menghampiri Jessica dan membantunya, karena Jessica membawa banyak barang, Aku juga ikut membantunya.

 

“Terima kasih…”ia tersenyum padaku.

 

Itu terjadi lagi. Aku mematung. Pandanganku terpaku padanya.

 

Saat malam tiba, Taeyeon memasak makan malam untuk kami. Dan di sinilah aku. Di ruang makan, duduk berhadapan dengan Jessica. Tak ada satupun dari kami yang membuka pembicaraan. Tapi, keheningan itu mencair saat Jessica tertawa kecil.

 

“A-Ada yang salah?”

 

“Hmm tidak. Hanya saja, aku merasa kau sangat lucu.”

 

“A-Aku?”

 

“Wajahmu selalu terlihat gugup dan canggung. Dan kau selalu terbata saat berbicara.”ia tersenyum lagi.

 

Kau lah yang membuatku seperti ini, Jessica.

 

“Maaf…”

 

Ia tertawa lagi.

 

“Itu juga salah satunya. Kau selalu meminta maaf. Berhentilah melakukan itu, Yul…”

 

“Yul?”

 

“Well…Yuri terlalu panjang untukku.”ia menopang kepalanya dengan kedua tangannya. Membuatnya terlihat imut.

 

“Baiklah…Sica..”

 

“S-Sica?”

 

“Aku rasa itu cocok untukmu, hehe”

 

Aku menggaruk tengkukku yang tak gatal.

 

“Uhm…aku suka hehe. Terima kasih.”

 

Sial.

 

Dia tersenyum lagi.

 

“Makanan siap…!”ujar Taeyeon.

 

Wow! Makanan yang dihidangkan tampak lezat.

 

“Darimana kau mendapat semua ini, Taeng? Jangan bilang kau-“

 

“Ssst..diamlah, princess..! Nikmati saja hasil kerjaku. Woops! Aku hampir lupa.”

 

Taeyeon menjentikan jarinya, dan seketika sebuah serbet muncul di pangkuanku dan Jessica.

 

Apa jangan-jangan…

 

“Makanlah, ini aman. Tenang saja, nona Jung. No magic used! Kkk”

“Maaf kalau kami membuatmu terkejut, Yul…”

 

“K-Kalian penyihir?!”ujarku dan segera bangkit dari tempat duduk.

 

“Hey, Yul! Tenang dulu! Kami bisa jelaskan…”ujar Taeyeon.

 

“K-Kalian kaum magissa?!

 

“Kami akan je- tunggu, darimana kau tahu nama kaum kami?”heran Taeyeon.

 

“Karena aku sama seperti kalian…”ujarku.

 

“A-Apa..?” Taeyeon terperangah karena ucapanku.

 

“Tidak untukmu, Taeng! Kau seorang pencuri ulung!”ujar Jessica.

 

“Ssstt…diamlah, Jessie…”bantah Taeyeon

“Jadi…apa kemampuanmu?”tanya Jessica tanpa memperdulikan Taeyeon.

 

Aku tidak berkata apa-apa. Aku memusatkan pada ember berisi air yang terletak di sudut ruangan.

 

Seketika air dari dalam ember itu keluar, melayang di udara, lalu aku menjatuhkannya kembali.

 

“Kau…seorang bender..”ujar Taeyeon.

 

Aku hanya tersenyum.

 

“Apa kau dikejar sesuatu? Maksudku…malam itu..”tanya Jessica

 

“Sebenarnya kaum vrykolakas mengejarku malam itu…”

 

“Bajingan!”teriak Taeyeon. Seketika ia menjadi marah. Jessica berusaha menenangkannya.

 

Vampire-vampire bodoh itu selalu membuat ulah!”ujarnya lagi.

 

“Yul…”panggil Jessica.

 

“Ya?”

 

“Sebenarnya…apa yang membuat kau dikejar oleh mereka?”tanyanya.

 

“Hmm…itu…”

 

Bagaimana ini? Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya. Ditambah lagi, sepertinya mereka sangat membenci vampire.

 

Flashback

 

Keputusan telah dijatuhkan. Memang susah berhadapan dengan The Great Vlad. Pimpinan kaum vrykolakas. Pimpinan para vampire.

 

“Tidak boleh ada darah campuran. Kaum kita harus bersih.”begitu katanya.

