[TWOSHOOT/END] True Love Kiss 2

[TWOSHOOT/END] True Love Kiss 2

YULSIC
GENDER BENDER

 

*****

Yuri’s POV

 

Ini sudah 1 minggu lebih aku menetap di kampung halamanku, dan selama 1 minggu ini aku tidak berkunjung ke kuil itu. Padahal tadinya aku akan pergi ke sana. Ini dikarenakan orang tuaku ingin menghabiskan waktu  bersamaku. Yeah, aku memaklumi itu. Aku juga sudah bertemu dengan teman-temanku di saat aku kecil dulu. Hanya saja aku belum bertemu dengan Sooyoung si tukang makan yang sekarang berprofesi menjadi arsitek di USA. Dan kudengar dia akan pulang dalam waktu dekat ini.

 

Tapi hari ini, aku akan ke sana dan menemui Queen Jessica. Entahlah, sepertinya aku benar-benar sudah gila karena merindukan patung aneh itu.

 

Saat aku membuka pintu kuil tua itu, suara pintunya menggema di ruangan sepi yang cukup besar itu. Aku menginjakan kakiku dan masuk ke dalamnya.

 

“Aku membawakanmu makanan.”aku meletakan sekotak makanan yang kubuat sebelum kemari, aku pun juga memakan masakanku itu.

 

Bodoh.

 

Apa yang kuharapkan? Kenapa aku sangat yakin kalau dia bisa mendengar ucapanku, melihatku, bahkan memakan makananku.

 

“Kwon Yul, kau menyedihkan”runtukku pada diriku sendiri.

 

Aku beranjak meninggalkan kuil itu. Entah apa yang aku pikirkan, aku berbalik lalu mengecup bibir patung itu lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sepertinya Mom benar. Aku harus segera mencari calon pendamping.

 

—–

 

Sudah 5 hari aku tidak pergi ke tempat itu. Dan hari ini aku memutuskan untuk mengunjungi patung aneh itu.

 

“Salju?”aku heran mengapa aku menatap salju yang turun itu dengan aneh. Hm, padahal sebentar lagi adalah hari natal, dan ini memang sudah memasuki musim dingin.

 

Saat aku masuk ke dalam kuil itu. Aku mengerutkan keningku karena kotak makan yang kutinggalkan sudah kosong. Siapa yang memakannya? Bukankah hanya aku yang sering kemari. Itupun secara diam-diam.

 

Aku melihat sesuatu yang janggal di kuil ini. Dan akhirnya aku menyadari kalau…

 

PATUNG QUEEN JESSICA HILANG.

 

Aku sangat panic dan berusaha mencari patung itu. Apa mungkin, dicuri? Aku merasa sangat kehilangan. Aku terkulai lemas dan duduk di lantai kuil yang dingin itu.

 

Tap…tap…tap…

 

Aku mendengar suara langkah kaki. Aku langsung mencari sumber dari suara itu, tak lupa kedua tanganku bersiap mengeluarkan gumpalan angina untuk membela diri.

 

BRUKK!

 

Aku terjatuh karena sesuatu menabrakku. Dan saat aku membuka mataku, seorang wanita yang benar-benar cantik. Wajahnya yang putih dan cerah, bibirnya. Dia seperti….Queen Jessica?

 

Belum sempat aku berkata, bibir yang baru beberapa detik lalu aku kagumi sudah menempel di atas bibirku. Hangat. Rasanya sangat familiar.

 

“Kenapa kau jarang kemari akhir-akhir ini? Aku merindukanmu…”ujarnya saat melepas ciuman kami, tapi belum beranjak dari atas tubuhku.

 

“A-apa…?”

 

“Kau tidak ingat padaku, Kwon Yul? Kau tidak mengenaliku?”ia akhirnya beranjak dan duduk di hadapanku.

 

I have no idea!

 

Siapa dia?

 

“Aku Jessica…”

 

“J-Jessica?”

 

APA?! BOHONG!

 

“Memang sulit untuk percaya. Tapi…aku memang patung es itu…”jelasnya.

 

Aku masih diam, tak berkedip.

 

“Ngomong-ngomong, aku suka masakanmu. Terima kasih”

 

Ia tersenyum, sangat manis. Dia tidak pantas dijuluki Snow Queen. Karena aku hanya merasa hangat di cuaca dingin ini.

“Kau masih tidak percaya?”raut wajahnya tampak begitu kecewa. Tapi setelah itu ia mengusap tangannya, dan munculah salju yang sangat indah di antara telapak tangannya.

 

“Sekarang percaya?”

 

Jujur saja bukannya tidak percaya, tapi…

 

“A-aku bukannya tidak percaya, hanya saja aku tak mengira kau sangat, sangat cantik…”

 

Ia tersenyum setelah mendengar ucapanku dan langsung memelukku.

 

“I love you, Kwon Yul”

 

Aku tidak pernah mendengar pengakuan langsung dari gadis yang baru saja aku temui. Tapi jika dipikirkan secara logika, ia sudah mengenalku sangat lama. Ceritaku dan semuanya.

 

Aku menatap ke arah bajunya.

