Destiny—The Camp

Destiny 2

 

KZS89 © 2013

 

Cast : SNSD,etc

 

Genre : Gender-Bender, Fantasy, Romance.

 

POV : AUTHOR(opening only), JESSICA JUNG

 

Inspired by : Percy Jackson

 

*****

 

“Apa maksudmu, Poseidon?”

 

“Ramalan itu Zeus, kau tau kan?”

 

Zeus terdiam mendengar apa yang dikatakan saudaranya itu.

 

“Tidak. Aku tidak mengijinkanmu. Maaf, Poseidon

 

Zeus pergi tanpa mendengarkan penjelasan Poseidon terlebih dahulu. Poseidon memijat kepalanya.

 

“Tapi, anakku dalam bahaya. Bagaimana kalau Hades membunuhnya?”gumam Poseidon.

 

—-

 

“Ms.Jung! Sudah berapa kali harus kukatakan padamu? Jangan tidur saat pelajaranku.”bentak Mrs.Brimble—guru math yang sangat galak

 

Aku hanya menundukan kepalaku. Aku sangat heran, ia sangat sentiment padaku. Bahkan disaat aku tak melakukan kesalahan seperti ini. Apa ada yang salah denganku? Nilai matematikaku juga tergolong lumayan.

 

“Temui aku saat pulang sekolah! Sekarang kembalilah ke tempat dudukmu!”bentaknya seraya menunjuk tempat dudukku dengan penggaris kayu yang hampir mengenai wajahku. Masih menunduk, aku berjalan kembali ke tempat dudukku.

 

Aku mengikuti pelajaran dengan lesu. Bagaimana kalau Mrs.Brimble mengadukannya pada Mom? Aku tidak mau membuatnya kecewa.

 

Sekolahpun berakhir, saatnya aku menemui guru killer itu.

Jessie, aku tunggu di sini ya”

 

Tiffany bersandar di dinding depan ruangan Mrs.Brimble. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan singkat.

 

Aku menarik nafasku dengan berat lalu mengetuk pintu ruangan Mrs.Brimble. Aku membuka pintu itu dan tampaklah Mrs.Brimble yang membelakangiku.

 

Miss, aku mohon jangan adukan ini pada ibuku. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi.”

 

Aku menunduk.

 

Karena tak mendapat jawaban dari Mrs.Brimble aku mulai mengangkat kepalaku. Sesuatu yang sangat tak wajar mengejutkanku.

 

Seluruh kulit Mrs.Brimble terkelupas—atau harus kusebut, terbakar— ia memandangiku dengan sengit. Tatapan matanya sangat jahat. Ia mendekatiku perlahan. Aku bisa merasakan hawa panas di ruangan ini. Aku terus berjalan mundur sampai akhirnya aku menabrak dinding dan tak bisa mundur lagi.

 

Aku hanya bisa memejamkan mataku dan pasrah. Inikah akhir hidupku? Dipanggang lalu dimakan oleh Mrs.Brimble—atau harus kusebut monster Brimble

 

“Jessie!!!”

 

Aku mendengar suara teriakan Tiffany yang membuka pintu dengan kasar. Dan entah kapan, ia sudah berada di depanku dengan menggenggam erat pedang perak yang sangat indah dan sepertinya, tak asing bagiku. Aku tak sanggup menahannya, tubuhku lemas. Yang terakhir kulihat adalah Tiffany melawan monster itu. Lalu semuanya gelap.

 

—-

 

Samar-samar aku mendengar suara.

 

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Aku melihat sekeliling. Aku di kamar?

 

“Cassie, aku tahu ini berat. Tapi tak ada pilihan lain. Kita harus membawa Jessica ke perkemahan itu.”

 

Suara itu…

 

Aku bangun dari tempat tidurku. Aw, kepalaku sakit sekali. Aku mengintip dari pintu kamarku yang tak tertutup rapat.

 

“Tapi Tiff, aku….”

 

“Tidak ada cara lain. Aku akan membawanya menemui Buckley terlebih dahulu.”

 

“Baiklah, aku percayakan pada kalian”

 

Tiffany? Mom? Sedang apa mereka? Apa yang mereka bicarakan? Perkemahan apa?

 

M-Mom? Tiff…?”

