I am Seohyun[1]

I am Seohyun[1]

 

SNSD(YULSIC)

 

GENDER BENDER

 

Title : Best Christmas Gift

 

 

So, aku kembali dengan FF ini. Sebenernya ini ga pure punyaku. Cuman ini aku angkat dari sebuah novel yg aku lupa namanya-_- krn udah lama banget dan tiba-tiba aja keinget hahaha dan kl blh jujur ak jg ga trlalu inget alurnya._. Jadi FF ini akan berbentuk ONESHOOTs. Dan aku memutuskan untuk mengawali kisah2 ‘I am Seohyun’ dengan FF YULSIC SPECIAL CHRISTMAST INI! X)

 

 

 

*****

 

London, 23 December 2013

 

Jessica’s POV

 

“Aku duluan, Jessie! Sepertinya aku akan pulan sedikit malam hehe”ujar Tiffany, sahabatku. Dia pergi seraya menggandeng kekasihnya, Kim Taeyeon. Entahlah, mereka sudah terikat sejak kami lulus SMA.

 

Di sini lah aku. Di toko mainan ini. Sendiri. Hanya ditemani beberapa mainan.

 

Huft. Padahal sudah pukul 8.30 tapi masih sangat banyak orang tua yang mengajak anaknya kemari, bahkan ada bebrapa couple yang datang. Sedihnya, aku masih single.

 

Aku melihat keluar jendela. Suasana malam di London dan bersalju cukup membuatku terhibur.

 

Pukul 11.30 PM.

 

Akhirnya, semua pelanggan sudah pulang. Aku pun memutuskan untuk mengunci pintu toko mainan yang kubangun bersama Tiffany ini lalu kembali ke dalam untuk menenangkan diri dan meminum secangkir kopi. Lagipula, untuk apa aku pulang ke apartment, Tiffany juga pasti masih berkencan. Kalau tidak, dia akan panic dan menelponku berkali-kali.

 

DRRTTT…

 

Mom?”

 

Jessie…kau sudak selesai bekerja, nak?”

 

“Tentu, ada apa, Mom?

 

“Hanya ingin memberitahu bahwa aku akan ke London malam ini, jadi besok aku bisa memberikan putri kecilku ini hadiah natal haha. Atau…kau punya hadiah untuk Mom? Seorang menantu mungkin?”

 

Mom, kau tahu aku tidak punya waktu untuk itu. Aku masih ingin bekerja…”

 

Mom terdiam. Aku sangat mengerti, ia pasti sedih. Sangat sedih.

 

“Baiklah…Mom, aku akan tutup teleponnya. Jangan terlalu memikirkan aku. Kau juga harus perduli pada kesehatanmu sendiri, okay? Love you, Mom…”

 

Aku sedikit menintikan air mataku setelah menutup telepon.Sejujurnya aku merasa sangat kesepian. Aku juga menginginkan kekasih seperti teman-temanku yang lain. Apalagi, usiaku ini….

 

Tuk…Tuk…

 

Aku tersentak karena mendengar ketukan dan mengarahkan pandanganku ke pintu kaca toko ini. Seorang anak yang berumur kira-kira 15 tahun, berdiri di sana sambil mengetuk pintu kaca. Aneh, aku memandangnya. Dia berpakaian serba hitam dan terus mengetuk pintu kaca.

 

Aku menghampirinya dan berkata bahwa kami sudah tutup dengan cara menunju tulisan ‘CLOSED’ yang terpampang jelas di pintu. Tapi ia terus mengetuk pintu kaca ini. Akhirnya, aku membuka pintu ini, karena kasihan dan bisa saja dia kedinginan di luar sana.

 

Setelah masuk ke dalam toko ia langsung melihat ke arah rak mainan di toko ini. Lalu ia berbalik menatapku.

 

Aku berjongkok untuk mensejajarkan tinggiku dengannya. Dia cukup kecil untuk anak 15 tahun jaman sekarang.

 

“Sudah menemukan apa yang kau cari, gadis kecil?”tanyaku seraya tersenyum.

 

Ia mengangguk dengan semangat, lalu menarik tanganku ke belakang toko. Ia menunjuk ke arah mainan yang berupa pangeran sedang menunggangi kuda putih. Aneh sekali, ia memilih mainan yang sudah 5 tahun lamanya tidak ada yang menyentuh.

 

“Kau ingin itu?”

 

Ia mengangguk lagi.

 

Aku berusaha mengambilnya, cukup sulit. Karena tinggiku sejujurnya juga tidak pantas dengan usiaku. Anak itu menarik ujung bajuku dan menunjuk ke arah tangga yang terletak disebelahku. Aku merasa sangat bodoh.

 

“Ini, mainan yang kau inginkan…”ujarku seraya tersenyum ke arahnya.

