You’re Only Mine and I’m Only Yours 3

********

Author’s POV

“Yuri…”igau Jessica
Sunny mengelus rambut Jessica,”Kasihan dia…lihatlah..”ucapnya pada Sooyoung seraya melihat Jessica dengan iba.
“Mau bagaimana lagi? Kau tau kan Yuri bagaimana?”ujar Sooyoung.
Sunny mengusap air mata Jessica yang terus mengalir walaupun yeoja itu tertidur,”Aku yakin ini semua salah paham…Kau tau sendiri Soo..kalau Jessica sangaat saangaat mencintai Yuri..”jelas Sunny
Sooyoung mengangguk,”Haa…aku tak bisa berpikir kalau lapar…aku akan makan dulu…”ujar Sooyoung
“Yaah! Dasar..!”ucap Sunny
——-

Yuri’s POV

Sudah seharian aku dikamar,bahkan aku belum makan. Apa sebaiknya aku keluar? Lagipula ini sudah malam, semua member pasti sudah tidur.
Dengan perlahan kubuka pintu kamarku, aku berjalan menuju dapur. 
Gelap. Itulah suasana dorm sekarang, sama seperti suasana hati dan pikiranku.

*KRIUK KRIUK KRAUKK!(?)*

Aku mendengan suara dari arah dapur, kulihat lampu dapur menyala. Ternyata Sooyoung belum tidur…ia sedang memakan cemilan.
Ah! Dia melihatku!
“Kwon Yul…keluarlah aku tau kau lapar…”ucapnya
Dengan pelan aku keluar dari persembunyian(?)ku. Aku memegangi perutku yang keroncongan.
“Haha…duduklah…akan kubuatkan ramyum…”ujarnya
Tak berapa lama aku menunggu,Sooyoung sudah menghidangkan ramyum buatannya untukku.
“Gomawo…”ujarku
“Yuri-ah…kenapa kau begitu marah?”tanyanya
Aku menghentikan acara makanku.
“Sooyoung-ah…jebal…jangan merusak nafsu makanku…”ucapku.
“Hey…aku hanya bertanya…”ucap Sooyoung. Aku menatapnya sebentar lalu menarik nafas dan memakan ramyunku lagi.
….
“Aah…kenyang…gomawo Sooyoung..”ucapku
Ia mengangguk.
“Yuri-ah…”panggilnya saat aku akan masuk ke kamar.
“Eung?”jawabku
“Jika kau benar-benar marah pada Jessica…coba pikirkan kalau ia tak akan ada di sisimu selamanya…”jelasnya
Aku memutar mataku lalu masuk ke kamar. Kuhempaskan tubuhku ke kasur. Aku menatap langit-langit kamarku.
“Kalau dia tak bisa disisiku selamanya?”gumamku. Kupejamkan mataku. 
Seperti sebuah film yang diputar, ak melihat Jessica tak bisa disisiku lagi karena ia mengalami kecelakaan.
“Jessica..!”teriakku lalu terbangun, nafasku tersengal-sengal dan keringat dingin mengucur dari pelipisku. Aku mengambil air putih dan meminumnya. Kupijat kepalaku.
“Babbo…sudah jelas kau membencinya tapi…kenapa mengkhawatirkannya?”gumamku.
Aku kembali ke ranjangku dan kali ini aku sama sekali tak bisa tidur, yang lebih anehnya lagi Yoona tak mau tidur bersamaku kali ini, mungkin dia marah atas sikapku.
Aku memustuskan keluar dari kamar. Kulirik jam dinding, ugh…jam 01.00
Mataku tertuju pada kamar yang bertuliskan ‘SooSica’, kubuka perlahan pintu itu,aishh..ternyata Sunny dan Sooyoung berada di dalam, untung saja mereka tertidur. Mataku tertuju pada Jessica, matanya sembab…apa ia menangis..karena…aku? Tidak mungkin! Ia pasti bermimpi sedih makanya ia menangis.
Kututup pintu kamarnya. Aaarrgg!!! Kenapa aku peduli padanya?! Kenapa aku mengkhawatirkannya?! Kenapa…kenapa aku takut ia tak disisiku lagi?!!! Kenapa hatiku masih merasa nyaman jika melihatnya?!! Kwon Yuri kau bodoh!!!!
Tanpa sadar air mataku mengalir, aku terjatuh lemas di depan pintu kamarnya. Dalam hatiku aku memarahi diriku sendiri, aku benar-benar bingung apa yang kurasakan sekarang. 
——-
“Yuri-ah…”panggil seseorang.
“Eh?”jawabku