 

“Jessie?”sahut mereka bersamaan. Mom memelukku erat

 

“Apa yang kalian bicarakan?”

 

“Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Jessie, ikutlah denganku.”

 

Aku melihat ke arah Mom. Terlihat raut kekhawatiran di wajahnya.

 

“Ikutlah dengannya, Jessie~ demi keselamatanmu”

 

Mom mengelus rambutku, lalu ia menangis. Aku memeluknya dan mulai menangis juga.

 

“Tapi, bagaimana denganmu?”

 

Mom akan baik-baik saja, Jessie~”

 

Aku membersihkan butiran kristal itu dari wajahnya.

 

“Matamu, sangat mirip dengan ayahmu~”

 

Mom, mengecup keningku.

 

“Baiklah, saatnya pergi. Percayakan tukang tidur ini padaku, Cassie’ujar Tiffany seraya menatapku dengan jahil.

 

Mom mengangguk.

 

Kami meninggalkan rumahku dan berjalan menuju theater tua Mrs.Buckley.

 

“Joan!”

 

Tiffany meneriakkan nama depan Mrs.Buckley. Aneh, biasanya ia memanggil wanita tua itu dengan sebutan ‘bibi’. Ah, aku baru sadar kalau ia juga memanggil ibuku tanpa embel-embel ‘bibi’.

 

Mrs.Buckley segera menghampiri kami.

 

“Apa sudah saatnya?”

 

Tiffany mengangguk.

 

Mrs.Buckley membawa kami ke bagian belakang theater tua itu. Tampaklah sebuah mobil tua tapi masih tampak terawat. Ia langsung menyuruh kami masuk ke dalam mobil itu. Mrs.Buckley menyalakan mesin dan melajukan mobil itu dengan cepat.

 

“S-sebenarnya apa yang terjadi?”tanyaku.

 

Mrs.Buckley dan Tiffany hanya menatapku dengan khawatir. Dari tatapan mereka sepertinya akan terjadi sesuatu.

 

Tak lama setelah itu, sampailah kami di sebuah gerbang yang sangat besar, bertuliskan tulisan yunani kuno. Aku mengerutkan alisku, tiba-tiba saja tulisan itu berubah menjadi tulisan yang dapat kumengerti. Tulisannya adalah ‘HALF-BLOOD CAMP’.

 

Apa maksudnya?

 

“Kita sampai.”ujar Mrs.Buckley.

 

Tiffany tersenyum,”Ahh, aku merindukan tempat ini”

 

Jadi, Tiffany pernah tinggal di sini.

 

“Tiff…”

 

“Yes, Jessie?”

 

“Apa maksudnya ‘darah-campuran’?”

 

“Kau akan tahu nanti”ia mengeluarkan eye-smile andalannya.

 

BRAKK!!!

 

“Apa itu?!”

 

Tiba-tiba saja mobil yang kami kendarai terangkat. Aku melihat dari jendela. Monster lagi?! Oh God, bangunkanlah aku dari mimpi aneh ini.

 

“Stephanie! Flute-nya!”

 

Mendengar teriakan dari Mrs.Buckley, Tiffany langsung mengeluarkan flute yang selalu ia bawa.

 

Okay, biasanya aku sangat menyukai jika ia memainkan benda itu, tapi kali ini?! Are you kidding me, Stephanie Hwang?!

Tiffany menekan keys yang terdapat pada flute tersebut. Dan seketika benda itu berubah menjadi pedang perak mengkilap yang sebelumnya ia gunakan untuk melawan monster Brimble.

 

Aku tersadar dari lamunanku karena Tiffany menarikku keluar dari mobil. Aku melihat ke bawah. Mobil ini sudah tidak menyentuh tanah.

 

“Jessie, we have to jump.”

 

“What the- KYAAAA!”

 

Aku membuka mataku. Aku masih hidup? Aku terbangun dari mimpi itu? Oh Tuhan, Kau sungguh baik!

 

“Jessie~”

 

Aku langsung melihat ke arah suara yang kukenal itu. Aku melihatnya dari ujung kaki hingga kepala. Apakah benar? Gadis yang berdiri di depanku ini Tiffany? Sahabatku yang mempunyai sifat sedikit boyist. Ia tampak sangat, memukau. Dengan gaun putih yang ia kenakan. Tampak seperti dewi-dewi Yunani kuno, ditambah lagi dengan caranya tersenyum dan menatap ke arahku.

