[SMUT] Honey Pancake

Cast : YulSic

Genre : Romance,Gender-Bender, ga tau lg deh..campur aduk._.

*****

Jessica’s POV

Aku Jessica Jung, karyawan kantor biasa yang punya jabatan biasa-biasa saja. Single? Pastinya. Huft, aku sendiri heran kenapa, padahal apalagi yang kurang padaku? Aku sexy, cantik, baik hati dan tidak sombong. Okay, mungkin kurang tinggi.

“Hey! Jessica!!!”suara melengking dari Tiffany Hwang, rekan kerjaku a.k.a sahabatku menyadarkanku yang sedang melamun tak jelas.

“Aish..waeyo?”tanyaku kesal.

“Mau makan siang tidak? Hari ini café baru di sebrang baru saja dibuka…katanya, pemilik café itu sendiri yang turun tangan, dan katanya dia…sexy..”ia membisikan kata ‘sexy’ ditelingaku. Dan itu langsung membuatku bergidik, membayangkan.

“Kau ini, sudah punya Taeng juga…”ujarku seraya menjauhkan wajahnya dariku.

“Bukan untukku…tapi untukmu…”jelasnya.

“….Okay, lagipula aku lapar…”aku mengambil blazer yang kugantung di kursi lalu mengikutinya.

Yuri’s POV

Wah, tak kusangka hari ini banyak juga pengunjung yang datang. Aku jadi semangat.

Kling~

Bel pintuku berbunyi, menandakan ada tamu lagi.

“S-Selamat datang…”ujarku ramah. Aku sangat terkejut, dia..wanita berwajah dingin ini. Wanita yang sudah lama aku sukai, wanita yang selama ini aku incar.

“Lihat apa kau?”kata wanita berwajah dingin itu. Aku menggeleng cepat.

“Mau pesan apa?”tanyaku stelah mereka duduk di depanku.

“Yang special di sini, cake or something?”tanya yang satunya lagi seraya tersenyum. Matanya sangat indah, aku melihat jarinya. Ah, sudah bertunangan.

“Kau mau coba honey pancakenya?”tanyaku membalas senyumannya.

“Bagaimana, Jessie?”tanyanya pada wanita berwajah dingin itu, ia memanggilnya Jessie.

“Terserah…”jawabnya dingin.

“Baiklah, 2 honey pancake…ah iya! Aku Tiffany dan ini temanku Jessica…”ujarnya seraya tersenyum.

“Hmm, aku Kwon Yuri..senang berkenalan denganmu…”balasku. Tiffany lalu berbincang dengan Jessica. Sedangkan aku sibuk membuatkan mereka pancake. Aku menyadari bahwa dari tadi Jessica menatapku, tepatnya memperhatikan apa yang kukerjakan. Mungkin dia takut aku menaruh racun atau semacamnya, haha. Dan sekarang, tinggal tuangkan madunya.

Jessica’s POV

Aku melihatnya menuangkan madu ke pancake yang sudah jadi. Kwon Yuri, kau sangat sexy dan tampan. Aku terus memperhatikannya menuang madu. Aku membayangkan bagaimana kalau ia menuangkan madu itu ke atas tubuhku lalu ia menjilatnya perlahan, aku pasti…Hey! Apa yang kau pikirkan Jung Sooyeon! Kenapa jadi byun di siang bolong begini?!

“Ini pesanan kalian…”ia meletakan honey pancake itu di hadapanku dan Tiffany.

“Selamat menikmati…”ia membungkung lalu ,melanjutkan pekerjaannya. Aku dan Tiffany mulai memakan pancake itu dan rasanya sangat enak. Manis, seperti senyuman Kwon Yuri.

“Jessie, kau kenapa?senyum-senyum sendiri. Nikmati saja pancake-mu..tak lama lagi mungkin kau akan menikmati pembuatnya…”ujar Tiffany lalu terkekeh.

“Kau mau mati ya?”tanyaku dan menatapnya dengan seram. Tapi ia malah tertawa.

Saat kembali bekerjapun aku terus memikirkan Kwon Yuri. Aduh, kenapa ia tak bisa hilang dari pikiranku. Ditambah lagi aku terus memikirkan dan penasaran bagaimana bentuk tubuhnya. Aish! Aku pasti sudah gila!

“Jessie, aku duluan yaa..ada janji dengan Taengoo..tak apa kan?”tanya Tiffany.

“Ne, gwenchana…lagipula ada yang harus kuselesaikan…”jawabku lalu kembali mengerjakan pekerjaanku.

