[ONESHOOT] Wishes

Wishes

 

GENDER BENDER

 

TAENY, SNSD

 

!!!TERINSPIRASI DARI SEBUAH NOVEL!!!

 

******

 

 

Author’s POV

 

Tiffany Hwang. Seorang gadis biasa berumur 18 tahun. Ia berdiri sendiri di bawah lampu taman sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya untuk menghangatkan dirinya. Ia memang tampak biasa. Tapi dia memiliki sesuatu yang tidak akan diduga oleh siapapun.

 

Flashback

 

“T-Tolong aku…”

 

Tiffany segera berlari mengelilingi taman mencari sumber suara itu. Ia merasa aneh, sepertinya ia sendirian di taman bermain ini. Terlebih lagi itu adalah malam hari.

 

Tak lama, di balik semak-semak ia menemukan sosok bersayap putih dan merintih kesakitan.

 

“Malaikat?”gumamnya

 

“T-Tolong…”

 

Tiffany memberanikan diri menghampiri sosok dengan cahaya yang hampir redup itu.

 

“H-Hey, kau tidak apa-apa? Gosh! Kau terluka!”Tiffany mencoba menutup luka sosok itu, tapi cairan berwarna perak itu terus mengalir dari luka tersebut.

 

Sosok itu tidak merintih lagi, tapi ia menangis. Ia menyerahkan sesuatu pada Tiffany. Sesuatu yang berbentuk seperti kalung dengan manik mutiara. Sesuatu yang terbilang sangat indah.

 

“A-Apa ini?”

 

Sosok itu tidak menjawab.

 

“Kau memberikannya padaku?”

 

Sosok itu mengangguk,”Sentuh. Berpikir. P-Permintaan…”ia mengehentikan kata-katanya sebentar.

 

“Permintaan? Apa maksudmu?”

 

“T-Terkabul…”

 

“Apa?”

 

“O-Orang baik”

 

Itulah kata terakhir yang diucapkan sebelum sosok itu menghilang dari pelukan Tiffany.

 

Flashback End

 

Ia tidak tahu, seseorang sedang mengawasinya dan bersiap untuk menyerangnya.

 

Mengeram dan menggigit.

 

Seseorang itu menggigit leher Tiffany, tapi itu sama sekali tidak membuat gadis itu terkejut.

 

“Berhentilah menggigit leherku, Kim Taeyeon. Jangan berakting seolah-olah kau adalah vampire yang menakutkan.”ketusnya.

 

“Bagaimana kau tahu ini aku?”ujar seseorang yang bernama Kim Taeyeon itu. Laki-laki berumur 19 tahun itu adalah mantan kekasih Tiffany. Mereka melewati masa-masa yang terbilang indah. Setidaknya.

 

“Aku sudah muak dengan geraman jelekmu itu.”

 

Tiffany berjalan pergi meninggalkan Taeyeon.

 

Dulu, Tiffany akan berjinjit untuk sekedar mengecup bibir Taeyeon. Tapi tidak untuk sekarang.

 

“Aku ada pekerjaan di sekitar sini besok malam. Tertarik?”ujar Taeyeon sambil mengikuti Tiffany.

 

“Tidak, aku tidak tertarik dengan project bodohmu itu. Menakuti turis dengan menyamar sebagai vampire? Bukankah itu konyol? Get a life, Kim!”Tiffany terus berjalan.

 

“Ayolah, baby. Bukankah dulu kau menyukainya? Lagipula aku suka melihatmu mengenakan gaun ketat berwarna merah itu. Membuatmu tampak lebih..err..sexy

 

Mendengar itu, membuat Tiffany sangat menyesal menunjukan itu pada mantan kekasihnya itu.

 

“Ngomong-ngomong aku akan bekerja pagi ini”

 

“Aku tidak tanya”Tiffany menjawabnya dengan ketus. Dia bisa saja memeluk Taeyeon karena akhirnya Taeyeon mendapat pekerjaan. Tapi sekarang? Tiffany akan berpikir berkali-kali untuk itu. Ia bahkan tidak ingin bertanya tentang pekerjaan Taeyeon.

 

Seharusnya ia bertanya.

 

Gadis itu mempercepat langkahnya menuju sekolahnya. SoShi School of Art. Saat ia melihat ke belakang, Taeyeon sudah tidak tampak lagi.

