[TWOSHOOT] Basketball Love(2/2)

[TWOSHOOT] Basketball Love(1/2)

cast : yulsic

GENDER BENDER

 

*****

 

Yul’s POV

 

Pikiranku terus tertuju pada hari itu. Hari dimana harga diriku dihancurkan oleh seorang Jessica Jung.

 

Sial.

 

Kenapa aku tidak bisa lebih cepat darinya? Dan bagaimana bisa dia bergerak segesit itu?

 

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan keluar sebentar karena belum terlalu malam.

 

Aku mampir ke sebuah toko kecil dan membeli minuman kaleng dan beberapa snack. Saat aku melewati gang kecil mataku tak sengaja menangkap seorang gadis yang sedang diganggu oleh segerombol preman.

 

“Hey!”teriakku. mereka semua menoleh ke arahku dengan tatapan tak suka. Saat preman-preman itu berjalan mendekatiku, aku melihat siapa gadis itu. Dan ternyata…

 

“Jessica?!”

 

DUG!

 

Salah satu preman itu memukul wajahku, aku rasakan darah mengalir dari sudut bibirku. Aku mengangkat wajahku dan menatap mereka. Aku mulai menghajar mereka satu persatu. Aneh sekali, ada perasaan ingin melindungin gadis e situ.

 

Aku mengatur nafasku setelah aku berhasil mengalahkan preman-preman sial itu.

 

“Kau…baik-baik saja?”

 

Jessica mengangguk. Masih tersisa raut ketakutan di wajahnya. Anak ini…cantik juga.

 

“Aigoo, kau ini dengan mudahnya mengalahkanku, tapi ternyata takut juga dengan preman-preman ini hahaha”

 

Ia menatapku dengan dingin.

 

“Bagaimanapun, aku wanita.”ia berjalan melewatiku.

Aku mengejarnya.

 

Kenapa?

 

Kenapa aku mengejarnya?

 

“Biar kuantar? Di mana rumahmu? Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi padamu.”

 

Ia hanya melihatku, mungkin terkejut.

 

“B-baiklah…”ujarnya.

 

Aku berusaha membuka pembicaraan, sedangkan ia hanya menjawabnya dengan singkat.

 

Apakah aku begitu menyebalkan? Sehingga ia tidak mau bicara denganku?

 

Ah, sampai juga di rumahnya.

 

“Baiklah, aku pergi. Sampai jumpa besok”ujarku lalu melambaikan tangan padanya. Ia masih diam. Aku membalikan badanku lalu aku merasakan sepasang tangan menahanku.

 

“Y-Yul, ayo mampir dulu. Aku obati lukamu…”ujarnya. Aku menatapnya.

 

“Baiklah.”

 

Jessica’s POV

 

Aku jadi gugup begini. Kenapa?

 

Wajahnya sangat dekat denganku. Ia terus meringis kesakitan saat aku membersihkan luka di sudut bibirnya. Pria ini… lucu.

 

Aku terus memperhatikannya sambil membersihkan lukanya. Ada apa ini? Aku merasa ada yang salah dengan perasaanku.

 

“Hey, tentang kejadian hari itu…di lapangan basket, aku minta maaf…”ujarnya tiba-tiba.

 

“Tidak apa-apa…”jawabku.

 

“Aku tahu itu bukan tindakan yang seharusnya dilakukan seorang pria hehe. Aku hanya tidak menyangka kau sehebat itu.”

 

“Tapi, hari ini kau yang menjadi penyelamatku. Aku berterima kasih.”

 

Aku tersenyum.

Tunggu…

 

Aku tersenyum? Untuknya?

 

Aku menempelkan plester di lukanya.

 

“Sica, kau tinggal sendiri?”

 

Sica? Sudah lama sekali tidak ada yang memanggilku begitu.

 

“Uhm…tidak. Aku tinggal bersama adikku semenjak orang tua kami meninggal…”

 

“Eh? Sorry, aku tidak bermaksud-“

 

“Tidak apa-apa hehe. Sudah selesai aku obati, Yul”

 

Thanks, Sica”

 

Ia tersenyum. Entah mengapa, saat ia tersenyum aku merasakan aura yang berbeda. Kwon Yuri, pria yang biasanya kuaggap angkuh dan tidak berguna berubah menjadi malaikat yang sangat menawan di hadapanku.

 

“Sica, kau melamun? Kau dengar aku bilang apa tadi?”

 

“E-Eh? Maaf, apa?”Jessica Jung kau sangat bodoh.

 

“Kau ini. Aku bilang, lain kali jangan keluar terlalu malam. Bahaya bagi seorang wanita cantik sepertimu.”

 

Dia bilang aku cantik?

 

Aku hanya mengangguk dan melemparkan senyum padanya, lalu ia pamit untuk pulang.

 

Yuri’s POV

 

Semenjak kejadian malam itu, aku dan Jessica menjadi semakin dekat. Banyak orang yang heran akan itu tapi akhirnya mereka membiarkannya. Mungkin hanya perasaanku, atau Jessica semakin hari bertambah cantik.

 

Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku mengakui pada diriku sendiri kalau aku menyukainya. Dan aku sangat sering bersamanya karena Taeyeon dan Tiffany sudah official.

