[ONESHOOT/SMUT] Am I Just Your Toy?

[ONESHOOT/SMUT] Am I Just Your Toy? 

YULSIC

 

SNSD, NICOLE JUNG, BOA

 

GENDER BENDER

 

Sebenernya tadi gam au update. Masih shock dgn Yoona LSG hahaha. Tapi kita sbg SONE tgsnya adl ngedukung SOSHI yak an? So, aku gak mau ambil pusing lagi dan keep support Yoona haha. Dan silahkan menikmati selingan NC ini.

 

PLEASE DON’T READ IF YOU DON’T LIKE MATURE STORY. THANKS

 

******

 

 

Jessica’s POV

 

“Hahahaha jadi begitulah semalam, Taeyeon begitu hebat!”tawa Tiffany meledak memenuhi café di miliknya yang sudah tutup dan hanya menyisakan aku, Seohyun, Sunny, dan Nicole. Ia tampak sangat bahagia jika sedang menceritakan tentang Taeyeon.

 

“Hahh, kalau Sooyoung pikirannya makan terus. Bahkan saat berhubungan denganku dia mengoleskan coklat ke atasku”ujar Sunny.

 

“Hey, tapi itu pasti sangat sangat hot, Sunny!”ujar Nicole,”Hyoyeon selalu melakukannya dengan lembut. Aku menyukai caranya memperlakukanku seperti seorang princess”lanjutnya dengan mata berbinar.

 

“Bagaimana denganmu, maknae?”tanya Tiffany tiba-tiba. Semua melihat kea rah Seohyun.

 

“Y-Yoong sangat sabar…ia selalu lembut terhadapku…”jelasnya dengan malu-malu.

 

“Aaah romantis sekaliii”ujar Sunny, Tiffany, dan Nicole secara bersamaan.

 

Jessie? Kenapa diam saja?”tanya Tiffany.

 

“Lupakan saja, Yul pasti memperlakukannya dengan kasar. Jessie, aku heran kenapa kau bertahan bersamanya. Kau tidak sadar kalau cintamu itu bertepuk sebelah tangan, huh? Dan dia hanya menginginkan tubuhmu?”ujar Nicole dan disambut anggukan semuanya.

 

“A-aku…”saat aku akan menjawab, kami dikejutkan oleh bell pintu café yang berbunyi.

 

“TaeTae!”

 

“Hyo!!!”

 

“Tiang! Aku merindukanmu!”

 

”Yoong oppa…”

 

Semuanya memeluk dan mencium pasangan mereka masing-masing. Bahkan maknae. Aku bersyukur dia mendapatkan Yoong.

 

Diantara mereka ada seorang namja yang hanya diam melihatku.

 

“….”

 

“Hai…Y-Yul…”

 

Ia hanya mengangkat alisnya untuk membalas sapaanku dan mengalihkan wajahnya ke arah lain. Sebenarnya yang dikatakan Nicole tidak salah, setiap berhubungan dia tidak terlalu baik padaku. Tapi aku sangat puas karena perlakuannya.

 

“Baiklah, kami pulang dulu…Bye Tiff!”ujar semuanya berpamitan pada Tiffany yang merupakan pemilik café.

 

“Bye kalian! Berhati-hatilah!”balas Tiffany.

 

“…Tiff, aku pulang dulu…”aku ikut berpamitan pada Tiffany saat melihat Yul berjalan keluar café dan meninggalkanku.

 

Tiffany tersenyum khawatir padaku.

 

“Sabarlah, Jessie. Aku tahu dia mencintaimu..”ujar Taeyeon.

 

“Terima kasih, Taeng”aku mengikuti Yul keluar. Ia tampak sudah tidak sabar menungguku.

 

Saat melihatku keluar, ia langsung masuk ke mobilnya tanpa membukakan pintu untukku.

