[DRABLE] Simple Love Story

[DRABLE]Simple Love Story

 

GENDER BENDER

 

YULSIC

 

*****

 

 

Author’s POV

 

“Hey lihat! Anak ini mengompol!”ujar seorang anak laki-laki berumur sekitar 11 tahun dan berkulit kecoklatan itu.

“Jessica Jung mengompol! Hahahaha”ujarnya membuat seisi kelas ikut tertawa.

“KWON YURI!”

“M-Ms.Lee?”

“Tidak seharusnya kau melakukan itu, Mr.Kwon. Seharusnya kau Jessica.”ujar Ms.Lee seraya membawa Jessica ke toilet.

 

—–

 

“Naik.”ketus Yuri pada seorang gadis berambut coklat di sebelahnya.

 

Gadis itu hanya diam.

 

“Hey, Jessica Jung. Kau mau naik atau tidak? Ibumu bisa marah kalau kita pulang terlambat”

 

Dengan ragu Jessica menaiki sepeda Yuri.

 

“Pegangan yang kuat, orang tuamu sudah baik padaku karena menampungku di saat orang tuaku sudah tidak ada. Jadi aku tidak ingin kau terjatuh atau apapun. Walaupun aku sangat membencimu.”ujar anak laki-laki itu.

 

7 years later…

 

“Yul, itu Jessica.”ujar Taeyeon salah satu teman Yuri.

Yuri menanggapinya dengan tersenyum jahil lalu ia menuju tempat Jessica dan teman-temannya seraya membawa botol berisi air.

Dingin.

 

Itulah yang Jessica rasakan saat ini saat air yang Yuri tumpahkan itu mengenai hampir seluruh badannya.

“Kwon Yul!”Tiffany menggertak Yuri, tetapi pria itu hanya menyeringai. Membuat Tiffany dan Jessica segera meninggalkan kantin.

——

“Yul? Ada apa dengan Jessica?”tanya Mrs.Jung

“Hm? Memang ada apa, Mrs.Jung?”

“Entahlah, dia pulang dan menangis.”

Yuri tidak menjawab, dia langsung menghampiri Jessica ke kamarnya.

Dan benar, Jessica sedang menangis.

“Maaf.”ujar Yuri. Suaranya mengagetkan gadis yang sedang menangis itu.

“Y-Yul?”

“Maafkan aku.”

Jessica tidak menjawab, melainkan diam dan menatap Yuri. Sedangkan, Yuri sudah meninggalkan Jessica dan masuk ke dalam kamarnya.

——

“Sooyeon, cepat turun kau tidak mau terlambat kan?”ujar Mr.Jung dari lantai bawah.

Jessica setengah berlari menuruni anak tangga.

Daddy akan mengantarmu, Yul sakit jadi dia tidak bisa sekolah.”jelas Mr.Jung.

“Kwon Yul? Sakit?”pikir Jessica.

——–

“Jessie? Kau pasti merasa damai ya? Kwon Yuri sakit hahaha. Setidaknya dia tidak akan mengganggumu untuk hari ini.”ujar Tiffany.

“Hey, Donghae melihatmu terus, Jessie…”bisik Sunny. Dan beberapa saat setelah itu, pria yang baru saja disebutkan namanya itu menghampiri mereka dan duduk di sebelah Jessica.

“Hai, Jessica. Bagaimana kalau nanti kita pulang bersama?”ujar Donghae dengan senyum yang menjijikkan.

Jessica mengangguk. Melihat itu Donghae tersenyum puas dan pergi.

What the– Hey! Kau menerima ajakkannya begitu saja?! Gosh! Kau lihat betapa menjijikkannya senyum Donghae?! Kau lihatkan Sunny?”ujar Tiffany, setengah-berbisik.

“Aku melihatnya, Tiff. Jessie, apa yang kau pikirkan?”

“Tidak ada, sepertinya dia baik.”ujar Jessica lalu menyeruput juice strawberry-nya.

Kedua temannya hanya menatap heran.

——-

“Sooyeon, bawakan makan malam Yuri ke kamarnya ya.”ujar Mrs.Jung.

“A-Aku? Tapi, Mom…”

“Ada apa? Ini, Yul pasti sudah lapar…dan demamnya tinggi sekali”

Jessica akhirnya menuruti permintaan ibunya.

Ia membuka pelan pintu kamar Yuri dan mendapati pria yang sering menjahilinya itu tertidur lelap dengan wajah yang tampak pucat.

Jessica meletakan nampan berisi makanan Yul di atas meja.

“Yul…”Jessica berusaha membangunkan Yuri. Tetapi, pria itu tak kunjung bangun dari tidurnya sampai akhirnya Jessica memutuskan untuk keluar.