 

 

“Tiff?”

 

“Bukan, Jessie. Aku Amethyst~”

 

“A-apa?”

 

Well, itu nama yang ayahku berikan. Hmm, kau tetap bisa memanggilku ‘Tiff’ kalau kau bersedia”eye-smile itu lagi.

 

Aku menatap Tiffanyatau Amethyst— dengan heran. Dan, lagi-lagi aku baru menyadari sekelilingku banyak sekali orang-orang sakit. Apa ini rumah sakit? Tapi tampak sangat…berbeda?

“Ayo! Aku ajak kau berkeliling!”ia menarik tanganku dengan semangat.

 

Huh?”

 

—-

 

Tiffany mengajakku berkeliling, banyak sekali orang-orang di sini. Ada yang sedang berlatih pedang, memanah, ada juga yang menembakkan sesuatu dari tongkat atau tangan mereka. Tempat apa ini sebenarnya? Half-blood camp?

 

“Hey! Tiff!”

 

Seorang laki-laki yang berpostur tak terlalu tinggi menghampiri kami.

 

“Akhirnya, kau kembali lagi ke sini”

 

Dilihat dari dekat, wajahnya sangat imut dan senyumnya dork. Tiffany hanya tersenyum dan wajahnya memerah.

 

“Hey, kau pasti putri Poseidon itu ya? Hmm, Amphitrite? Apa aku benar?”

 

“Panggil saja dia Jessica, Taeng. Aku yakin ia tak menyukai nama itu. Benarkan Jessie?”

 

Aku mengangguk pelan. Aku? Putri Poseidon?

 

“Hmm, Jessica? Baiklah. Ngomong-ngomong aku Eros. Putra Aphrodite. Tapi kau bisa panggil aku Taeng atau Taeyeon. Senang mengenalmu”ujarnya seraya tersenyum.

 

“I-iya”

 

“Tae, mana yang lain?”

 

“Entahlah. Hey, sampai jumpa saat makan malam okay? Aku harus berlatih. Bye Tiff~ Bye Jess~!”

 

Aku melihat kea rah Tiffany yang terus memandangi Taeng.

 

“Hmm, ada yang sedang jatuh cinta”celetukku seraya terkekeh.

 

“A-Apa? T-tidak. Hehe”

 

“Putra Aphrodite? Dewi cinta, benar kan?”

 

Tiffany mengangguk.

 

“Sepertinya kau terkena panah cinta milik Eros, Tiff”aku tertawa jahil.

 

“Yah! Jessie!”

 

——

 

Makan malam pun tiba…

 

Di sini lah aku. Di kelilingi para darah-campuran.

 

Aku melihat seorang laki-laki yang sedang menyendiri di tengah keramaian. Aku juga melihat orang-orang berbisik dan melihat ke arahnya.

 

“Hey, bukankah itu Arcas?”

 

“Putra dari Hades? Yang diangkat oleh Zeus?”

 

“Mitosnya sih begitu. Sudahlah, jangan dekat-dekat dengannya! Mungkin saja dia sama jahatnya dengan Hades!”

 

Jadi itu sebabnya ia menyendiri?

 

Aku merasa seseorang menepuk pundakku.

 

“Ah! Kau Yoong.”ujarku merespon pria yang lebih tinggi dariku ini. Namanya Castor. Tapi ia lebih suka dipanggil ‘Yoong’.

 

Ia tersenyum,”Aku kenalkan kau padanya”

 

Ia menuntunku ke arah Arcas.

 

“Yul?”

 

Arcas mengangkat kepalanya dan melihat kea rah kami.

 

“Aku mau mengenalkanmu pada seseorang.”

 

Ia masih diam dan memandang kami. Yoong menarik tangannya agar dia berdiri dan mendekat ke arahku.

 

“Ini Jessica. Putri Poseidon.”

 

Arcas tersenyum.

 

Hanya perasaanku, atau dia memang sangat tampan?!

 

“Aku Arcas. Kau bisa memanggilku Yul.”

 

Aku menyambut tangannya.

 

“A-aku Jessica”

Damn! Aku lupa nama Yunaniku! It’s okay, lagipula aku tak terlalu menyukainya.