 

Kami terus diam. Yang terdengar di dalam mobil hanya nafas kami masing-masing. Sesekali aku melihat ke arah Yul yang sangat fokus memandang ke jalanan dengan wajah dinginnya. 2 tahun kami menjalani hubungan ini, 2 tahun pula ia tak pernah tersenyum padaku. Aku bahkan lupa bagaimana awalnya kami bisa menjalin hubungan. Mungkin Nicole benar, aku harus mengakhiri ini.

 

“Kwon Yul, turunkan aku.”

 

Ia hanya diam dan menatapku, tampak ada ekspresi bingung di wajah dinginnya.

 

“Hentikan mobilnya dan turunkan aku…”

 

Ia menepikan mobilnya. Aku tak percaya ini. Ia sama sekali tak mencegahku atau apapun.

 

“Mulai sekarang, jangan hubungi aku lagi”ujarku sebelum turun.

 

Dengan kesal aku turun dari mobilnya dan mulai berjalan. Aku menatap ke belakang, Yul turun dari mobilnya tapi tidak mengejarku. Ia hanya melihat kepergianku.

 

Aku memberhentikan taxi. Di dalam taxi aku menangis tentunya. Aku mengirim pesan untuk Tiffany dan mengatakan kalau aku sudah mengakhiri semuanya. Aku sangat sakit jika seperti ini. Tidak pernahkah Yul mengerti?

 

Saat sampai di apatmentku, aku melihat Tiffany. Aku langsung menangis sejadi-jadinya dan memeluknya.

 

I’m not his sex toy…”

 

“I know, Jessie…I know…”

 

Sepertinya setelah itu aku tertidur.

 

—–

 

Aku terbangun karena suara alarmku. Menandakan aku harus segera mandi dan berangkat kerja. Aku sangat malas bekerja hari ini. Apalagi aku hanrus bertemu dengan boss-ku. Aku bekerja sebagai asisten pribadi seorang CEO di perusahaan yang cukup terkenal di Korea. Dan boss-ku adalah dia. Kwon Yul.

 

Setelah mandi aku melihat ada note yang ditempelkan di cerminku. Dari Tiffany. Rupanya dia sudah pulang. Setidaknya dia membuatku merasa lebih baik.

Aku melihat ke arah jam dan segera berangkat kerja.

 

—–

 

“Ini berkas yang harus anda tanda tangani, Mr.Kwon”ujarku dan meletakkan beberapa berkas di mejanya. Ia mengalihkan pandangannya dari laptopnya untuk melihatku sekilas.

 

Aku segera berjalan keluar. Saat aku hendak membuka pintu ruangannya. Sepasang tangan melingkar di pinggangku.

 

“Aku membutuhkanmu, Sica”bisiknya.

 

“Maaf, Mr.Kwon. Aku bukan mainanmu lagi”aku melepaskan pelukannya dan meninggalkannya.

 

“Jessie!”

 

“Unnie! Kau mengagetkanku!”ujarku pada orang itu. Boa. Kwon Boa, dia adalah kakak perempuan Yuri. Ia sangat ramah dan ceria. Berbeda sekali mereka.

 

“Hey, kau apakan adikku semalam, huh?”ia mengetukkan jarinya di kepalaku.

 

“I-itu…”

 

“Aku tidak percaya akhirnya kau tidak tahan juga akan kelakuannya. Aku sudah sering mengingatkannya agar jangan terlalu dingin padamu. Akhirnya terjadi juga”

 

“Begitulah, unnie…Maafkan aku”

 

“Hey, kenapa minta maaf? Si bodoh itulah yang salah haha. Tapi, kau tahu tidak?”

 

Ekspresi Boa unnie, membuatku penasaran. Aku menaikan sebelah alisku.

 

“Dia menangis semalaman. Seorang Kwon Yul menangis itu benar-benar ajaib. Dan saat itulah aku tahu kalau dia benar-benar mencintaimu, Jessie. Ia bahkan memanggil namamu saat dia tertidur. Dan sebenarnya tak jarang ia menceritakanmu pada orang tua kami. Terkadang, ayah dan ibu sangat penasaran denganmu karena Yul selalu membanggakanmu. Tapi karena Yul sangat sibuk, ia tidak pernah sempat membawamu ke rumah”

 

Aku terdiam mendengar penjelasan Boa unnie.