 

Ia tampak senang dengan mainan itu, tapi kemudian ia tampak sedih lagi setelah merogoh sakunya.

 

“Ambil saja, anggap saja itu sebagai hadiah natalmu…”aku mengusap kepalanya. Ia mengangguk senang dan berjalan ke arah pintu keluar.

 

Tapi ia berhenti dan berbalik menatapku. Ia menghampiriku lagi. Aku sangat terkejut saat ia melepas pangeran itu dari kudanya dan memberikannya kepadaku.

 

“Kau memberikan ini…padaku?”

 

Ia mengangguk.

 

“Terima kasih, tapi…apa kau tidak kasihan melihat pangeran ini terpisah dari kudanya?”

 

“Hadiah yang tepat, dan terbaik untuk orang berhati mulia sepertimu, Ms. Jessica Jung…”ujarnya seraya tersenyum.

 

Aku tersentak mendengar dia menyebutkan namaku dengan lengkap. Aku memeriksa bajuku. Aku sudah melepas name tag-ku. Aneh sekali.

 

DRRRTTTT…

 

Aku mengambil handphone-ku dari kantong.

 

“Halo…?”

 

OH MY GOSH!”

 

Aku menjauhkan ponselku dari telingaku. Dasar, Tiffany Hwang. Rupanya dia sudah pulang dari kencannya.

 

“Ada apa?”

 

“JAM BERAPA INI?! OH MY GOSH! AKU SANGAT KHAWATIR PADAMU, JESSIE!”

 

“Tenanglah, aku akan pulang sekarang. See ya

 

Lebih baik aku segera pulang. Aku membereskan barang-barangku, termasuk boneka pangeran itu.

 

Saat sampai di apartment. Tiffany menghujamku dengan ribuan kata yang mengatakan dia khawatir bla bla bla. Terkadang dia lebih cerewet dari Mom. Tapi aku menyayanginya.

 

Aku masuk ke dalam kamar dan membanting diriku ke atas kasur. Aku mengeluarkan boneka pangeran itu dari tasku.

 

“Hey kau…mulai sekarang kau adalah milikku. Aku akan menamaimu, Yul…sesuai dengan nama yang tertera di box mu itu. Prince Yul”

 

Bodoh, aku sangat kesepian sehingga berbicara dengan benda mati. Aku memeluk Yul dan tertidur.

 

——–

 

London, 24 December 2014

7.00 AM

 

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Aku masih sangat mengantuk. Tapi aku tersadar, aku tertidur dibaluti selimut. Seingatku tadi malam… hmm, mungkin Tiffany.

 

Hari ini aku tidak makan siang dengan Tiff, karena Mom menelponku dan mengatakan bahwa ia sudah sampai di London dan mengajakku makan siang. Tadinya Tiffany ingin ikut. Tapi, Taeyeon datang.

 

Mom mengajakku bertemu di SoShi café. Dulu aku dan Tiffany sering ke sini saat kuliah. Alasannya? Karena café ini berwarna pink. Dan Tiffany sangat suka pink.

 

“Mom?”panggilku kepada wanita paruh baya yang sedang meyesap sebuah benda yang kusebut racun.

 

Ia melihatku dan mematikan rokoknya. Setidaknya ia masih menghargaiku dan ingat kalau aku sangat tidak menyukai rokok. Sebnarnya dia bukan perokok. Tapi semenjak Dad meninggal dia jadi menyukai benda itu. Aku juga tidak bisa melarangnya.

 

“Hai Jessie.. Mom tahu kau akan menemukan pasanganmu.”ujarnya seraya tersenyum dan mengecup keningku.

 

“A-apa?”

 

“Duduklah, kau sudah makan?”

 

“Aku sudah makan”jawabku.

 

“Seharusya aku sudah tahu, kau pasti sudah makan dengan kekasihmu itu hahaha”

 

Aku semakin bingung dengan ucapan Mom.

 

Mom, ingin memberimu ini, Jessie…”

 

Ia mengeluarkan sepasang cincin.

 

“Ini…”

 

“Ini milik nenek dan kakekmu. Dulu, mereka berikan pada Mom, dan berkata Mom boleh memakai ini saat sudah menemukan orang yang tepat. Dan sepertinya ini saatnya Mom memberikan ini padamu.”

 

“Orang yang tepat? Aku bahkan belum-“

 

Oops! Mom harus pergi, Mom ada janji dengan beberapa teman. Titipkan salamku untuk Tiffany. Bye, Jessie..Mom menyayangimu”ia mengecup keningku. Meninggalkanku dalam keadaan bingung.

 

Aku kembali ke toko mainan karena jam makan siang sudah berakhir.

 

“Jessie,kau bisa bantu aku di- whoa

 

Tiffany tercengang menatapku.