 

“Sepertinya kau harus mengganti pakaianmu, Miss-“

 

“Cukup panggil aku Jessica, Yul…”ujarnya dalam keadaan masih memelukku.

 

“Baiklah, pertama kau harus melepaskan pelukanmu dulu, Jessica…”

 

Ia menatapku lalu mengerucutkan bibirnya. Ya Tuhan, kenapa dia menjadi sangat imut?!

 

“Lepas?”

 

Aku mengangguk,”nanti kau boleh memelukku lagi, tapi sekarang kita harus pergi dan mencarikanmu pakaian” aku mengelus kepalanya.

 

——

 

Sekarang dia sudah berpakaian seperti orang-orang masa kini. Sepanjang perjalanan, ia terus menggandeng tanganku. Dia benar-benar menggemaskan.

 

“Hm, Yul…aku ingin bertanya. Tapi, Yul jangan marah ya”

 

“Bertanya? Kkk, baiklah Yul tidak akan marah, Sica”aku tersenyum lalu mengelus kepalanya lagi.

 

Ia tersenyum, sepertinya ia senang dengan panggilan dariku.

 

“Bagaimana…um…kau mengendalikan kekuatanmu?”

 

“Kekuatanku? Hmm, maksudmu ini?”aku menitupkan angina kecil dari tanganku ke wajahnya.

 

Ia tersenyum dan aku menatapnya sebentar.

 

“Aku mengira kau sudah bisa mengendalikan kekuatanmu, Sica.”

 

“Aku?”

 

“Ya, tanpa sarung tanganmu, kau tidak membekuakan apapun yang kau sentuh sekarang. Termasuk aku.”

 

Ia menatap tangannya lalu tersenyum. Ia melompat dan memelukku.

 

“Ucapan peramal itu benar…”gumamnya.

 

“Peramal?”

 

“Dia bilang kekuatanku akan stabil jika ada tindakan cinta sejati…kau menciumku Yul…”

 

Aku langsung mengingat kejadian itu.

 

“Hmm, aku rasa bukan itu yang dimaksud, Sica…”aku mencubit gemas pipinya.

 

“Maksudmu?”

 

“Dengar, untuk apa kau membekukan dirimu saat itu?”

 

“Aku? Tentu saja melindungi rakyatku dari…monster…”suaranya terdengar lirih.

 

Aku mengecup puncak kepalanya.

 

See? Itulah tindakan cinta sejati, Sica…jadi kau tidak usah takut. Aku yakin rakyatmu sangat bangga mempunyai pemimpin yang rela mengorbankan dirinya.”

 

“Benarkah itu, Yul?”ia menatapku. Aku mengangguk dengan yakin.

 

Ia memelukku, lagi.

 

Entahlah, aku rasa cerita ini bukan tentangku. Tapi, tentang dia. Jessica ‘The Great Snow Queen’

 

Kisah yang sama sekali dulu tidak aku percaya. Dan sekarang, tokoh utama dalam cerita itu menjadi kekasihku. Bahkan, orang yang paling kusayang dalam hidupku. Darinya, aku banyak belajar bagaimana caranya mengorbankan diri untuk melindungi orang banyak dan tanggung jawab yang besar.

 

Natal kali ini, sama sekali tidak terasa hampa seperti natal yang selalu terasa biasa saja. Aku mendapatkan kado yang sangat fantastis. Yaitu, dia.

 

Kisahku?

 

Hmm, mungkin akan kubahas nanti.

 

TBC

 

Garing? Iyakan? Oke sip hehe. Sorry guys._.

Otakku bener2 lg mampet buat ini. Maaf sebesar-besarnya 

 

Don’t Forget

 

STAY AWESOME, SONEs!!!

21 thoughts on “[TWOSHOOT/END] True Love Kiss 2

  1. Annyeong🙂
    aku bru msuk sini sdh bca yg ini🙂
    tpi aku gk bingung bca nie part malah seneng lgi😆
    ini TBC??? aku bca judulnya twoshoot, tpi knp TBC??
    berarti ada lanjutanny dunkz🙂
    huwah.,, Sica sdh brbah jdi manusia lgi.,
    dan Yul mnjdi org yg mencairkan es itu hi hi hi🙂
    oke dah d nanti next postny🙂

  2. asik,, hahaha baru kali ini aku seneng dengan 3 kata keramat T.B.C
    hahahah biasanya aku akan mencak mencak nggak karuan dengan 3 kta itu apalagi yang satu lagi E.N.D hahahha
    aigoo,,, si ice princess baru mencair juga udah agresif main nyosor aja,, hahah lagipula yul juga sich yang nyosor duluan hihihihihi
    hm,, buat sampai married ya heheheh biar seru apalagi kalau sampai honeymoon hohohoho #byunmodeon hahahahahah

  3. Oooohhhhh…..masih ada lanjutannya thor gw kira udah end….sica abiz mencair tambah agresif bngt…tp suka sich klo sica yg agresif…wkwkwk….

  4. annyeong ,,,,,
    akhirnya lanjut juga ,,,, aw,manisnya YulSic ,,, semua cerita mu bener” manis ,,,,,,,,
    queen jessica mencair juga ,,,kkkee
    mantep lah ,,,,,,
    next,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s