 

“Eh? Aku harus pergi. Aku ada pasien. Bye, Jessie! Senang melihatmu lagi!”

 

“Apa benar begitu?”aku bergumam.

 

Aku terus memikirkan perkataan Boa unnie sampai aku pulang ke apartmentku. Aku benar-benar lelah. Sepertinya setelah mandi aku akan langsung tidur saja.

 

Aku memasukan kode apartmentku. Saat masuk aku menghela nafas. Kenapa hari ini begitu berat?

 

Tunggu.

 

Aku mendengar suara di dapur. Siapa itu? Jangan-jangan ada pencuri. Aku mengambil paying sebagai senjata. Aku mengendap-endap berjalan ke dapur. Saat aku menintip, ternyata dia.

 

“Yul?”gumamku masih mengintip. Ia sedang menata meja makanku dengan lilin dan beberapa makanan yang tampak lezat. Sesekali ia menggaruk kepalanya dan menata ulang mejanya. Wajahnya sangat lucu, aku sangat amat jarang melihatnnya seperti itu. Tanpa sadar aku tertawa kecil, membuat dia melihat ke arahku. Ah, aku memang payah.

 

“Sica?”

 

“Yul?”

 

Sahut kami bersamaan.

 

“Sedang apa kau?”tanyaku.

 

Ia hanya tersenyum tipis dan menunjuk meja makanku dengan kedua tangannya. Ada apa dengan orang ini? Kenapa dia jadi begitu menggemaskan?

 

Ia berlari kecil dan menghampiriku yang masih mematung.

 

“Maafkan aku…”ujarnya.

 

“Maaf, Yul…Tapi-“

 

“Aku mohon…”

 

“A-apa?”

 

Seorang Kwon Yul memohon?

 

“Aku mohon. Kembali padaku…”ujarnya sambil menggenggam tanganku.

 

Aku menarik tanganku,”pulanglah Yul…sepertinya kau sakit.”aku meletakkan tanganku di keningnya.

 

“Aku tidak sakit, aku benar-benar sehat..”ujarnya seraya tersenyum.

 

“Kau belum makan, kan? Aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu. Dan semua tanpa ketimun”ia tersenyum dorky. Aku bahkan tidak tahu kalau dia mengetahui aku tidak suka ketimun. Apakah sebenarnya dia memperhatikanku?

Saat makan, Yul terus mengajakku bicara tapi aku hanya menjawabnya dengan singkat. Sejak kapan dia menjadi secerewet ini?

 

Aku meletakan pisau dan garpuku, dan beranjak pergi saat kami sudah selesai makan.

 

“Ah?”aku terkejut karena Yul tiba-tiba saja memelukku dari belakang.

 

“Jangan tinggalkan aku lagi”bisiknya.

 

Aku berbalik, menatapnya.

 

“Kenapa kau tak mengejarku waktu itu?”

 

“Entahlah, aku memang bodoh. Maafkan aku..”ia menundukan kepalanya.

 

“Yul, lihat aku…”

 

Yul’s POV

 

“Yul, lihat aku…”

 

Aku mengangkat kepalaku untuk melihatnya.

 

“Apa kau mencintaiku?”

 

“Aku benar-benar mencintaimu, Sica”aku menarik tubuhnya, aku memeluknya lagi. Kali ini ia membalas pelukanku. Harunya aku mendengarkan noona agar tak bersikap dingin padanya.

 

Kami melepaskan pelukan kami dan saling bertatapan.

 

“Maafkan aku, aku memang bodoh dan aku tidak pantas untuk-“

 

CHU~

 

Ia mengecup bibirku dan memelukku.

 

“Jangan bicara lagi, bodoh…”

 

Aku tersenyum dan membalas pelukannya. Aku meletakkan tanganku di pinggangnya dan menatapnya.

 

“Kenapa kau menatapku?”

 

Aku tak membalas ucapannya, melainkan langsung melumat bibirnya. Bibir yang sangat aku sukai. Ia terkejut tapi kemudian membalas lumatan bibirku.

