[SEQUEL]The Waitress,Chicken Soup,and LOVE

******

Jessica’s POV

Sudah 2 minggu aku jadian dengan Yuri,aku merasa bahagia sekali karena bisa bersama dengan orang yang kusuka.
Sejauh ini hubungan kami masih baik-baik saja,aku mensyukuri itu.
Tapi ada sesuatu yang aku kurang suka darinya,belakangan ini aku suka mencium bau rokok dan alkohol dari mulutnya,saat ia mabuk ia juga suka meracau dengan memanggil nama mantannya.
“Yoona…Yoona…kajima..”seperti itu.
Aku tidak sedih kalau ia masih mencintai mantannya.
Ok..jujur mungkin aku sedikit sedih,yaaa sedikit.
Saat baru jadian dengan Yuri aku menceritakan semuanya kepada sepupuku,Tiffany.
Dia adalah sepupuku di Amerika.
Heran? Kenapa aku seorang pelayan cafe bisa mempunyai sepupu di Amerika?
Yaa..sebenarnya pelayan cafe itu hanya semata-mata kedokku saja.
Bukannya menyombong,ayahku adalah salah satu pengusaha kaya di Korea dan ibuku adalah orang Amerika.
Satu hal,aku ini orangnya cukup pendiam(ga salah ya Sica eonni?) aku tak terbuka dengan orang lain kecuali orang tuaku dan sepupuku.
Saat aku bercerita masalahku dengan Yuri ke Tiffany,ia menyuruhku berbicara dengan Yuri. Di situlah masalahnya.
Hari ini,aku mencoba bertemu lagi dengan Tiffany.
Ia menemuiku di sebuah restoran,yang bisa dibilang cukup mahal.
“Bagaimana dengan Yuri?”tanyanya
Aku memajukan bibir bawahku dan menarik napas.
“Begitu ya…susah juga…hahaha…”ucapnya seakan mengerti maksud dari raut wajahku.
“Aku sudah bilang…cobalah berbicara,lagipula…ia bukan orang lain…ia kekasihmu…”ucap Tiffany.
Aku mengangguk.
Tiffany pindah ke sebelahku.
Ia mencium pipiku,”saat kita kecil…saat aku mencium pipimu itu membuatmu tenang kan?”ujarnya
Aku tersenyum.
Bagi kami,mencium pipi antar saudara atau teman itu biasa.
Tapi di korea aku tak tau.
“Sica-ya!”teriak seseorang.
Aku tersontak kaget begitu juga Tiffany dan pengunjung lainnya
“Y…Yuri..?”ucapku
Dan aku baru tau saat hal ini terjadi, di Korea…mencium pipi itu bisa dikira berpacaran.
“Yuri-ya..! Dengarkan dulu…”pintaku seraya menangkap(?) tangan Yuri.
Yuri menepis tanganku.
“Ternyata benar kata manager cafe itu…kau seorang penggoda!”bentaknya di depan wajahku.
Aku sangat terkejut saat ia membentakku seperti itu.
Tiffany menepuk pundakku dari belakang.
Aku mulai menangis.
“Percayalah…ia tak akan meninggalkanmu, semarah apapun dia padamu..”ucapnya
“Gampang bicara..”ketusku sambil terus menangis.
“Aku tak hanya asal bicara..”ucapnya lagi.
Aku terus menangis.
“Ck! Ayolah Sica..”bujuk Tiffany.
“Kau yakin…? Ia akan kembali?”tanyaku
Tiffany mengangguk yakin,”mian…karena menciummu..”ucapnya
“Gwenchana.hiks..lagipula kan…hiks kau tak tau..”ucapku sambil masih terisak.
“Sudahlah..jangan terisak begitu…ayo! Kubelikan kau es krim..”ajaknya
Aku menahan tangannya, lalu mengambil tisu dari tasku dan mengelap air mataku.
“I’m not a little girl anymore..”ucapku.
Ia melihatku sebentar lalu tersenyum.
“Sure…I can see that..”ucapnya lalu mengusap kepalaku.

“Fany-ah…”panggilku
Ia menoleh.
“Bantu aku bicara padanya..”ujarku
Tiffany mengha nafas.
“Kau bukan gadis kecil lagi kan?”tanyanya
Aku mengangguk.
“Cobalah…bicara padanya..dari dulu aku terus melindungimu..sekarang giliranmu melindungi dirimu sediri Sica…”jelasnya
Aku terdiam.
“Lebih baik kau mencoba…jika tak berhasil..ok..akan kubantu..”ucap Tiffany.
Aku tersenyum kecil.