Ini sudah larut, hanya tersisa beberapa orang saja di sini. Aku dengan cepat menyelesaikan pekerjaanku lalu membereskan barang-barangku bersiap untuk pulang. Saat aku keluar, aku melihat Yuri sedang menutup café-nya dan sepertinya bersiap untuk pulang juga. Aku melihatnya membersihkan tangannya dengan cara menepuk-nepuknya, lalu merenggangkan badannya. Ia berbalik. Gosh! Aku harus bagaimana? Ia pasti melihatku sekarang.

“Ah? Jessica-ssi?”ia menyapaku.

“Y-Yuri-ssi…belum pulang?”ujarku.

“Akan haha..bagaimana denganmu?”ia balik bertanya.

“Aku juga, kalau begitu aku duluan ya..annyeong..”aku melambaikan tanganku.

Tapi tiba-tiba saja ia menggenggam tanganku.

“Kuantar ya? Tidak baik wanita cantik pulang sendiri malam begini…”ia mengatakannya dengan penuh ketulusan lalu tersenyum.

“Eh…itu….”aku menunduk.

“Ayolah, aku pastikan kau sampai dengan selamat..”lalu ia menuntunku masuk ke mobilnya.

Di perjalanan, aku terus mengobrol seraya menuntunnya ke apartmentku. Awalnya memang canggung, sampai dia membuka pembicaraan dengan mengatakan hal bodoh. Sehingga aku tertawa. Ternyata ia sangat humoris. Bahkan kami sudah akrab satu sama lain.

“Thanks,Yul…”ucapku.

“Sama-sama, Sica…”ia tersenyum lagi.

“Mau mampir dulu? Lagipula sudah malam, dan turun hujan…jalanan licin dan berbahaya…”jelasku.

“Hmm, benar juga…tapi..tidak apa-apa? Aku takut merepotkanmu…”ucapnya. Aku menggeleng cepat.

“Tidak apa-apa..ayo..”aku menarik tangannya.

Karena malam ini sangat dingin aku membuatkannya coklat hangat. Kami berbincang-bincang lagi. Aku sampai memintanya mengajariku membuat honey pancake, karena aku suka dengan pancake itu. Ah, ternyata dia juga single.

Entah kenapa setelah berbicara soal pasangan, suasana menjadi hening.

“S-Sebenarnya…”Yul mulai membuka pembicaraan.

“Sudah lama aku menyukaimu…aku tau, memang baru tadi kita saling kenal..tapi…apa kau ingat saat, kau menabrak seseorang di mall?”jelasnya

Aku mencoba mengingat-ingat.

Flashback

 

BRUK!

“Yah!! Berhati-hatilah kalau berjalan! Lihat barangku jadi berantakan semua!”bentakku pada seorang pria aneh yang menutupi wajahnya dengan masker. Ia terus membungkuk minta maaf dan membatuku. Tapi, karena aku kesal..aku tinggal saja

 

Flashback End

“Ah! Kau pria aneh dengan masker itu…”ucapku. Ia mengangguk.

“Ya..saat itu, aku sedang kabur, karena wanita yang akan dijodohkan appa denganku it uterus mengejarku…sampai aku bertemu denganmu, aku terus mencari info tentangmu tapi tak berhasil…”jelasnya seraya menunduk kecewa.

“Aku minta maaf karena sudah membentakmu waktu itu Yul…”ucapku. Ia mengangguk dan melihatku. Tanpa sengaja, kami melakukan eye-contact.

Kami saling menatap, dan lama-kelamaan jarak diantara kami semakin dekat.

Yul’s POV

Aku merasakan bibir lembutnya. Strawberry. Kami mulai saling melumat lembut. Aku tak tau mengapa, tapi aku berusaha memasukan lidahku, yang membuatku terkejut adalah, ia membuka mulutnya begitu saja. Tapi, itu semakin melancarkan aksiku. Tanganku mulai jahil, membuka satu-persatu kancing bajunya, ia yang menyadari perbuatanku melakukan hal yang sama. Lalu tangannya mengelus-elus dadaku lalu turun ke perutku. Ciuman kami semakin panas dan aku rasa AC di ruang tamu Sica pun tak ada gunanya. Kini aku berada di atasnya, bibirku terus turun ke lehernya yang mulus. Kugigit-gigit kecil lehernya sehingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. Ia tampaknya menikmati perbuatanku, nafasnya mulai berat dan ia mendesah pelan. Tanganku mulai masuk dan meraba vaginanya. Basah sekali. Sica meremas sandaran sofa. Dan spertinya juga, juniorku sudah tak tahan. Terasa sangat sesak di dalam, jadi aku membuka celana yang kupakai dan menyisakan boxer saja. Aku terus menjelajahi tubuh Sica dengan bibirku sampai aku sadar aku belum merasakan menghisap kedua gundukan miliknya. Dengan sigap aku membuka pengait branya dan langsung melahap nipples Sica secara bergantian.