 

Aku mendorongnya ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

 

Ciumanku mulai beralih ke lehernya.

 

“Aku akan melakukannya dengan pelan, Sica baby~”ujarku lalu mengecup keningnya. Ekspresinya sangat kaget saat mendengarku memanggilnya ‘Sica baby’.

 

Ini memang bukan yang pertama untuk kami, tapi aku hanya ingin Jessica bahagia. Aku sadar selama ini aku salah.

 

Aku menciumi lehernya lagi dan meninggalkan beberapa kissmark di leher putih itu.

 

“Y-Yul…”ia mulai menyebut namaku saat tanganku membuka kemeja kerjanya. Tangannya ternyata juga sudah membuka kancing kemejaku. Tangan kiriku menelusup masuk ke dalam rok yang ia kenakan. Aku menarik celana dalamnya dan membuangnya sembarang arah. Sesekali aku menghisap lehernya. Ia tak berhenti menggelinjang membuatku semakin tidak tahan. Aku merasakan tangan halusnya di dadaku. Ia meraba perutku dan dadaku yang cukup terbentuk. Aku membuka celana dan celana dalamku.

 

Aku meraba Vnya yang sudah basah dan tak terbungkus apapun.

 

“Y-Yul?! Anghh..”

 

Aku terkekeh mendengar desahannya. Ia memukul punggungku lalu memeluknya.

 

“Kau benar-benar menginginkanku, huh?”godaku.

 

“Cepat lakukan saja tugasmu, Mr.Kwon”aku tersenyum lalu melumat bibirnya lagi.

 

Aku membuka seluruh pakaiannya, termasuk branya. Aku sangat mengagumi ukuran payudaranya. Nipplesnya yang pink dan payudara putih dan mulus itu. Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya.

 

Aku langsung mendaratkan lidahku di nipple kiri Jessica dan memijat-mijat lembut payudaranya.

 

Aku melihat ke arah wajahnya. Ia sedang menggigit bibirnya.

 

“Mendesahlah, Sica baby kkk”aku terus memijat lembut payudaranya, sesekali memainkan jariku di nipplesnya dan menghisap dua buah gundukan itu.

 

“Sshhh..Yul..more..”

 

Akhirnya.

 

Aku menciumi tubuhnya sampai akhirnya wajahku tepat berada di depan Vnya. Aku melumatnya dan memainkan lidahku. Jessica menjepit kepalaku dan menekan kepalaku. Sesekali ia menjambak rambutku.

 

“Yul..a-aku..”

 

Ia menekan kepalaku lebih dalam. Aku memainkan lidahku dan saat itulah cairannya keluar. Aku langsung meneguk habis cairannya.

 

Aku naik dan mengecup bibirnya, tapi dia menarik kepalaku lagi dan melumat bibirku. Kami saling melumat. Sesekali juniorku bergesekan dengan Vnya. Membuatku semakin ingin memasukan milikku.

 

Kami melepaskan bibir kami dan menghirup oksigen.

 

“Bagaimana, Ms.Jung? Kau ingin melanjutkannya? Atau kita berhenti saja?”godaku.

 

“Kwon seobang pabo, tentu saja dilanjutkan”ia tersenyum.

 

“Apa kau ingin langsung ke inti saja?”tanyaku.

 

“Hm? Kau tidak ingin dioral?”

 

Aku menggeleng,”malam ini, aku ingin kau merasakan kenikmatan sepenuhnya, Sica baby”

 

Ia tertawa kecil,”dork”ujarnya.

 

Aku mengecup bibirnya,”ready, princess?”

 

Always, my prince

 

Aku memasukan juniorku dengan perlahan. Sudah kukatakan, ini bukan yang pertama kami melakukannya. Tapi milik Jessica masih terasa begitu sempit. Aku tidak ingin menyakitinya. Dan akhirnya milikku masuk sepenuhnya.

 

Aku memberikan smirk pada Jessica dan berbisik,”I’ll make you fly until you scream my name and beg for more, baby

 

Ia tersenyum mendengar itu. Aku tidak melihatnnya, tapi aku bisa merasakan kalau dia tersenyum.

