[ONESHOOT] Look At Me, Can You?

Look At Me, Can You?

 

YULSIC, SNSD

 

GENDER BENDER

 

*****

 

Yul’s POV

 

Aku melihat lurus ke depan, tanpa memperdulikan pasangan yang telah menjalin hubungan selama 1 bulan ini dan tengah mengumbar kemesraan mereka di belakangku. Tapi, yeah mereka sahabatku. Maksudku, salah satu dari mereka adalah sahabatku. Dan satunya lagi? Dia adalah orang yang benar-benar aku sayangi.

 

“Yul, hey. Kwon Yul!”

 

Aku mendengar dia memanggilku. Tapi aku berpura-pura tak mendengar dan terus berjalan. Anggap saja aku mendengarkan lagu pada earphone yang sejak tadi menempel di telingaku.

 

Dia menepuk pundakku.

 

“Yul!”

 

Aku melepas earphone-ku.

 

“Kenapa, Taeng?”

 

“Aku tadi bertanya, kau ingin ikut kami atau tidak?”

 

Ikut? Yang benar saja.

 

“Hmm, maaf aku tidak bisa. Aku ada latihan basket setelah ini. Aku duluan Taeng! Bye, Sica”ujarku seraya menjauh, meninggalkan mereka.

 

Aku memperhatikan Sica. Ya, Jessica Jung sedari tadi hanya diam menatapku pergi. Tapi tak lama kemudian ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahku dan tangan satunya lagi memeluk erat lengan Taeyeon. Entah apa yang membuatnya jatuh ke dalam jebakan buaya temanku yang playboy itu. Aku tahu Taeng menyukai seseorang dan aku yakin itu bukan Jessica. Aku sangat marah dan tidak terima saat Jessica bersama Taeyeon. Tapi, apa yang bisa kulakukan?

 

Aku terus menembakan bola basket ke dalam ring. Bagaimanapun aku melempar, tembakanku selalu jitu. Aku merasa lelah dan merebahkan diriku di tengah lantai lapangan basket. Mungkin aku harus memejamkan mataku sejenak.

 

Tak lama kemudian, aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipiku. Aku membuka mataku dan mendapati dia, Jessica Jung. Dia menempelkan botol berisikan air dingin ke pipiku.

 

“Kau pasti haus.”ia tersenyum. Sangat tulus, seperti biasa.

 

Aku merubah posisiku menjadi duduk. Menatapnya.

 

“Kau…kenapa kemari? Mana Taeyeon?”

 

“Dia ada urusan. Jadi kami tidak jadi pergi…dan aku ingin mengunjungimu, memperbaiki hubungan.”

 

“Hubungan? Sejak kapan kita punya hubungan?”aku meraih botol minum yang dipegangnya dan meminum airnya.

 

“Persahabatan kita jadi renggang sejak aku menjalin hubungan dengan Taeyeon…”

 

Sahabat?

 

Aku tersenyum getir mendengar kata itu. Akupun mengingat hal-hal yang sering aku lakukan sebelum Jessica bersama Taeyeon.

 

Flashback

 

“Sica!” aku memeluknya dari belakang dan menggelitiki perutnya.

 

“Yul, aku sedang tidak ingin bermain…”

 

Aku melihat raut kesal di wajahnya dan aku segera melepas pelukanku.

 

“Kau kenapa?”

 

“Taeyeon menyebalkan sekali. Kenapa ia tak kunjung menyatakan perasaannya padaku? Tidak tahukah dia aku sangat menyukainya?”

 

Aku hanya bisa tersenyum pahit.

 

“Sabarlah, aku yakin cepat atau lambat ia akan meyatakannya. Karena Taeyeon juga menyukaimu. Aku sudah mengatakannya padamu kan? Hahaha”

 

Jessica tersenyum,”thanks, Yul

 

——

 

“Sica, kenapa kau menangis? Dan lihat, sudah jam berapa ini?Kau tidak pulang?”

 

“Yul…!”Jessica memelukku. Erat.

 

“H-Hey…kau kenapa?”