Semua vampire yang berdarah campuran diburu dan dibunuh. Berdarah campuran berarti dengan kata lain ada darah yang mengalir ditubuh kami, walau hanya sedikit. Dan…ibuku adalah seorang penyihir. Aku tidak bisa dikategorikan seorang darah campuran, karena aku tidak memiliki darah mengalir. Tapi, penyihir adalah musuh bebuyutan para vampire. Bisa dikatakan, akulah yang paling diburu. Dan aku juga satu-satunya yang berhasil lolos. Setidaknya untuk saat ini.

 

Flashback End

 

Aku tidak mungkin mengatakan kalau sebenarnya aku adalah vampire.

 

“Yul?”

 

Aku tersadar dari lamunanku saat Jessica memanggilku.

 

“Oh..maaf, Sica. Aku hanya teringat sesuatu…”

 

“Tidak apa-apa. Jadi…mengapa mereka mengejarmu?”tanyanya.

 

“Itu..uhm…yeah, kau tahu sendiri kalau mereka tidak menyukai para penyihir kan hehe.”

 

“Ya, aku tahu…tapi baru kali ini aku mendengar ada yang diburu…”ujarnya.

 

Sebenarnya, para vampire maupun penyihir tidak pernah saling membunuh kecuali dalam keadaan terdesak. Aku hanya tersenyum getir mendengar perkataan Jessica.

 

“S-Sudahlah, lebih baik kita makan hehe. Aku lapar…”aku memecah keheningan yang sempat terjadi.

 

——

 

Pikiranku berantakan. Dan merebahkan diri di sini adalah buang-buang waktu. Karena vampire, tidak butuh tidur.

 

Aku memutuskan untuk keluar sebentar. Tapi, pandanganku tertuju pada wanita yang duduk termenung di depan rumah seraya memandangi bintang yang tidak cukup terang.

 

“Hey…”sapaku.

 

Ia tampak terkejut. Wajahnya lucu sekali.

 

“Oh..Yul…”ia tersenyum. Ia semakin cantik di bawah sinar bulan.

 

“Apa yang dilakukan wanita sepertimu di larut malam seperti ini?”

 

Ia terkekeh,”wanita sepertiku?”

 

“Maksudku…w-wanita cantik sepertimu..”

 

Lagi-lagi aku merasa gugup.

 

Ia tertawa.

 

“Bagaimana denganmu?”ujarnya.

 

“Mungkin sama sepertimu…”

 

“Benarkah?”

 

“Mungkin…”aku tersenyum,”aku rindu pada ibuku…”lanjutku.

 

Ia menghela nafas lalu bersandar di bahuku. Rasanya jika aku punya jantung, jantungku ingin melompat keluar saat bisa sedekat ini dengannya.

 

“Aku juga merindukan ibu dan ayahku…”lirihnya.

 

Entah dorongan darimana, aku mengusap rambutnya.

 

“Yul…Kenapa kau dingin sekali? Apa kau sakit?”

 

menyadari itu, aku langsung menarik tanganku dari kepalanya.

 

“Sebaiknya kau tidur, Sica…”

 

Ia tidak menjawabku. Aku melihat ke arahnya.

 

“Dia sudah tertidur…cepat juga”

 

Aku terus memandanginya. Wajahnya yang sempurna benar-benar membuatku terhipnotis.

Aku bergerak perlahan agar tidak membangunkannya, lalu kugendong dia. Kuletakan ia di atas kasurku dan kututupi tubuhnya dengan selimut.

 

Sebaiknya aku berjaga.

 

Saat aku sedang duduk dan kembali menatap langit, aku merasa ada yang memasuki pikiranku.

 

 

“Yul, kau dimana? Kau bisa mendengarku? Apa kau selamat?”

 

Ini…Yoong?

 

Aku mengatakan bahwa aku baik-baik saja, dan ia bilang ia akan melacakku dan menyelamatkanku bersama yang lain. Kemampuan yang dimiliki Yoong sangat special, ia bisa melacak keberadaan seseorang dan melakukan telephaty.

 

—–
Sudah hampir 1 bulan aku menetap di kediaman Jessica dan Taeyeon. Hubunganku dengan Jessica semakin dekat. Dan malam itu, adalah hari dimana mereka harus tahu siapa aku.

 

Kami sedang menikmati makan malam, kini tak ada rasa canggung lagi di meja makan.

 

“Yul!”

 

Aku mendengar suara Yoong. Aku mengira itu hanya telephaty, dan Taeyeon berkata.

 

“Yul? Kau dengar? Ada yang memanggilmu…”

 

Itu benar Yoong.

 

Aku segera meninggalkan meja makan dan berlari keluar, begitu juga dengan Taeyeon.