 

“Aku anak dari-“

 

“Zeus”Yoong memotong perkataan Yul.

 

“Senang mengenalmu”ujar Yul lagi seraya memamerkan senyum menawannya.

 

“Aku juga”aku membalas senyumnya.

 

TBC

 

Nama Jessica itu artinya : Dewi Laut

Nama Tiffany : Permata/Berlian

Nama2 selanjutnya, entar gw kasih tau kkkk

 

27 thoughts on “Destiny—The Camp

  1. serasa nonton film percy jackson ver cewe .. kekeke

    ehh?? yul anaknya hades?? tapi dianggap anak ma zeus?? yayaya syukur deh .. mudah2an yul ngga jahat yahh ..

    ehh sempat takut kalau fany itu setengan kambing kayak pndamping percy tapi untunglah dia bukan ..

    suka suka bamget malah .. penasaran apa yang dibicarakan posaidon & zeus ..

    yulsic sepupuan bisa ngga yahh mereka jadi pasangan ..

    lmjutt ..

  2. annyeong…

    akhirnya Yul muncul juga,di tambah lagi Taeng juga udah muncul😀 seperti yg Jessica bilang,kaya nya ppany udah terkena panah cinta Eros😉
    aku kira Mrs.Brimble itu kena kutukan pas kulit nya mengelupas ternyata dia itu monster toh😦
    Tapi yg aneh disini,kenapa Yoong menyela ucapan Yul pas dia mau memperkenalkan dia anak siapa..

  3. Annyeong ,,,,,,

    Wwah, bneran mnarik dah critanya,,,kkee
    Lbih mnarik lgi,krena YulSic ,,,,,^^

    Ini bkalan seru nih,, d tunggu aja Next chapter nyaaah,,,,
    SEMANGAAAAT

  4. Uh.. Pairingx yulsic,, gue suka..
    Ada pertanyaan yang mengganjal nih disini si fany berperan sbg penyelamat sica ka or yg jdi (Grover) yuri sbg (Annabeth)nya kah? Tetep lanjut chap 3nya yaw..

  5. Masih bgg dan asing banget klo udah nyangkut nama yunani..
    Tapi ni bener2 bakalan buat q terus menunggu deh..ASAP..

  6. kece keren.. ada moster segala.. waw bakal ada pertarungan kah.. ¤,¤

    jangan pesimis yah.. semangat ‘0’

  7. anyeong…
    sy blm terbiasa dg nama yunani hehehe.
    lama2 nanti terbiasa.
    ini yulsic dan taeny hehee.
    ku tunggu lanjutan dan hwaiting

  8. Wah wah kyaknya menarik ni critanya🙂
    wlaupun sdkit gk mudeng knapa pake nama2 yunani segala hehe😛
    tp keren kok thor,.. cpt dlanjutt ya
    hwhaiting..!😀

  9. Anyeong …
    Wakhh tamnah asik nie …
    Seru bgt nie kliatan ea ..
    Yul ksian amat d kucilkan ma orang2 ..
    Untung yoong gx ikut nguclin dya ..
    Lanjut thor ..

  10. Annyeong^^
    yoonyul shbtn eaa??feeling gw kyk nya yoonyul bkln rebutan(?) bwt dptn sicca,,
    crta nya menarik,,
    bkln seru nih..,

    di tggu lnjtn nya thor^^
    fighting

  11. Alur ceritanya udah bisa dimengerti. Ya.. mungkin karna chapter satu blom ketauan konfliknya. Meskipun diawalnya greget,tp masih kurang. Yg penting kerenlah ceritanya. Lanjut

  12. Wahhh😀
    Pasti bakalan seru nih,paling suka sama cerita kayak gini,walaupun gx ngerti dewa dewi yunani#gubrak…😄

    Lanjutkan thor,Hwaitaeng…!

  13. rada bingung jg soal y lupa nama anak2 dewa dewi yunani..jd pas baca rada mikir ini anak y dewa sapa ya..haha *abaikanlah ya

    makin seru, makin menarik..
    d tunggu kelanjutan y..

  14. Yul putra Hades? Tp dy ganteng.. >,<
    Apa bkl ada perang antara Hades, Zeus dan Poseidon?
    Nah, kalo Pany anaknya siapa?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s