 

“Nilai math-ku jelek, pasti saat pulang aku akan dimarahi…”

 

“Aigoo…kau ini..percayalah kau tidak akan dimarahi. Lagipula, ini pertama kalinya nilaimu jelek, bukan? Sini, biar kulihat nilaimu…”

 

Ia memberikan kertas yang sudah tak berbentuk itu.

 

“Kita lihat berap-“

 

Aku terdiam melihat kertas ulangannya.

 

86.

 

“Jessica Jung aku membencimu.”

 

“K-Kenapa?”

 

“86 tidak jelek bodoh! Kau tahu seberapa sulit aku mendapat nilai 70?”aku menjitak pelan kepalanya.

 

“Eissh! Sakit kwon Yul!”ia mengelus kepalanya lalu berteriak padaku.

 

Uh uh, HellSica

 

Aku berlari dan dia mengejarku, dan akhirnya ia tersenyum. Dipukuli sampai matipun, untukmu aku tidak apa-apa.

 

Flashback end

 

“Yul…kau dengar aku?”

 

“Oh, maaf aku tidak terlalu mendengarmu hehe. Kau bicara apa tadi?”

 

“Hmm…tidak ada. Aku hanya bercerita tentang Taeyeon. Dia itu sangat baik bla…bla…bla…”

Aku tidak dapat menahannnya lagi. Aku bangkit berdiri dan membanting botol minum dari plastic itu hingga pecah.

 

Jessica tampak kaget.

 

“Bisakah kau berhenti membicarakannya?! Aku lelah! Tidakkah kau melihatku, Sica?! Aku bertindak tolol di hadapanmu dan hanya untuk membuatmu tertawa, aku yang selalu ada untukmu. Bukan Taeyeon! Tidakkah kau menyadari itu?! Kenapa kau tidak bisa melihatku! Apakah aku seperti hantu, jadi aku tidak terlihat?! Atau kau sama sekali tidak menganggap aku ada?! Di matamu hanya Taeyeon, Taeyeon dan Taeyeon! Aku lelah dengan semua omongan itu!”

 

Aku berjalan keluar basketball court tanpa memperdulikan Jessica akan menangis atau tidak. Saat aku keluar, aku melihat Taeyeon menatapku dengan tatapan terkejut. Sepertinya ia mendengar apa saja yang kukatakan pada Jessica tadi. Aku tidak peduli, aku terus berjalan. Sampai akhirnya aku sadar aku berada di atap gedung sekolah ini. Aku duduk, bersandar pada dinding dan menatap kosong langit.

 

——-

 

Besoknya,

 

Di sekolah, sapaan Taeyeon sama sekali tidak kuhiraukan. Ia bilang ia ingin bicara. Tapi aku tidak peduli.

 

Saat aku akan ke canteen, aku berpapasan dengan Jessica. Ia menatapku, sedangkan aku hanya berjalan. Sehingga bahuku menabraknya.  Aku melihatnya sekilas, matanya sembab. Sepertinya ia menangis. Untuk apa?

 

—–

 

Aku mengistirahatkan diriku di bawah pohon belakang sekolah. Dulu aku dan Jessica sering kemari.

 

Ah, tidak. Tidak ada Jessica Jung lagi.

 

Aku memejamkan mataku dan tiba-tiba saja seseorang memelukku. Wangi ini, wangi tubuhnya. Aku langsung membuka mataku.

 

“Jangan membenciku. Aku mohon…”ia membenamkan wajahnya di tengkukku.

 

Sica, bagaimana bisa aku membencimu?

 

Aku masih tetap diam.

 

“Aku mencintaimu Yul. Saranghae Kwon Yul…”

 

Aku menatapnya, dan akhirnya ia membalas tatapanku.

 

“Aku serius. Sebenarnya…selama ini aku dan Taeyeon tidak pacaran. Itu hanya rencana yang dibuat untuk mencari tahu apakah kau menyukaiku atau tidak. Taeyeon, adalah pacar sepupuku. Tiffany Hwang…”

 

Aku tak bergeming menjelaskan penjelasannya. Aku masih menatapnya.

 

Benarkah itu…? Dia…menyatakan perasaannya padaku?

 

“Kwon Yul!”aku tersentak mendengar suaranya.

 

“S-sica…aku…”

 

“Saat di lapangan basket. Seharusmya aku yang berkata begitu. Tidakkah kau melihatku?! Aku sempat berpikir bahwa kau akan menikah dengan bola basket tahu!”