 

Tiffany bernafas lega dan masuk ke dalam kelasnya untuk menemui sahabatnya, Jessica Jung.

 

Jessie?”

 

Gadis berambut kecoklatan itu tersentak dan mengalihkan pandangannya dari pensilnya.

 

“Tiff! Kau mengagetkanku!”

 

Tiffany hanya tersenyum lalu duduk di samping Jessica.

 

“Melihat wajahmu, kau habis bertemu dengan si brengsek itu. Benar?”

 

“Lebih tepatnya, tidak sengaja bertemu.”

 

“Entahlah, karena sepertinya ia selalu mengikutimu. Haish, dia membuatku gila. Aku rasa kau harus mengejutkannya dengan alat kejut listrik. Kalau aku jadi kau, aku akan melakukannya.”

 

“Kau gadis manis yang kejam. Pantas saja Yul takut padamu hahaha”

 

“Yeah, kau benar. Tapi aku menyayanginya.”Jessica tersipu malu.

 

“Aku berharap Yul bukan orang seperti Taeyeon.”

 

“Tentu saja bukan!”Jessica membentuk tanda ‘X’ dengan kedua tangannya.

 

Tiffany tersenyum melihat sahabatnya itu.

 

Tak terasa kelas semakin ramai dan pelajaranpun di mulai.

 

“Siapa yang akan menjadi model kita hari ini?”tanya Jessica.

 

“Entahlah, mungkin si tua Mrs.Robbert?”

 

Aku tidak ingin menggambarnya? Wanita tua itu sudah tidak pantas dijadikan model dengan tubuhnya yang sudah berkerut itu”ujar Yul.

 

“Apa yang kau harapkan Yul? Model yang sexy?”

 

Dingin dan menusuk. Itulah Jessica Jung.

 

“T-Tidak, bukan begitu, Sica baby. Bukankah lebih nyaman menggambarnya jika tidak terlalu banyak kerutan? Aku malas untuk menggambar kerutan.”

 

“Teruslah berbohong, Kwon Yul. Aku tahu apa isi otakmu.”

 

“S-Sica, percayalah. Hanya kau gadis yang menggoda di mataku.”

 

Jessica memutar bola matanya.

 

“Ssst, Mrs.Chloe datang”ujar Tiffany.

 

Model baru yang dibawa Mrs.Chloe sangatlah tidak asing di matanya. Dan saat orang itu membuka jubbah yang menutupi wajahnya, Tiffany tidak dapat berkata apapun.

 

“Tiff….”Jessica berbisik.

 

“Tidak mungkin..”Yul tidak dapat berkedip. Sedangkan Tiffany, dia merasa suaranya hilang dan jantungnya berdetak cepat.

 

 

“Ini model baru untuk sketch kita hari ini. Mr.Kim Taeyeon”

 

 

Taeyeon melihat Tiffany dan mengedipkan matanya ke arah gadis itu. Siswa-siswa lain mulai berbisik.

 

“Bukankah dia kekasih Tiffany?”

 

“Ya, kau benar. Wow, dia tampan”

 

Tiffany hanya bisa mengernyitkan dahinya. Ia kembali normal. Ia mengambil pensil yang telah diserutnya dan bersiap untuk menggambar.

 

Taeyeon membuka jubahnya dan memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya yang sangat terbentuk. Dari abs yang sempurna, hingga penis yang berukauran cukup besar. Ia mulai mengambil pose di kasur yang sudah disediakan. Pose yang benar-benar menggoda, ia tampak seperti mengajak gadis-gadis bermain bersamanya di atas kasur. Ditambah lagi dengan tatapan nakal itu.

 

Tiffany hanya bisa menahan rasa muaknya. Tiba-tiba Tiffany teringat akan benda bermanik indah itu.

 

Ia memasukkan tangan kirinya ke dalam saku jacketnya dan menyentuh salah satu butir manik itu.

 

Gatal.

 

Permohonan yang sangat simple dari gadis bermata indah itu.

 

Taeyeon mulai menggaruk sikunya ke permukaan kasur. Tiffany tersenyum tipis melihat itu. Laki-laki itu teteap tenang tanpa merubah posisinya.

 

Tiffany menyentuh manik kedua.

 

Taeyeon mulai gelisah. Ia tidak bisa menahan rasa gatal di hidungnya. Ia menggaruknya cepat lalu kembali ke posisi awal.