Saat Jessica akan berjalan pergi, ia merasakan tangan yang hangat menggenggam pergelangan tangannya.

“Yul? Kenapa?”Jessica berbalik dan mendapati Yuri menatapnya lemah dan menggenggam pergelangan tangannya.

“Kau harus menemaniku makan malam.”ujar pria itu dengan dingin.

“T-Tapi…Baiklah”Jessica duduk di tempat tidur Yuri.

Hening. Tak ada satupun diantara mereka yang berbicara. Yuri sibuk dengan makanan dan pikirannya. Sementara Jessica heran mengapa Yuri sangat lama menghabiskan makanannya.

“Aku lihat kau pulang dengan Donghae tadi”Yuri membuka pembicaraan tetapi matanya melihat kea rah makanannya.

“Ehm..Ya…Begitulah”

Yuri mengepalkan tangannya sekuat mungkin.

“Aku sudah selesai”Yuri meletakan makanannya di meja sebelah tempat tidurnya.

“Kau tidak menghabiskan makananmu?”

Pertanyaan Jessica dibalas Yuri dengan tatapan dingin.

“B-Baiklah aku keluar.”

Lagi-lagi Yuri menahan Jessica. Tapi kali ini Yuri menarik gadis itu sehingga Jessica jatuh ke dalam pelukannya.

Jarak mereka sangat dekat, rasanya bisa mendengarkan detak jantuk masing-masing.

“Y-Yul…”

Yuri tidak menjawab, ia malah mendekap Jessica semakin erat.

“Jangan pergi dengan Donghae lagi. Aku akan masuk besok dan kau akan pulang bersamaku. Ingat itu…”

“Tapi, kau…sakit..”

“Tidak apa-apa.”Yuri mengendurkan pelukannya dan menatap Jessica seraya tersenyum kecil.

Jessica terkejut. Karena ini adalah pertama kalinya Yul tersenyum tulus padanya.

“Maaf karena memelukmu. Sekarang tidurlah. Dan, terima kasih sudah menemaniku makan…”

Jessica kembali ke kamarnya tanpa berkata apa-apa. Ia terlalu kaget.

Saat sampai di kamarnya, ia menghela nafas dan memegang dadanya.

“Kenapa…jantungku tidak mau berdetak normal…”gadis itu merebahkan diri di kasurnya dan tertidur.

——-

Di pelajaran biology, Yuri merasakan kepalanya sakit. Itu karena ia belum benar-benar sembuh dan memaksakan diri untuk masuk sekolah.

Ia melihat Jessica yang serius mencatat apa yang dijelaskan Mr.Kim.

Yuri membuka kacamatanya dan menyandarkan kepalanya pada pundak Jessica, membuat gadis itu merasakan nafas hangat Yuri di lehernya.

“Y-Yul…kau merasa tidak baik?”

Yul mengangguk pelan.

“Beristirahatlah sebentar..”ujar Jessica.

“Aku sedang melakukannya”balas Yuri.

‘Tidak di pundakku, Kwon Yul…”Jessica mendorong pelan kepala Yuri.

Yuri terkekeh pelan dan menjatuhkan kepalanya di atas meja. Tidak hanya sampai di sana, ia mengambil tangan kiri Jessica dan menggenggamnya.

“Aku butuk kehangatanmu, Jung Sooyeon…”bisik Yuri tepat di telinga Jessica.

Jessica merasa wajahnya sangat panas dan ia yakin wajahnya sangat merah sekarang.

——

Yuri menghampiri Jessica saat istirahat.

“Ehm, Sica?”

“Sica?”

 

“Ya, Yul?”

“Nanti sepertinya kau tidak bisa pulang denganku. Maaf”

“Kenapa?”

Yuri tersenyum bodoh,”ban sepedaku kempes jadi sepertinya harus berjalan kaki. Aku tidak ingin kau lelah”

Melihat perlakuan Yuri, Jessica merasa sangat bingung. Termasuk teman-temannya.

“Tidak apa-apa, Yul. Ayo berjalan”ujar Jessica dan membalas senyum Yuri.

—–

“Siap?”Yuri mengulurkan tangannya pada Jessica.

Jessica ragu untuk memegang tangan Yuri.

“Seperti ini…”Yuri mengambil tangan Jessica dan mengaitkannya dengan lengan miliknya.

Sekali lagi, Yuri berhasil membuat pipi Jessica bersemu merah.

——

“Yul, kenapa kau selalu menjahiliku?”akhirnya Jessica memberanikan diri untuk bertanya pada Yuri.

“Hm? Ya, itu salahmu. Kkk”

Jessica kesal karena Yuri tak serius menanggapinya.

“Salahku? Kaulah satu-satunya yang salah Kwon Yul”ketusnya.