“Yul…ahhh..pelan-pelan…”ujarnya, masih dengan mata tertutup. Aku memelankan hisapanku. Kuciumi dua gundukan itu dan memberinya sedikit pijatan. Tanpa sepengetahuanku, tangan Sica menggenggam erat dan memijat-mijat juniorku juga. Aku seketika lemas dan ia mengambil alih sekarang. Ia berada di atasku. Ia tersenyum padaku dan mulai menciumi bibirku lagi. Lalu menjilati absku perlahan dan akhirnya, membuka boxerku.

Ia memberiku hand job seraya menatapku nakal, lalu memasukan juniorku ke dalam mulutnya, tangannya juga tak tinggal diam memainkan twin balls ku.

“Ahhk…Sicaa..”aku hamper sampai ke puncaknya tapi ia menghentikan perbuatannya.
Lalu ia mendekatkan wajahnya ke telingaku.

“Kau bilang kau menyukaiku, huh?”bisiknya sexy. Aku tak sanggup menjawab, jadi aku mengangguk saja.
“Make me yours…”bisiknya lagi. Aku mengerti maksudnya. Dengan sigap aku membalikkan posisiku lagi. Aku iseng saja menggesek-gesekan juniorku ke vaginanya yang semakin lama semakin basah, hanya untuk pemanasan.

“Ahh…Kwon Yuri…please…ahh…”desahannya, benar-benar bisa membuatku gila. Aku terus menatapnya, ia memejamkan matanya dengan mulut sedikit terbuka dan mendesah, ditambah lagi rambutnya yang berantakan, membuatnya semakin sexy.

Aku perlahan memasukan juniorku. Dari ekspresinya sepertinya ia kesakitan.

“Sica…kalau kau merasa sakit katakana saja…”ucapku. Ia mengangguk pelan. Aku masih berusaha memasukan junior dan akhirnya tertanam sempurna di dalam vaginanya.

“Ahh….”kami sama-sama lega. Tetapi, ia manangis. Aku mengecup keningnya. Dan berbisik “Gwenchana?”

Ia mengangguk lagi. Aku mengangkatnya, dengan posisi juniorku masih di dalam vaginanya. Menuntunnya ke dalam kamarnya. Kami melanjutkan permainan kami di kasur Sica.

“Siap?”tanyaku.

“Ne…”jawabnya. Aku mulai menggerakan juniorku. Sulit sekali, ini tak semudah yang terlihat di video yang kutonton saat SMP. Aku terus berusaha mengeluar masukan juniorku dengan perlahan, tetapi lama-kelamaan menjadi lebih mudah, kami terus mendesah nikmat.

Jessica’s POV

Aku menikmati, setiap inches kenikmatan yang diberikan oleh Yuri. Tak henti-hentinya kami berdua mendesah, dan peluhpun mengalir deras dari tubuh kami masing-masing, aku melihat Yuri yang bermandikan peluh. God, he’s so sexy!

Aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari vaginaku, rasanya seperti ingin pipis. Tapi, Tiffany bilang rasanya orgasm itu seperti ini. Ya ampun, kenapa aku baru sadar sekarang, Tiffany bisa berkata seperti itu, pasti karena ia sudah melakukannya dengan Taeyeon! Aish! Anak itu!

Dan kenapa juga aku memikirkan mereka disaat seperti ini?!

“Y-Yul..ahh…sepertinya aku akan keluar…”ujarku.

“Hmm, keluarkan saja Sica…erghh..”jawabnya seraya terus memompa juniornya ke dalam vaginaku. Yuri, kau kuat juga.

“Ahhh..ahh..”aku mendesah saat aku mengeluarkan orgasm ku yang pertama. Jadi begini rasanya. Sedangkan Yuri, ia menutup matanya, tampak ia sangat menikmati ini. Dia tak henti-hentinya memberikan kenikmatan padaku.

“Sica, aku akan keluarr..arrhhh..”ia mencabut juniornya dan mengeluarkan spermnya di atas perutku. Ia mengoleskan spermnya dengan ujung juniornya. Lalu ia ambruk di atasku.

“Kau lelah?”tanyaku.

“Kau meremehkanku? Haha”ujarnya lalu mencubit pipiku. Aku tersenyum.

“Sica, kau punya madu?”tanyanya. aku mengangguk.

“Ada di meja makan…”jawabku. Ia beranjak dan kembali membawa madu.

Mau apa dia? Jangan-jangan…

Currrrr~

Ia menumpahkan madu di atas tubuhku dan menjilatinya. Ya Tuhan, khayalanku menjadi kenyataan.