 

Ini yang terakhir. Untuk segalanya. Dan untuk yang tidak bisa dikembalikan”pikir Tiffany.

 

Keperawanannya.

 

Itulah yang dimaksud Tiffany.

 

Taeyeon semakin gelisah. Tiffany dapat melihat keringat dingin meluncur di dahi laki-laki itu. Taeyeon berusaha sebisa mungkin menahan rasa gatal yang amat sangat itu. Ia tidak mungkin menggaruk bagian yang cukup memalukan untuk digaruk.

 

Taeyeon tidak tahan lagi, ia mengambil jubahnya dan berlari meninggalkan kelas.

Murid-murid di dalam kelas Tiffany menjadi kebingungan dan mereka berakhir dengan menggambar buah-buahan.

 

——

 

“Ah, aku rasa ada yang salah dengan bajingan itu hahaha. Hebat bukan, Tiff? Rasanya seperti permohonanmu untuk mempermalukannya menjadi terkabul?”ujar Jessica.

 

Yeah. Kau benar.”Tiffany tersenyum.

 

Ia tidak bisa berhenti tersenyum melihat kejadian tadi.

 

Hari ini benar-benar hari yang membahagiakan untuknya. Ia berharap, setelah ini Taeyeon tidak akan menggangunya lagi.

 

*****

 

Di akhir pekan ini, Tiffany merasa sangat bosan. Ia sudah mencoba memainkan berbagai macam game yang ada di ponselnya tapi ia tetap merasa bosan.

 

Ia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur berwarna pink itu dan memejamkan matanya sebentar.

 

Drrrt…

 

Tiffany membuka matanya dan segera mengambil ponselnya yang bergetar.

 

 

 

Sebuah pesan. Dari orang yang sangat tidak ia harapkan.

 

 

 

“AKU DI DEPAN APARTMENTMU. TURUNLAH”

 

 

Tiffany tak membalasnya, tetapi dia tetap turun untuk menemui Taeyeon.

 

 

 

——-

 

 

 

“Mau apa?”ketus Tiffany seraya memasukan tangannya ke saku jacketnya karena udara sangat dingin.

 

“Jalan-jalan”

 

“Aku tidak mau.”

 

Tiffany membalikan badannya dan bersiap untuk masuk ke dalam gedung apartmennya lagi.

 

I love you.”

 

Tiffany menghentikan langkahnya.

 

“Kenapa kau begitu membenciku?”tanya Taeyeon.

 

Kali ini Tiffany tidak bisa menahannya lagi. Dia membalikan badannya dan melihat Taeyeon tepat di matanya.

 

“AKU SANGAT MEMBENCIMU! KENAPA? KARENA AKU SUDAH BODOH MEMBERIKAN SEGALANYA PADAMU, KIM TAEYEON! DAN LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU MALAH MAIN GILA DENGAN TEMAN-TEMANMU DAN KAMU BERMAIN DI BELAKANGKU?! TIDAK KAH KAU BERPIKIR?! KAU PIKIR DENGAN WAJAHMU YANG MENJIJIKKAN ITU KAU BISA MENARIKKU KEMBALI?! MAAF, KIM! KAU SALAH! SEKARANG AKU BERHARAP AKU TIDAK AKAN PERNAH MELIHATMU LAGI. SELAMANYA!”

 

Taeyeon terdiam mendengar Tiffany mencacinya.

 

“Aku mengerti”Taeyeon menunduk,”aku pergi…maafkan aku.”

 

Belum sempat Tiffany membalas perkataannya, sebuah truk melaju kencang dan menabrak Taeyeon. Seketika tempat itu dikerubungi banyak orang.

 

Tiffany menerobos orang-orang itu dan melihat Taeyeon berlumuran darah.

 

Lututnya lemas. Ia tak sanggup berkata-kata.

 

Taeyeon benar-benar sudah pergi.

 

Ia mengeluarkan tangannya dari sakunya, dan sebuah benda dengan manik yang hampir setengahnya menghilang digenggamnya.

 

“Apa yang sudah aku lakukan?”gumamnya.

 

Karena ia merasa sangat marah, ia tak sadar kalau ia mencengkram benda itu. Dan, permintaannya terkabul.

 

Sekarang Taeyeon tidak akan muncul di hadapannya lagi. Selamanya.