 

Aku terkekeh mendengar ucapannya, lalu memeluknya,”aku juga mencintaimu…Sica baby”

 

“Aku akan selalu melihatmu, Kwon Seobang. No one else”

 

Aku juga, Sica baby…”

 

“Kau janji?”

 

“Tentu saja.”

 

Aku mengangkat dagunya, melihat wajahnya. Kami sama-sama tersenyum. Aku mendekatkan wajahku hingga tidak ada jarak lagi di antara kami dan akhirnya aku merasakan bibir lembut itu. Cherry. Aku suka itu.

 

DUARRR!!!

 

Suara seperti kembang api mengagetkanku dan Jessica, sehingga kami melepas ciuman kami. Jessica sepertinya sangat terkejut dan langsung memelukku.

 

“Lihat apa yang kudapat? hahahahaha”

 

Suara itu, Kim Taeyeon.

 

Ia melompat turun dari pohon tempat aku beristirahat sambil memamerkan hasil foto polaroid, dimana aku dan Jessica sedang berciuman.

 

“Aku akan simpan ini kkk. Ngomong-ngomong selamat ya kalian kkk! Mushroom, turunlah dari situ! Aku ingin mengenalkanmu pada temanku!”ia berteriak ke atas. Dan tiba-tiba saja seorang wanita turun dengan cara yang sangat keren dari pohon. Saat melihatku, ia memamerkan senyumnya yang sangat manis.

 

“Tiffany, ini Yul. Yul ini Tiffany”ujar Taeng.

 

“Kau Tiffany? Whoaaa kau cantik!”pujiku.

 

“YUL!!! KAU BARU SAJA BERJANJI TIDAK AKAN MELIHAT YANG LAIN!!!”Jessica memukuliku dan kulihat Taeyeon dan Tiffany mentertawaiku.

 

Setidaknya aku bahagia. Walaupun terkadang dia berubah menjadi sangat menyeramkan. Aku sangat sangat sangat menyayangimu Jessica Jung.

 

END

 

FF lagi! Wahahaha

 

DON’T FORGET

STAY AWESOME, SONEs

30 thoughts on “[ONESHOOT] Look At Me, Can You?

  1. huah,,, aku kira taengsic beneran pacaran,, fiuh,,,,,
    hahahah yul jahat banget pakai ngebanting botol minum,,, kan kasihan sica baby nya kaget tuch,,
    tapi akhirnya HAPPY ENDING HUAHAHAHHAHA,,,
    aigoo,,,, taeny kalian itu sebenarnya apa? tongkrongan kalian sekarang berunbah? hahah

  2. Haha… Yulsic jadian..
    Um.. Ada yg kurang thor, penjelasan tentang bagaimana tiffany turun dari pohonnya.. Hahaha #plak

  3. arrrghh keren yulsic nya , hehehe dua dua nya sama sama ego tdk ada yg saling mengungkapkan tapi akhirnya happy ending T.T

  4. lol kwon yul ketipu hilang sudah pesona nya ㅋㅋㅋ
    tapi taengsic kelewatan boong nya gimana kalo yul bunuh diri 0.0
    ok gue terlalu drama hahaha

  5. kyaaaaaaaaa >,< auuuu sweetnya kwon seobang. janjinya yulsic cheesy banget tapi ya begitulah mereka.
    hahahha, bagian taeny yg konyol. tiba2 nongol dari atas pohon. ajaib banget tuh couple. hayoooo habis ngapain diatas pohon?? wkwkwk

  6. ahahaha kirain taengsic bneran, n yul bkal patag hati end nya. cz jdulny bgtu kan ahahaha
    tp endingnya yulsiv n taeny always ya hihihi

  7. Yulsic jjang!!
    Ternyata sica cuman mau mastiin klo yul cinta gk ma dia.. ƗƗϱϱ【ツ】ƗƗϱϱ【ツ】ƗƗϱϱ..
    Ternyata mereka berdua jdian..
    Yeayyy..

  8. Wah ternyata itu Cuba scenario nya taeng sama sica buat manasin yul pany cool bisa manjat pohon segala :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s