 

Aku mulai menggerakan pinggulku.

 

Ahh Yul..Too big…”

 

“Apakah kau mengeluh? Atau itu sebuah pujian?”tanyaku sambil menatapnya dan tentu saja masih menggerakan pinggulku.

 

“Tentu saja itu pujian, Kwon seobang…”aku suka caranya memanggilku. Terdengar lucu dan yang paling specialadalah, panggilan itu hanya untukku.

 

Aku mempercepat gerakan pinggulku.

 

Ahhh…faster Yul..P-Please..”Jessica tak berhenti mendesah. Aku menurutinya.

 

“Ahhh!”dia berteriak saat juniorku tepat mengenai spotnya. Aku terus menusuk spot yang sama. Agar orang yang aku cintai ini merasakan kenikmatan terus-menerus. Aku terus menatap wajahnya. Ia memejamkan matanya, dengan bibir sedikit terbuka. Dia benar-benar sempurna. Bibir tipis itu, wajah tanpa cacat. Benar-benar seorang malaikat.

 

Pandanganku beralih pada dua gundukan indah yang sedari tadi bergerak naik-turun. Aku segera memegang dua gundukan itu dan menghisapnya kuat.

 

“Ahhh! Yulll!”aku senang mendengarnya mendesahkan namaku. Aku menambah tempoku. Membuatnya berteriak dan mendesahkan namaku terus menerus.

 

“Y-Yul aku…Ahhhh…!”

 

Ia orgasme, aku bisa merasakannya.

 

“S-Sica…!”aku menyemburkan sperm-ku di dalamnya.

 

Aku ambruk dia atasnya.

 

“Kwon seobang~ Kau berat..”aku terkekeh mendengar ucapannya dan langsung pindah ke sebelahnya.

 

Kutarik selimutnya untuk menyelimuti kami berdua.

 

“Tidurlah”aku mengecup puncak kepalanya dan mendekapnya.

 

Kami terdiam cukup lama.

 

“Seobang…”

 

“Hm? Kau belum tidur?”aku menatapnya dan mengelus kepalanya.

 

Thank you. I love you, Seobang…

 

I love you too, Sica baby. Please don’t leave me..And, I’m sorry

 

Jessica tersenyum dan mengangguk, lalu ia memejamkan matanya.

 

Jessica’s POV

 

People change.

 

Ungkapan itu memang selalu benar. Contohnya seperti pria itu. Pria dingin dan pendiam itu. Sekarang menjadi dork, dan benar-benar cerewet. Ia sangat memperhatikanku lebih dari sebelumnya, tapi aku sama sekali tak keberatan. Aku sangat senang.

 

“Jadi…tidak jadi putus?”goda Nicole.

 

Aku tersenyum.

 

“Hahh aku tahu, dia pasti mencintaimu!”ujar Taeyeon, membuat semuanya tertawa.

 

Kini kami semua sedang berkumpul di café milik Tiffany.

 

Bell pintu masuk berbunyi. Kami langsung mengalihkan pandangan kami.

 

Saat itu pula aku tersenyum. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh café sampai akhirnya mata kami bertemu dan dia tersenyum lalu berjalan ke arah kami.

 

Ia mengecup keningku, membuat teman-teman kami berteriak dan menggoda kami.

 

Aku malu, tapi juga senang. Sangat senang.

 

“Nah, karena Yul sudah di sini. Kita harus mendengar cerita kalian berdua mengenai isi perut Jessica”ujar Sooyoung.

 

Aku dan Yul saling bertatapan. Yul menggaruk belakang kepalanya dan tersenyun bodoh. Sedangkan aku memberinya death-glare.

 

“Argh! Semua itu karena si bodoh ini!”aku menjambak-jambak rambutnya. Sebenarnya aku hanya gemas melihat wajah Yul yang begitu bodoh.

 

“Aish! Sakit, baby.. Hey, kalian tolong aku!”