 

Tiffany menangis dan menggenggam tangan Taeyeon bersamaan dengan benda bermanik itu.

 

“Aku harap kau kembali. Aku mohon, Kim Taeyeon. Kembalilah”

 

Tak ada respon sama sekali.

 

Tim medis datang dan megangkat Taeyeon menuju rumah sakit. Di dalam ambulance, Tiffany masih menggenggam tangan Taeyeon dan mengharapkan pria itu kembali.

 

Benar-benar tak ada respon.

 

Tiffany menangis semakin keras dan memanggil nama Taeyeon terus-menerus.

 

“Aku minta maaf…TaeTae…”

 

Kau menyesal, hm?”

 

Sebuah suara mengejutkan Tiffany. Ia melihat ke sebelahnya.

 

Malaikat itu.

 

Kau tahu, kau sudah menyalah gunakan benda itu? Membalas dendam dan membunuh orang. Bukankah itu perbuatan keji, Stephanie?

 

Tiffany terus menangis.

 

Malaikat itu menggenggam tangan Tiffany.

 

Kau masih menyisakan satu pearl. Buatlah permintaan terakhirmu. Tapi, bukan permintaan yang meminta untuk menghidupkan pria malang ini. Itu tidak akan berhasil. Kau hanya membuang-buang pearl.”

 

Tiffany terdiam memandangi satu butir manik di tangannya.

 

“Aku…”

 

Ya?”

 

“Aku harap, aku bisa memulai semuanya dari awal lagi.”

 

Hmm, aku juga berharap kau yakin dengan keputusanmu, Stephanie.”Malaikat itu mengelus kepala Tiffany,”watch your wish

 

Setelah mengatakan itu, malaikat itu menghilang. Dan Tiffany tidak dapat mengingat apapun.

 

——

 

Tiffany membuka matanya.

 

Dia melihat langit-langit ruangan yang sangat taka sing baginya.

 

Langit-langit kamarnya.

 

Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali karena mendengar suara di dapur.

 

Ia mulai berjalan ke arah dapur, dan di sana ia menemukan seorang pria yang sedang memasak.

 

“T-Taeyeon?!”

 

“Oh? Kau sudah bangun? Duduklah, aku membuatkanmu sarapan, Princess

 

Tiffany menangis, ia segera berlari dan memeluk pria itu.

 

“T-Tiffany? Baby, kau kenapa?” Taeyeon memeluk Tiffany dan mengelus punggung gadis itu untuk menenangkannya.

 

“Aku tidak mau kau pergi, TaeTae…”

 

Taeyeon tidak menjawab, ia hanya mengeratkan pelukannya.

 

“Kau tahu, Tiff? Kau mengingatkanku pada mimpiku tadi pagi…”

 

Tiffany melihat ke arah Taeyeon.

 

Well, aku bermimpi aneh. Aku bermimpi kalau aku tertabrak truk dan kau berkata kalau kau tidak ingin melihatku selamanya karena aku adalah laki-laki brengsek. Bukankah itu buruk?”

 

Tiffany kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Taeyeon lalu menjawab, “ya, sangat buruk.”

 

Taeyeon terkekeh lalu mengecup bibir Tiffany.

 

“I love you, Hwang Miyoung”

 

“I love you too, Kim Taeyeon”

37 thoughts on “[ONESHOOT] Wishes

  1. wowo pengin liat taeyeon naked itu hehehe…
    taeny pasangan jiwa dan abadi.
    thank you for angel krn memberi pearl ke tiffany utk memutar waktu awal.

  2. ow ow ow taeng naked bikin err…..bgt dah.hehehe
    akhirnya kmbali sperto smula n taeng g jd koid. thor chosenx kpan dlnjut.??

  3. taeng naked? pengen garuk apa taeng? wkkkkk ciyan juga itu si fanny. tapi serem juga minta taeyeon mengilang. hahahah~ pearl

  4. wah kirain sad ending. untunglah TaeNy tetap bersatu.
    arti nya tiffany masii sayang sm tae =3 how sweet
    keren, author! ^^

  5. crita nya kaya mv xiah junsu yg jdulnya heaven,,disitu mh cmn cwe yg mati gtu.. mnta link donk..klo blh mnta mnta dftr list fanfict yah..blh gag ?? biar ga pusing carinya.. atw sms aja ke numbh ini 085703161594
    gomawo ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s