 

“Kaum vrykolakas?! Mau apa mereka?!”emosi Taeyeon tak terkendali, sekarang ia memegang tongkat sihirnya dan bersiap menyerang teman-temanku.

 

“Taeyeon! Berhenti!”ujarku.

 

Taeyeon menatapku tajam,”kenapa, Yul?! Bukankah kau seharusnya senang?! Aku akan menyelamatkanmu!”

 

Ia bersiap untuk mengayunkan tongkat sihirnya.

 

“KIM TAEYEON! JANGAN SAKITI TEMAN-TEMANKU!”bentakku.

 

Suasana menjadi hening. Jessica menutup mulut dengan kedua tangannya, ia tampak terkejut. Sedangkan Taeyeon, kini tongkat sihirnya mengarah padaku. Aku dapat merasakan ujungnya, ia menekan tongkatnya di kepalaku.

 

“Maafkan aku, Taeng…aku hanya-“

 

“Kau brengsek!!!”ia menjatuhkan tongkat sihirnya dan memukuli wajahku.

 

Percuma. Aku tak merasa sakit. Tapi, aku biarkan ia melakukannya.

 

“Aku percaya padamu , Yul! Aku menganggapmu saudaraku! Tapi kenapa kau- AARRGH!”

 

Secara tiba-tiba Taeyeon menghentikan pukulannya dan tersungkur. Ia menggeliat, sepertinya ia merasakan sakit yang amat sangat. Dan aku rasa, aku tahu ulah siapa ini.

 

“Taeng!”Jessica dan aku menghampiri Taeyeon.

 

“Yoong! Lakukan sesuatu!”ujarku.

 

Yoong mengangguk,”Tiffany! Hentikan! Aku sudah bilang jangan ada kekerasan!”

 

Wanita berwajah paling dingin dan pucat itu muncul dari balik tubuh temanku, Sooyoung. Ia melihat tajam ke arah Taeyeon.

 

“T-Tiffany…?!”ujar Taeyeon dengan susah payah. Sedangkan Jessica, sepertinya ia sudah kehabisan kata-kata.

 

“Tiff, aku mohon hentikan sekarang! Apa kau tidak mengingatnya?!”ujarku.

 

Tatapan Tiffany melemah.

 

Dan Taeyeon sudah sedikit tenang,”uhuk!” ia terbatuk dan memegangi lehernya. Nafasnya tersengal-sengal.

 

Begitulah. Diantara kami, kemampuan Tiffany lah yang paling berbahaya. Ia dapat menyakiti orang hanya dengan pikirannya.

 

Taeyeon terus memandangi Tiffany.

 

Yeah…Tiffany-lah wanita yang dipeluk Taeyeon di foto yang kulihat itu. Aku tahu. Ia berbeda. Ia pucat, dan dingin. Ia bukanlah Tiffany yang Taeyeon cintai dulu. Tapi aku yakin, mereka pasti bersama. Entahlah, mungkin aku harus bertanya pada Hyoyeon yang dapat membaca masa depan.

 

Taeyeon bangkit dan berlari untuk memeluk Tiffany. Tapi ia dihadang oleh Sooyoung dan Hyoyeon. Aku merasa sakit, melihat sahabatku menangis. Ya, Taeyeon menangis seraya menyebut nama Tiffany.

 

Aku melihat kea rah Yoong dan disambut anggukan olehnya.

 

“Lepaskan dia…”

 

Sooyoung dan Hyo saling bertatapan dan melepaskan Taeyeon. Pria itu langsung menghambur ke arah Tiffany, dan memeluknya. Erat.

 

Tidak ada respon yang diberikan Tiffany. Ia hanya memasang wajah dinginnya. Tapi, tak ada perlawanan untuk melepas pelukan Taeyeon.

 

Aku yakin Tiffany bisa mengingat Taeyeon. Hanya butuh proses

 

“Yul…”

 

Aku menoleh ke belakang.

 

“S-Sica…”aku berjalan ke arahnya, tapi ia menjauh.

 

“Benarkah itu? Kau seorang vampire? T-Tapi aku melihatmu! Kau seorang bender!”

 

“A-Aku…Aku seorang darah campuran…maafkan aku. Seharusnya aku mengatakan itu dari awal…”

 

Jessica terus menghindari sentuhanku. Itu membuatku sakit.

 

“Maafkan aku…”

 

Ia hanya diam.

 

“Sica…aku mohon..”

 

Air matanya mulai mengalir.

 

I love you…”ujarku lirih.

 

Tak ada respon yang kudapatkan dari Jessica. Aku menunduk dan berbalik. Aku rasa ini pantas. Aku telah berbohong.