 

Semuanya tertawa. Kami menjadi pusat perhatian.

 

Aku melepaskan jambakanku. Yul mengusap-usap kepalanya lalu memeluk pinggangku.

 

“Kami akan menikah bulan depan, benarkan, baby?”

 

Aku terkejut mendengar ucapannya. Ia hanya membalas tatapanku dengan wink.

 

Whoa, really? Congratulation!!!”ujar Tiffany memelukku. Lalu semuanya ikut memeluk kami berdua.

 

Akhirnya. Aku merasakan kebahagian. Dan ungkapan tentang cintaku bertepuk sebelah tangan? Semuanya bohong.

 

END

 

STAY AWESOME, SONEs! ME LOVE YOU, GUYS!\m/

 

© KZSNE 2013

 

 

 

 

38 thoughts on “[ONESHOOT/SMUT] Am I Just Your Toy?

  1. OH MY GOD!!!!
    UNTUNG AKU BACANYA sehabis subuh,,, fiuuuhhh………
    hahahahh tapi yul karakter apapun dia,, tetaplah kece hahahah
    kwon seobang tetaplah hanya untuk sicababy hahahah itu harga mati hahaahh
    ow…. jadi mereka semua sering bermain begituan? huahahahahahhahahah……..

  2. obrolan cafe yg sangat Eerrr~ wkwkwkwk
    aahh yulsic tu mang dr dlu cllu cocueet :3 lo abis brantem ujung”na tmbah manis kelewat manis malah
    gue suka dah crita na b

  3. Uuuuhhhh……pagi2 sarapan nya hot dach….gila dr taon bru smp hari ini napa ff yg gw bca yulsic nc mulu….wkwkwk….
    Bt yoonhyun….aduh bingung mau bilang apa….
    Ya udah lh lanjut thor…….

  4. OMG..sweet banget akhirnyaaa…
    Sica dihamili trnyata..ckckkcc..hahaha..ngakak ak bacanyaa

    encehnya lg yaa
    hjahahahahaha

  5. annyeong ……

    waawwwwww ,,, So Aku kira mreka dah menikah ….trnyata..
    Aish, dah lama gak bca NC gemeteran masa .. YulSic …..><

    yeah, semua shock soal Yoong,,,, and today d kjutkan lagi dengan SOOYOUNG my shikshin yng baru d kompir,, pacaran satu tauuuun …. cukkae lah ….#Apaini
    dah lah, msh shock lah …..

    ini kren thor ….dtunggu next update nyahhh….
    SEMANGAAAAAAAAAT

  6. wah… NC🙂 !!!
    yulsic emeng daebak lah…
    SOOSUN & YOONHYUN ……… no comment lah buat couple ini *galau*
    Taeny tetep mesra🙂
    huuft ….😦 sekarang tinggal couple favorite gue yg bertahan🙂 taeny&yulsic

  7. sweet yul..
    gk nyangka aja yul bsa nangis kyk gtu..
    q kira laki2 gbs nngis eh ternyata salah..
    akhirnya yul sadar klo ternyata dia cinta mati sama sica..
    yulsic daebakk!!

  8. diawal kaget, tumben yul pendiem. biasanyanya heboh sana sini. tapi akhirnya kwongul akan menikag sama sica.. heehhe. happu ending, yulsic sweet moment ^^

  9. Annyeong🙂
    haduh Yul bsa soker deh.,,
    ksihan jga ktika para wife kmpul dan sling tuker crita pengalaman mreka🙂
    bru dtinggal Sica langsung sadar deh tu Yul nya -,-
    tpi aku ska moment mreka mungkin krena ada smutnya😀😆

  10. Hotness overload!!!
    ah, Yul seharusnya dengerin Kakak kamu lah~
    and untung aja Kak Boa mbilangin Jessica…
    kalo tak, udah hilang tuh Sica…memang Babo Kwon…
    mantab dah critanya!

  11. panas kak disini hawanya.. NCNya bikin ehmmm hahahahaha
    yul yul, sok angkuh. apa cb motivasinya sedingin itu? errrrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s