 

“Tiff? Ada apa?”

 

Bukannya menjawabku dia malah menarikku ke bagian belakang toko.

 

“Kenapa kau tidak pernah cerita kau sudah punya kekasih?”

 

“Apa? Tunggu. Mungkin ada kesalahan, aku-“

 

“Kau ingin bilang kalau kau belum memilikki kekasih? Kau ingin merasakan tinjuku, Ms.Jung?”

“Tapi aku benar-benar tidak mengerti. Tadi Mom, sekarang kau juga? Oh, tidak…”

 

“Hey, aku tanya padamu. Kalau kau tetap menyangkal, siapa pria tinggi, georgeus and tan outside there?”

 

I have no idea

 

“Huft, kau tidak asik, Jessie. Baiklah, kalau kau masih menyembunyikan identitasnya. Aku yakin kau akan memberitahuku nanti, benar kan sahabatku? Kkk”

 

Ia meninggalkanku mematung. Tiffany keluar dengan melompat bahagia seraya bernyanyi kecil “Sahabatku mempunyai kekasih” berulang kali.

 

Kami menutup toko lebih awal hari ini. Tiffany ada kencan dengan Taeyeon sementara aku memutuskan untuk pulang dan tidur. Aku akan bangun siang besok. Karena besok adalah natal dan tidak ada yang namanya berkerja.

 

——-

 

“Yul, kau tahu? Hari ini semua berkata aku memiliki kekasih dan memberiku selamat. Aku tidak tahu mereka serius atau hanya mengejekku. Kalau itu hanya permainan, tidak tahukah mereka itu menyakitkanku? Huft…”

 

Aku menatap Yul yang tidak bergerak. Tentu saja. Apa yang kuharapkan? Dia hanya boneka. Aku memutuskan untuk tidur.

 

London, 25 December 2013

8.30 AM

 

Aku menggeliatkan badanku. Aneh sekali, di pagi yang seharusnya bersalju dan dingin. Aku merasakan hangat. Hangat yang belum perah kurasakan. Hangat dan sangat nyaman.

 

Aku membuka mataku, dan aku sangat terkejut melihat sepasang lengan kekar melingkar di pinggangku.

 

“KYAAAAAA!!!!”

 

Pria itu terbangun. Aku turun dari kasur dan memukulnya denan bantal berkali-kali.

 

“Kau siapa? Dan mau apa, huh?”

 

“Hey! Hey! Jessica Jung! Tenanglah ini aku! Kwon Yul! Prince Yul!”

 

Yul? Itukan…

Aku memukulnya lebih keras.

 

“Pembohong! Yul itu boneka! Pervert!”

 

Ia turun dari kasur dan berusaha menghentikanku.

 

“KYAAAAAA!!!!”aku berteriak lebih keras dari yang tadi, karena ia tidak memakai busana apapun. Aku melempar bantal yang kugunakan untuk memukulnya. Ia menangkapnya dan menutupi bagian ‘itu’ dengan bantalku. Mungkin aku akan membuang bantal itu setelahnya.

 

“B-bisakah kau berikan aku pakaian? Dan…aku akan jelaskan semuanya.”

 

Benar. Pakaian. Bagaimana bisa aku berkonsentrasi mendegarkan dia bicara tanpa pakaian dan menunjukan absnya yang- HEY! SEKARANG AKULAH YANG PERVERT!

 

Aku berjalan keluar kamar tanpa mengatakan apapun lalu masuk ke dalam kamar Tiffany. Seingatku Taeyeon meninggalkan pakaian yang sedikit kebesaran di sini.

 

Bingo!

 

Baju berwarna biru dan celana training ini mungkin pas untuknya.

 

Setelah itu, aku melempar pakaian itu ke arahnya.

 

——

 

“Aku bisa jelaskan…”ujarnya.

 

“Baik. Jelaskan.”ujarku dingin.

 

“Aku, Yul…sungguh, aku tidak mengada-ada…”

 

“Bagaimana aku bisa percaya?”

 

“Kau ingin bukti? Aku bahkan mengenalmu selama 5 tahun.”

 

5 tahun?

 

“Sekarang percaya?”

 

“I-Itu belum cukup.”ujarku memalingkan wajahku darinya.

 

Ia mendekatiku dan memelukku. Sejujurnya, aku sangat menyukai pelukan ini.

 

“Sadarkah kau apa saja yang terjadi sejak kau menerimaku?”

 

Aku bisa merasakan nafas hangatnya di leherku.

Aku mengingat kejadian aneh sejak aku menerima boneka pangeran itu.

 

“Kalau ini benar Yul milikku, bagaimana bisa kau-“

 

“Aku dikutuk”jawabnya seraya menatapku dan tersenyum tanpa melepas pelukannya.