 

Hari ini, aku mengajak Jessica ke taman bermain. Kami akan bermain banyak wahana dan bermain game seperti yang sudah kami rencanakan tadi malam di telepon. Dan hari ini juga aku akan menyatakan perasaanku padanya.

 

Author’s POV

Jessica dan Yuri menikmati waktu mereka bersama di taman bermain. Jessica membawa boneka mikey yang dimenangkan oleh Yuri di salah satu game tadi.

 

“Terima kasih Yul atas bonekanya! Wah, aku sangat senang!”Jessica memeluk mikey itu.

 

“Baiklah, jadi setiap kau melihat boneka itu, ingatlah aku, okay? Kkk”perkataan Yuri tersebut membuat wajah Jessica bersemu.

 

“Sica, kau mau naik itu?”

 

Yuri menunjuk ke arah jet coaster.

 

Jessica mengangguk semangat, membuat ia terlihat seperti anak kecil yang imut di mata Yuri.

 

Yuri menggandeng tangan Jessica dan mereka menuju wahana tersebut.

 

Saat mereka mulai menaiki jet coaster itu. Yuri melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat Jessica bingung.

 

“Sica, kau siap?”

 

“Huh?”

 

Belum sempat Jesscia menjawab jet coaster tersebut sudah melaju kencang.

 

“HWAAAA!”Jessica berteriak.

 

“Sica, aku tanya kau siap?”tanya Yuri lagi dengan sedikit berteriak.

 

“Siap apa?”jawab Jessica.

 

“Siapkah kau menjadi pacarku?”tanya Yuri. Jessica terdiam seketika. Mata mereka bertemu. Mereka saling bertatapan di atas jet coaster yang sedang melaju itu.

 

Wahana terus berjalan, tetapi Jessica dan Yuri terus diam. Tidak mengeluarkan sepatah katapun.

 

Saat turun dari jet coaster, Jessica berjalan melewati Yuri. Tapi Yuri menarik wanita itu kepelukannya.

 

“Aku serius”ujarnya.

 

Jessica menatap Yuri lalu tersenyum.

 

Would you be mine?”tanya Yuri lagi dan disambut anggukan dari Jessica.

 

“WOHOOOO!”Yuri berteriak senang sehingga ia menjadi pusat perhatian. Lalu ia memeluk Jessica dengan erat.

 

“I love you, Sica baby

 

“I love you too, Kwon Seobang

 

—-

 

PRITTT!

 

Pluit wasit ditiup menandakan pertandingan berakhir. Hari ini adalah hari di mana Jessica dan girl team SoShi International School bertanding melawan YG High School.

 

SoShi memperoleh score 52 sedangkan YG memperoleh 42.

 

Kedua team saling berjabat tangan dan berpelukan, pertandingan berakhir dengan damai.

 

Jessica segera berlari ke arah bench. Untuk apa?

 

Menghampiri Yuri tentunya.

 

Jessica langsung memeluk Yuri.

 

You did great Sica baby!”Yuri mengecup bibir Jessica.

 

“Kwon pabbo! Di sini banyak orang!”

 

Yuri hanya terkekeh lalu mencium kening Jessica.

 

*

 

YulSic.

 

Itu lah mereka. From rival become love. Tidak ada yang menyangka bukan? Perselisihan 2 captain akan berakhir seperti mereka. Itulah yang dinamakan takdir.

 

Dan kalau kau percaya. You’ll meet your destiny.

 

END

 

Author lagi sedih karena Sica unni got her injury at the airport T^T

SONEs sekalian pasti jg pada sedih kan yak? Itu security-nya stupid amat gt-_-

Keep your support on SNSD, okay!?

Dan author juga mau ngucapin banyak2 terima kasih udh mau mengunjungi tempat ini dan baca cerits2 di sini hehehe. TERIMA KASIH BANYAK! I’m nothing without you guys!

 

Well….

 

STAY AWESOME, SONEs! And #getwellsoonsica

© KZSNE 2013

20 thoughts on “[TWOSHOOT] Basketball Love(2/2)

  1. sama,,,,,,,, anjirrr,,,, sumpah,, itu securitinya pengen gue kuliti hidup hidup,, arrggtttt,,,,,,,,, dasar pabboo!!!!!!!!!!!!!!!!1
    hohohoho,,, nggak nyangka,, sica yg jutek, angkuh, hebat, dan juga err,,,,,, DINGIN hahahahah,,,,, takut ama preman hahahaah
    hohohohoho kwon hero is kwon seobang hohohohohohoho
    aigo,,,, yul kalo udah byun nggak pandang tempat hahahahahahha
    ditunggu ff yulsic lainnya heheheee,,
    salam kenal aku reader baru,,
    aku mitha yullianingsih tapi biasa dipanggil yulian,,, aku 92 line,,,
    salam kenal

  2. Security Pngen d bata aja kali klo bsa .,udah gtu kbur ….ckckc

    Yul Jadi Hero ….kke cieeh…
    akhirnya official jga …… kkkee
    dtunggu Next update nyah….
    SEMANGAAAAAAT

  3. Ah yulsic klo udh pcran ga inget tempat #lirikYuri kkk~

    ugh! Sma kesel gileee. Stupid scurity..tpi syukurlah g da hal serius k sica. Dan yuri psti ngerawat full sica hkhkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s