“Y-Yul…ahhh…”aku tak tahan dengan perbuatannya dan terus mendesah. Ia memasukan juniornya lagi.

“Round two?”tanyanya. aku mengangguk.

Kali ini Yuri menyuruhku menungging dan memasukan juniornya dari belakang. Ia menggenjot juniornya terus menerus dan akhirnya kami ambruk bersama-sama.

“Saranghae Sica…”

“Saranghae Yul…”

Author’s POV

Jessica terbangun dari tidurnya dan mendapati Yuri tak berada di sampingnya. Tapi ia mencium bau yang enak di dapur. Ia tau itu pasti Yuri, dengan cepat ia memakai kemeja Yuri, dan melihat ke dapur. Dan benar sja, Yuri tengah meletakan 2 buah pancake di meja makan.

“Hi..”sapanya dengan senyum. Jessica membalas senyumannya. Lalu duduk di meja makan.

“Hari ini strawberry ya…madunya habis hehe…”ujar Yuri.

“Salah  sendiri…”Jessica mencibir. Yuri mencium bibir Jessica dan melumatnya. Ia meremas butt Sica.

“Y-Yul…kita harus bekerja hari ini..”ucap Sica.

“Oh iya hehe”ujar Yuri dengantampang byunnya.

“Sarabghae Sica baby…”bisik Yuri lalu duduk di depan Sica.

“Nado Kwon Seobang..”

END

Maap smua, author blm kuat wkwkwkwkwk

meme

20 thoughts on “[SMUT] Honey Pancake

  1. SARABGHAE BEB HUAHAHUAHUAHUAHUA
    itu line terakhirnya malaj ada typo.. itu ava nya Ta kenapa nangkring arzzzzzzzzzzz
    Too hawt beb too hawt gilak lu abis ngeluarin ff yulsic bunuh bunuhan yuri si rakjel, ngeluarin yg begini

  2. Finally, the queen of yadong is back… wkwkwkwkwk~
    BEBY!!!!! KAMU ITU UMURNYA BERAPA??? OAO

    Tapi keren kok, meski udah lama km gak bikin smut. Biasa kan km bikin yg hot banget, tp aku lbh suka yg kyk gini. Gaya penulisan km udah lbh dewasa. Gak perlu banyak kata buat nunjukkin tp feelnya dapet. #apasih

    Hmm, untuk masalah typo buat aku wajar krna km pasti nulis ini di Word dulu kan? Byk yg kena auto-correct-nya soalnya kyk ‘itu terus’ jadinya it uterus’, kekekekek. Aku juga kena klo lagi nulis.😄

    Well, itu aja.
    Hehehehe, thanks ya, udah mw nulis smut lagi.
    Keep writting and stay healthy.
    Beby, HWAITAENG!!!🙂

  3. Nah kan nah kan ratu byuuuunn my bebey is back!!!! >________<b
    tu loh itu loh waktu Yul ngejilat madu dibadan sica *glek glek* xDD
    bah smutnya smut banget dah, bebey queen of yadong cocok dah buat kamu wkwkwkwkw *peace bebey*

    hanya utk alur, km seperti buru2 bgt biar sampe kebagian itu ya xDD
    tapi nggak apa dah, ncnya 2ronde looohhh pemirsa sekalian xD

    Thank you untuk pwnya😀

  4. ih wow super hot beby
    nc km emang selalu hot kekeke
    sica jutek2 tp dah byun duluan
    detail jelas enak di baca
    bikin deg2n baca nya td.
    Btw thanks bwt pw nya
    and di tunggu ff ny yg laen
    fighting.🙂

  5. bunuh gue *speechless
    behaha..ud lama gk baca ense ….eaa authorr baguss.
    keren yeh sica pertama kenal jadian langsung begituan ..wakakaka
    asli mati kata nih baca ense ..seobang vs ice princess pasti hott😀
    btw thanks yoo thor pewenya ..kamsahamnidaaa

  6. beb , akhirnya ane sempet bc dan u tau ? gw seneng banget u kambek dgn nc . wkwk #yadong akut
    menurut gw ini alurny kecepetan , brsa janggal bru ktmu lsg begitu dlm keadaan sadar , trs ronde two nya krg panjang . hrsnya ronde 2 itu klimaks dr cerita ini ._. desahannya jg dkit tp y krna imajinasiku ttg nc bnyk jd ga mslh deh . wkwk

  7. astaga *____* emang ya si beby jagonya kalo bikin beginian😄
    yulsic baru kenal deket aja udah main begituan ckck:/
    trus sica juga masih sempet2nya mikirin taeny pas begituan -____-
    hahaha bagus beb, tingkatkan terus ke’byun’anmu (?)😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s