 

“M-Maksudmu?”

 

“Aku…benarlah seorang pangeran. Aku dikutuk oleh kakakku karena ia tidak ingin aku mengambil tahtanya.”

 

Aku menatap matanya lekat, tidak ada kebohongan sedikitpun.

 

“Kau percaya padaku? My princess?”

 

Aku menatapnya yang sedang tersenyum dork. Aku menganggukkan kepalaku. Mungkin inilah hadiah Tuhan untukku.

 

Yul menatapku dan aku juga menatapnya.

 

“Mungkin aku harus terbiasa dengan suaramu, Sica baby kkk”

 

Wajahku memerah menahan malu, mengingat aku berteriak seperti seekor lumba-lumba tadi.

 

Ia tersenyum dan akhirnya. Kalian tahu akhirnya. Bibir kami saling menempel.

 

“OH MY GOSH!”

 

Kami melepas ciuman kami dan melihat ke arah pintu. Tiffany berdiri bersama Taeyeon dengan wajah terkejut mereka. Hmm, mungkin hanya Tiffany. Karena Taeyeon sedang sibuk memotret kami.

 

I knew it, Jessica Jung! Kau pasti memiliki kekasih!”ia menjentikkan jarinya.

 

“Hai, maaf aku lupa memperkenalkan diri. Aku Kwon Yul. Kekasih Jessica”

 

“Senang bertemu denganmu, Yul. Aku harap kau tahan bersama nenek sihir itu kkk”ujar Taeyeon. Aku memberinya death glare. Sementara Tiffany sibuk memberiku selamat. Kami berakhir dengan makan bersama.

 

Tiffany dan Taeyeon sedang menonton TV di ruang tengah. Sementara Yul membantuku membersihkan piring.

 

“Melihat keahlianmu mencuci piring. Sepertinya aku meragukan kau adalah seorang pangran Yul kkk”

 

Ia hanya melirik ke arahku lalu memamerkan senyum manisnya.

 

Hening.

 

Entahlah. Ini terasa sangat canggung. Memang kami sudah mengenal selama 5 tahun. Secara tidak langsung.

 

CHU~

 

Yul mengecup pipiku tiba-tiba. Yang aku rasakan sekarang? Tidak ada selain bahagia yang amat sangat.

 

“Sica…”

 

“Hm?”entahlah, aku suka cara dia memaggilku. Sedikit berbeda.

 

“Haruskah kita melanjutkan yang tadi?”

 

“Apa?”

 

Tanpa menunggu jawaban dariku, dia mencium bibirku dan memluk pinggangku. Aku mengalungkan tanganku di lehernya. Menikmati ciumannya di bibirku.

 

Kami mengakhiri ciuman kami karena membutuhkan udara.

 

“Sica, ini…”ia melepas sebuah cincin dari kelingkingnya.

 

“Cincin itu…”ia memasangkannya di jari manisku.

 

“Ini cincin kakek dan nenekmu. Karena aku sudah memasangkannya padamu…aku ingin kau memasangkan yang ini di jariku hehe”

 

Aku dengan senang hati menurutinya. Setelah itu ia memelukku.

 

I love you, Sica baby”ia menatapku.

 

I love you too, Kwon….Seobang?”

 

Seobang berarti Hubby di Korea. Karena dulu Mom, memanggil Dad seperti itu. Tidak ada salahnya aku mengikuti.

 

“Seobang? Aku suka itu kkk”ia memelukku lagi.

 

Entahlah siapapun kau, gadis kecil dengan pakaian hitam itu. Tapi aku sangat sangat berterima kasih padamu.

 

This is my Best Christmas Gift.

 

END

 

DON’T FORGET,

 

STAY AWESOME, SONEs!!!!

 

ME LOVE YOU POKOKNYA! X)

AND MERRY CHRISTMAS!!!

23 thoughts on “I am Seohyun[1]

  1. KYAHAHAHAHAHHA,,, aigo…. sica udah pervert hahahaha
    aigo,,,momo,,omo,,hahahahahh mereka lucu sekali hahah
    yul harus menyiapkan penutup telinga jika sedang bersama jesica hahahah
    sebenarnya masih penasaran kenapa fany ma momy tahu bahwa sica udah mempunyai kekasih? hhahahah
    omo..omo.. kisseu nya hahahahah

  2. Kykx gw slh baca, ato authorx yg slh tulis?
    Huaaa…..someone plis help me! Tolong blg klo 22x bnr! Cz gw plg bete klo udh ada 3 huruf E-N-D tiap epep yulsic keren yg gw baca T3T

  3. agak ngbingungin sihh tp seru ceritanya
    suka bgt klo yulsic pamer kmesraan trus bgini hha
    byunyul kumat, sgla mau lnjutin ituuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s