“Itu salahmu. Salahmu karena kau terlalu cantik sehingga aku ingin terus menjahilimu”

Kata-kata Yuri membuat Jessica melihat ke arah pria itu.

“M-Maksudmu?”

Yuri mengelus kepala Jessica,”tidakkah kau melihat kalau aku benar-benar mencintaimu?”

“A-Apa? Bohong. Berhentilah menjahiliku Kwon Yul.”

“Aku serius, Jessica Jung..”Yuri memebelai pipi Jessica dengan lembut lalu memeluk Jessica.

I love you…right now and forever”bisiknya

“T-Tapi Yul…Donghae..”

“Aku tahu. Aku sudah tahu hehe.”

Yuri menatap Jessica.

“Berjanjilah kau bahagia bersama Donghae. Mencintai tak harus memiliki bukan? Kkk”

“Aku berjanji, Kwon Yul”

“Bagus. Kkk”

Entah kenapa, tawa Yuri terdengar seperti tangisan di telinga Jessica.

——-

“Jessica sendirian?”

 

“Sepertinya. Menyedihkan sekali dia harus menghadiri Prom Night tanpa Donghae.”

 

“Kudengar mereka putus karena Donghae berselingkuh.”

 

“Sepertinya benar. Aku tidak melihat Donghae saat ini. Mungkin dia tidak hadir”

 

Yuri mengepalkan tangannya saat mendengar percakapan beberapa gadis. Matanya terus tertuju pada gadis berambut coklat yang sedang merenung sedih sendirian.

Yul berjalan menghampiri gadis itu.

“Sica?”

Yuri mengulurkan tangannya dan tersenyum. Ia ingin membuat Jessica bahagia malam ini.

“May I, Princess?”

 

Jessica tersenyum kecil melihat perlakuan Yuri dan menyambut tangan Yuri.

Mereka berdansa mengikuti alunan music pelan yang dibawakan oleh band sekolah.

Yuri memeluk Jessica sambil terus berdansa.

“Kau sudah berjanji akan bahagia.”bisiknya.

“Maafkan aku…”

“Bukan salahmu”Yuri menatap wajah Jessica yang sudah berlinang air mata. Dengan lembut Yuri menghapus air mata Jessica.

“Kau jelek saat menangis. Kau harus berjanji tidak boleh menangis. Dan kau harus benar-benar menepati yang satu ini.”ujarnya sambil terus mengusap wajah Jessica. Membersihkan wajah cantik itu dari air mata.

Jessica tersenyum dan mengagguk. Ia memeluk Yuri erat.

——-

Mom? Dimana Yul?”

“Kau tidak tahu? Yul sudah ke London untuk melanjutkan studi di sana. Dia bilang kau sudah tahu dan tak perlu membangunkanmu. Ia baru saja pergi pagi tadi.”

Jessica hanya terdiam mendengar kata-kata ibunya.

Ia merasakan bulir crystal mulai mengalir dari sudut matanya.

Berjanjilah untuk tidak menangis.

 

Suara Yuri seperti lonceng di kepalanya. Jessica segera menghapus air matanya. Ia berjalan lunglai ke kamarnya dan menemukan pesan yang ditempelkan di cermin.

Maafkan aku, Sica. Aku harus pergi untuk mengejar masa depanku. Saat aku kembali kau harus sudah menemukan orang yang tepat untukmu, mengerti? I love you” –Kwon Yul

 

Jessica meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.

——-

Jessica tersenyum saat merasakan sepasang tangan kekar melingkar di tubuhnya. Tangan yang menjaganya tetap hangat dan membuatnya merasa aman setiap malam.

Ia merasakan pelukan itu semakin erat.

“I love you, baby”

“I love you too…Kwon Yul”

 

 END

STAY AWESOME, SONEs!

© KZSNE 2013

34 thoughts on “[DRABLE] Simple Love Story

  1. ini drabble tapi kok leboiih mirip oneshoot ya?? heheh
    yah!!! ini authornya minggat kemana?? lama banget nggak kecium baunya??!!
    aigoo,,, hutang ff masih banyak!! jangan ngilang lama lama!!
    part terhahir bikin senyum senyum gaje, apalagi abis nonton video sicababy nyium lengan kwon seobang di S.M.A kemarin hahahahha senangnnya, tapi ekspressi sicababy nya menyesihkan, seperti sakit hati

  2. annyeong ……….

    ehh ya ampun ,kirain bklan sad end …kkkee
    Yul caper dg cara jahili sica …wkwkwk
    nyesek nya ada.,tpi YulSic sweet kbngetan …. Km emng pling bsa thor .,mkannya suka lah ,,,,#komenGaje

    dtunggu aja deh next update nyah …
    SEMANGAAAAAAAAAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s