“Kenapa tidur di sini..? Dan..kau menangis ya?”tanya orang itu yang ternyata Sunny.
Aku menggeleng,”Aku hanya tak bisa tidur semalam…Mungkin aku mengantuk jadi tidur disini..” alasan bodoh macam apa itu?
“Hah? Apa?”heran Sunny.
“Sudahlah…lupakan..”ucapku lalu meninggalkan Sunny.
“Yuri…Jessica menangis semalaman..”ucapnya
“Aku tak peduli.”ketusku
“Kau tak peduli? Yaa..kita lihat saja..”sinisnya
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Eh? Yuri-ah…hari ini kan kita kosong…maukan jalan-jalan?”tanya Taeyeon yg tiba-tiba muncul.
“Berdua?”tanyaku
“Kalau berdua aku bisa dihajar Tiffany…! Dengan semua member lah…”jelasnya 
Aku mengangguk-angguk.
“Ok! Kubangunkan semua member dulu…”ucapnya
——-
Tak lama setelah itu,kami semua susah siap. Kulirik Jessica, ia tampak tak baik.
“Kalau tak sehat lebih baik jangan memaksakan diri..”ketusku padanya. Ia hanya melirikku dan matanya berkaca-kaca, semua member memberiku death glare.
“Apa?”ucapku dengan rasa tak bersalah.
“Eh…hehehe…s..sudahlah..Let’s go!”ucap Tiffany berusaha mencairkan suasana.
Entah kenapa mereka hari ini sangat tak sabar untuk masuk ke dalam van. Yang lebih ironisnya…Aku duduk di sebelah JESSICA?!! Ige mwoya..?!
“Yuri..ayo naik..!”ucap Sunny dengan aegyonya.
“I…iya..”ujarku
Aku merasa canggung duduk di sebelahnya, kupasang headsetku. Sesekali kulirik wajahnya, entah rasa kasihan atau apa..aku merasa aneh pada hatiku, di sisi lain api kebencianku padanya juga terus menyala.
Ia menatapku.
“Yuri..”panggilnya seraya berbisik. Aku berpura-pura tak mendengar. Ia menarik headsetku pelan.
Aku menatapnya.
“Mianhae…aku mohon dengarkan aku…”bisiknya
“Bisakah nanti saja Jessica Jung-ssi…aku sedang tidak ingin membahasnya..”ucapku dengan bahasa se-formal mungkin. Ia tampak akan menangis…cengeng!
Kami sampai di sebuah mall, karena penyamaran kami, tak ada satupun orang yang curiga kalau kami adalah SNSD.
Sedari tadi, aku sadar bahwa Jessica berusaha menggandeng tanganku.
Cih! Kenapa semua member sibuk sendiri sih? Tak ada yang mengindahkanku dan lebih parahnya mereka meninggalkanku dengan Jessica di belakang.
“Yuri…”panggilnya
“Ck! Iya iya aku tau…!”kutarik tangannya dengan sedikit kasar.
“Yul…sakit..”rintihnya
“Apa maumu?!”ucapku dengan sedikit berbisik.
“Aku mau kau mendengarkanku..”ucapnya
“Mendengar apa? Dengar kalau kau dan Taecyeon sudah resmi? Oh..chukae..!”sindirku lalu meninggalkannya.
Ia tak henti-hentinya mengejarku.
“Yuri-ah…saranghae..”bisiknya setelah berhasil meraih tanganku.
Ugh! Kenapa aku luluh saat ia mwngucapkan kata itu.
“Saranghae Yuri…jeongmal..”ucapnya mulai menangis. Aku menyeka air matanya.
“Kau…jangan membuatku malu..”ucapku
“Yuri…”ucapnya 
“Berhentilah merengek Jessica-ssi!”ucapku 
“Ya! Kalian berdua..ppali..!”ucap Hyoyeon.
Aku berjalan, entah kenapa aku tak meninggalkannya tapi malah menarik tangannya. 
Arrgghh!!! Aku bingung dengan perasaanku sekarang!!! Aku membencinya..? Atau aku masih sangat mencintainya??!!

-TBC-

7 thoughts on “You’re Only Mine and I’m Only Yours 3

  1. aaaaahh……….. jinjja!! babboo yuullll!!!! masa cintamu kalah sama api kebencianmu? lebih tepatnya api cemburuumu?? eeiii masa sama om kotak2 cemburuu??
    lanjuut aah..
    sedih sama yul..
    berharap mereka ada di plaza senee….
    wwhuuuaaa…….. OO
    hahahahaa
    semangat saeng!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s