Yuri’s POV

“Semuanya sama saja!!!”teriakku seraya membanting barang-barang di apartemenku.
“Adakah yang tulus mencintaiku…?”gumamku lalu menangis.
“Ada…”jawab seseorang.
Kutolehkan wajahku ke asal suara itu.
Jessica..?
“Aku…aku mencintaimu dengan tulus Yul..”ucapnya
Aku ingin menangis, tapi kutahan.
“Mau apa kau?”ketusku.
“Aku…”ucapnya terbata
Kuangkat sebelah alisku.
“Aku…aku mau minta maaf padamu..”ucapnya
Aku menaikan sudut bibirku.
“Sigh…minta maaf?”tanyaku
Ia mengangguk.
“Minta maaf?!! Setelah kejadian tadi dengan enteng kau bilang maaf?!!!!”aku menaikkan nada bicaraku sehingga membuatnya menangis.
“Gampang bicara..!”ucapku.
“Tapi Yul…aku hanya ingin kau memaafkanku..”jelasnya sudah menangis.
“Apa perlu aku memundurkan waktu dan menyuruhmu melihat bagaimana kau dicium tadi?! Jinjja…KAU INI!!!”aku mengangkat tanganku hendak menamparnya tapi tiba-tiba ada yang menahan tanganku.
Tidak…tidak ada yang menahan.
Itu adalah diriku sendiri.
Kuturunkan tanganku meletakan di wajahnya, ku belai pelan wajahnya. 
“Wae..?”tanyaku dengan nada halus tapi menyedihkan karena aku menahan tangis.
“Dia bukan selingkuhanku Yul…dia sepupuku…”ucapnya pelan.
“Jinjja…?”tanyaku
Ia mengangguk.
“Bagaimana kalau aku tak percaya…?”tanyaku
Ia menarik tanganku ke lift dan turun ke lobby apartemenku.
Di sana sudah ada yeoja yang mencium Sica menunggu.
“Fany-ah…jelaskan padanya..!”ucap Sica
“Waah..kau berani sampai sini Sica..Daebak..! Haha”ucapnya.
Aku mendengarkan, bahasa Koreanya tak terlalu bagus..apa ia bukan orang Korea? Ah! Tidak penting!
“Annyeong…aku Tiffany Hwang…sepupunya Jessica..”ia mengulurkan tangannya padaku.
“Sigh…Gampang bicara..”ucapku 
“Tidak hanya bicara….”ucapnya,”tapi bukti..!”lanjutnya seraya menunjukkan foto kecilnya dengan Sica.
“Kau masih belum percaya..?”tanyanya.
Lalu menunjukkan SMSnya dengan Sica termasuk dgn orang tua Sica.
Dan tak ada yang mencurigakan.
Apa aku harus percaya..? 
Tuhan…aku galau(?) 
“Bagaimana?”tanya Tiffany itu
Aku menggeleng.
Ia mengambil HPnya lagi lalu menelpon, sepertinya ia akan menelpon orang tua Sica lalu me-loudspakernya.
“Yeoboseyo..?”ucap ayah Sica sepertinya.
“Yeoboseyo..? Ahjussi..benarkah aku sepupu Jessica..?”tanya Tiffany
“Tentu saja..waeyo?”tanya ahjussi itu.
“Tidak apa..”ucap Tiffany.
Tiffany langsung menutup hpnya.
“Yuri-ya…biar kujelaskan..”ucap Tiffany perlahan.
Aku mendengarkan.
“Di Amerika…cium mencium pipi antar saudara atau teman itu sudah biasa…jadi saat di Korea aku tetap melakukannya..Mian..aku tak tau hal itu..”jelasnya
Aku mengangguk.
“Tunggu…! Amerika..? Kau orang Amerika..?”heranku
“Ne..begitu pula dengan Sica..waeyo? Dia tak bilang?”tanyanya.
“Anhi…aku tak menyangka seorang mantan pelayan restoran bisa punya sepupu di Amerika…”ucapku enteng dan kulihat Sica langsung panik.
“Pelayan restoran…? Hmph..Jesica Jung…kau dalam masalah besar! Yuri-ya..bisa kau jelaskan?”ucap Tiffany.
“Saat itu aku sering berkunjung ke sebuah cafe kecil, di situlah aku bertemu Jessica..yaa sebagai pelayan restoran..”jawabku dgn rasa yang masih heran.
“Kau tau siapa Jessica Jung sebenarnya?”ucap Tiffany
Aku menggeleng.
“Dia itu…”ucap Tiffany tapi dipotong oleh Sica.
“Sudahlah…!”ucap Sica.
“Dia itu…anak dari salah satu pengusaha kaya di Korea…”jelas Tiffany membuatku terkejut.
Tiffany melihat jam, ia berpamitan pada kami yang masih mematung lalu pergi.
“Kau…”ucapku
“Mian aku bohong Yul…”ucapnya pelan.
Aku mencubit pipinya.
“Hmmph..kenapa tak jujur dari awal…? Aku kann tak akan jadi sebingung ini…”ucapku
Aku melepas cubitanku,”Gwenchana…lagipula aku mencintaimu bukan karena materi…tak peduli kau pelayan restoran,anak dari pengusaha kaya atau pemulung sekalipun…aku tetap mencintaimu Jessica Jung..”jelasku

Jessica’s POV

Perkataan Yuri itu membuatku tercengang. Bisa kulihat ketulusan di matanya.
“Sica-ya…ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu sejak kemarin…”ucapnya
“Apa?”tanyaku
“Tutup matamu…”pintanya
Aku menurutinya dan….
CHU~ 
Sebuah ciuman hangat mendarat di bibirku. Aku langsung membuka mataku karena kaget. Yuri melepas ciumannya.
“Lain kali…jangan terkejut..biasakanlah karena aku akan melakukannya setiap saat..”ucap Yuri seraya mengerling nakal.
Aku tersipu malu.

Itulah ceritaku dengan Yuri walaupun banyak rintangan kami tetap bersatu lagi.
Ah! Iya…aku lupa, ada yang mau kusampaikan pada kalian.
‘Jangan hanya bicara kalau tak punya bukti…’
Itu saja..Annyeong^^

END

16 thoughts on “[SEQUEL]The Waitress,Chicken Soup,and LOVE

  1. keren Author😀 saya suka ending nyaa, akhirnya Yuri mengerti posisi Tiffany..

    wah, bener tuh, jangan hanya bicara jika tidak ada buktinya, author daebak😀

    lanjut Thor, dgn bbrpa sequel YulSIc, dll ya😀

  2. sica shi mending suka godain org.
    drpd taeyeon yg mesumnya kbangetan.hahaha..
    tp koq dsni yuri kesannya bad girl? suka mabuk2an n ngrokok==”
    tak apalah tetep keren. sica jg ttep cnta.hhi~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s