 

BRUK…!

 

Aku merasa sesuatu menabrak punggungku, dan sepasang tangan melingkar di pinggangku.

 

“Bodoh…”ujarnya.

 

Aku tersenyum kecil dan berbalik. Membalas pelukan Jessica.

 

“Jangan menangis…”ujarku. Aku menghapus air matanya.

 

I love you too, Yul…”

 

Aku terus memeluknya dan megecup puncak kepalanya.

 

TBC

 

STAY AWESONE!❤

 

-kaz

52 thoughts on “[1/?] We Are Meant To Be

  1. aih kereenn. lagi lagi lagi. ini campuran twilight sama avatar ? haha bsk2 k-on dong tau ga kartunnya? hehe

  2. ahhhh seru ini thorrrr,, kaum magisa tuh apa thor? penyihir gitu/
    taeny pernah bersama gak? kenapa tiffany jadi vampire emang awalnya tiffany apaan?
    taeyeon kasian klo sampe pany gak ingat, dia sayang banget kayanya sama pany,,
    yulsic saling cintaaa.. ditunggu thor lanjutannya^^

  3. Wuih genre paporit gue banget nih yang kek gini >_<
    keren vampire + penyihir….!!!!
    Wp mu asik ih banyak genre fantasy nya :3

  4. hihih kayak nonton harry potter,, antara kaum grifindor v.s slyterin hahahah
    hahah hmm,,, dari awal sica juga ada rasa ama yul ya?? ketahuan kok -_-
    tapi labih lucu cerita fany,,, keren dia, cuma memandang bisa melakukan ap yg pikirannya mau,,,,
    vampire kwon yul wow

  5. macem twilight ya..
    huwaaaa Yul darah campuran,, keren keren, nti Tiffany inget kah? kenpa tiff jd vampire, baru chp.1 udah jadian halangan kedepan lebih wah nih haha reader sok tau😀 , next chp soon ya

  6. Annyeong…,,🙂
    Uwah..,, sumpah demi apapun ni crita keren brov..,
    suka sma kelebihan yg dimiliki tiap member walau blm smua tau..,, poor untuk Taeny
    .
    oh y salam kenal🙂
    kalau author biasanya hiatus.,, reader juga bisa hiatus kayak aku😀 #plakkk gk ada yg tanya
    oke deh d nanti next partnya🙂

  7. Yulsic udah jadian tuh woahhh cepet juga._. Duhhh buat taeny kayanya berat nih mesti lewatin rintangan2 dulu….

    Kenapa fany bisa lupa sama taeng?? Apa gegara dia udah jadi vampire ato cuma pura2 doang??

  8. Jd si kwon vampire…sica ny penyihir…
    Tp emg co2k si scra blm ap2 yul udh trsihir m sica…..
    Baru part 1 aj yulsic udh jdian…
    Tu fany knp bz jd vampire…??
    Suka bngt m ff yg ad action ny aplg tiap member pny kelebihan msng2…..
    Lanjut thor jng lma2…. semangat..

  9. waaaahhh daebak,ceritanya keren berasa nonton twilight versi korea! author emang jenius dn horeeee Yulsic uda jadian, trud koq fany bisa jdi vampire? di tunggu lanjutsnnya

  10. Annyeong ….

    Walahh ,, so keren bngt ini .kkee
    Yul drah campuran antara vampire dan penyihir … Aseek chap 1 aja YulSic dah jdian nih ….

    Gmna story nya TaeNy nih,jadi penasaran .. dtunggu next chap nyah ….
    SEMANGAAAAAAAT

  11. woahh kece nih ff.. asekk chap awal aja dh keren gila kyak gini..
    ditunggu next chap.y aja deh..tpi jgn klamaan jg..hehehe

  12. Omooooo Yulsic jadi terharu gini mereka masih tetep bersatu.
    Aaaaa taeng kasian, fany kenapa? Wae wae waeeeee fany-aaaahhhh??

    *nice chap thor. Ditunggu next chap secepatnya thor* hhihihi

  13. aduh ceritanya agak sedih neh taengsic yg penyihir sama2 suka ama yulti yg jd vampire ya udah yulti gigit aja taengsic biar mereka sama2 jd vampire terus bersatu deh taeny sm yulsic nya hahaha…#idegila
    lanjut thor^^

  14. wah kereeen😀 disini cuma yul yg darah campuran dri member soshi? Terus hubungan taeny dulu kayak gimana? Untung aja sica juga blng i love you😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s